Puting Lecet dan Nyeri

Puting Lecet, Puting Nyeri dan Sakit Saat Menyusui

ASI adalah standard baku emas makanan bayi. Menyusui merupakan cara memberikan makan yang paling normal dan alami bagi bayi. Rasa sakit adalah hal yang sering dikeluhkan oleh para ibu ketika masa awal menyusui. Padahal menyusui seharusnya tidak menyakiti ibu maupun bayi. Puting nyeri merupakan salah satu alasan ibu berhenti menyusui. Oleh sebab itu harus segera dicari solusinya.

Menyusui di minggu pertama terkadang membuat puting terasa tidak nyaman karena peregangan puting dan saluran ductus. Namun, rasa tidak nyaman ini biasanya akan semakin berkurang hari-demi-hari. Jika rasa nyeri semakin berat atau tidak membaik, paling sering disebabkan oleh posisi dan perlekatan yang tidak baik.

Posisi menyusui yang baik akan membuat perlekatan yang baik sehingga puting terlindungi:

Posisi lidah dan bibir saat menyusu11--21

Puting lecet juga terjadi ketika bayi tidak membuka mulut dengan lebar kemudian lidah bayi kurang menjulur keluar sehingga puting menjadi terkunyah oleh bayi karena puting ibu berhadapan langsung dengan gusi. Bibir yang kurang ndower akan menggesek-gesek kulit puting sehingga akan melukai jaringan puting.

Penyebab Puting Nyeri:

  1. Posisi bayi kurang baik: tubuh jauh dari ibu, kepala bayi menoleh.
  2. Perlekatan bayi kurang baik: bayi melekat di puting, lidah tidak menjulur keluar. Nyeri akibat perlekatan kurang baik ini biasanya di awal proses menyusui.
  3. Ibu salah menyangga payudara sehingga bagian bawah payudara tergilas lidah bayi.
  4. Ibu terlambat menyusui bayi sehingga posisi dan perlekatan tidak baik karena ibu panik ketika bayi sudah sangat kelaparan.
  5. Payudara bengkak. 
  6. Puting datar atau inversi.
  7. Salah mengambil payudara keluar mulut bayi.
  8. Salah teknik saat menggunakan pompa ASI.
  9. Menggunakan breast pad yang basah atau yang memiliki pembatas plastik
  10. Menggunakan breast shell yang tidak bagus ventilasinya
  11. Bekas deterjen di bra atau pakaian ibu
  12. Menstruasi atau ibu hamil kembali sehingga puting lebih sensitif akibat perubahan hormon
  13. Puting terlalu sensitif.
  14. Ibu alergi atau terlalu berlebihan ketika menggunakan salep atau pelembab puting
  15. Penyakit kulit: scabies, impetigo, eksim, dermatitis, herpes, dll
  16. Infeksi payudara: candidiasis, mastitis, dll. Candidiasis menimbulkan nyeri dengan rasa panas serta menusuk-nusuk tajam di awal dan hingga selesai menyusui. Nyeri puting akibat infeksi Candida sangat khas dengan puting merah mengkilat, bisa ditemukan plak jamur namun juga bisa tidak khas sama sekali.
  17. Bleb atau milk blister: benjolan putih di ujung puting akibat sumbatan saluran ASI di puting .
  18. Vasospasme puting: nyeri di akhir menyusui ketika puting keluar dari mulut bayi. Puting tampak putih lalu berubah menjadi biru/merah sebelum kembali seperti semula.

Gambar: contoh sumbatan saluran ASI di ujung puting (bleb/milk blister)

BFB-milkblister_nipple-bleb

Gambar: contoh infeksi Candida pada puting

infeksi Candida

Gambar: contoh fenomena raynaud dan vasospasme pada puting

fenomena raynaud

Penyebab puting nyeri pada bayi:

  1. Bayi menghisap tidak efektif
  2. Bayi menghisap terlalu agresif dan tidak sabar akibat terlalu lapar atau bayi mengalami hipertonisitas sehingga hisapannya sangat agresif, kuat dan seperti gigitan.
  3. Frenulum pendek, tebal dan ketat seperti kasus bayi tongue tie (ankyloglossia):
  4. Palatum bayi tinggi, melengkung atau bayi mengalami kondisi celah palatum
  5. Candidiasis
  6. Dagu mundur
  7. Ibu memberikan bayi empeng atau dot atau menggunakan pelindung puting yang salah ukuran
  8. Bayi menggigit puting ibu: bayi yang sedang tumbuh gigi terkadang senang menggigit berbagai benda, salah satunya payudara. Puting lecet digigit bayi. Ibu bisa menangani kebiasaan buruk ini dengan tegas namun lembut.

Puting lecet terjadi ketika perlekatan bayi tidak baik sehingga bayi melekat di puting bukan di areola payudara ibu:

perlekatan tidak baik

Efek perlekatan yang tidak baik ini akan membuat puting nyeri dan akhirnya lecet.

Lecet puting

Penanganan puting lecet: PENCEGAHAN, EDUKASI & ANTISIPASI.

Pencegahan merupakan penanganan nyeri dan lecet puting yang terbaik. Saat puting ibu terasa sakit ataupun lecet, ibu tetap disarankan untuk terus menyusui bayi. Jika terasa sangat sakit sehingga ibu tidak bisa menahan rasa nyeri yang timbul serta sangat trauma untuk menyusui, maka ibu bisa mengistirahatkan puting dengan terus memerah ASI secara teratur minimal 8x dalam 24 jam.

Tips menyusui bayi ketika puting nyeri atau puting lecet:

1. Sebelum menyusui, sarankan ibu untuk:

  • Menginisiasi munculnya let-down reflex (LDR) atau refleks aliran ASI.
  • Susui bayi di payudara yang sehat, kemudian ketika ASI sudah keluar (sudah terjadi LDR) segera pindahkan bayi ke payudara yang sakit.

2. Ketika sedang menyusui, sarankan ibu untuk:

  • Posisikan bayi dengan kontak dada yang akan memfasilitasi munculnya refleks bayi untuk melekat sendiri ke payudara.
  • Coba berbagai posisi ketika menyusui bayi untuk menghindari penekanan hanya di satu sisi saja, ibu bisa mencoba posisi: dekapan klasik (craddle), dekapan silang (cross craddle), berbaring miring, bawah lengan/football atau pilihan posisi lain seperti reclining, biological nurturing ini. Posisi bawah lengan dan dekapan silang biasanya membuat ibu lebih nyaman.
  • Tutupi bagian lecet dengan lipatan kulit areola saat akan dimasukkan ke dalam mulut bayi sehingga tidak begitu terasa nyeri saat dihisap bayi.
  • Amati apakah bayi menghisap dengan aktif dan efektif.
  • Gunakan kompresi payudara ketika bayi tidak menghisap aktif.
  • Biarkan bayi memimpin dalam menyusui. Jangan lepaskan bayi dari payudara sebelum bayi kenyang.
  • Hati-hati jika ibu ingin melepas payudara dari mulut bayi.

3. Selesai menyusui, sarankan ibu untuk:

  • Memerah sedikit ASI dan mengoleskan ke puting ketika puting belum terluka. Biarkan ASI kering sebelum ibu kembali memakai bra. Tidak direkomendasikan mengoles ASI ketika puting terluka atau lecet pada penyakit candidiasis puting karena Candida/jamur justru bisa tumbuh makin subur.
  • Gunakan breast shell yang memiliki desain ventilasi bagus.
  • Gunakan bra yang cocok untuk ibu menyusui
  • Pilih breast pad yang tanpa pembatas plastik.
  • Hati-hati ketika memilih krim, salep dan lotion puting. Gunakan obat juga salep sesuai petunjuk dan pengawasan dokter.
  • Hati-hati ketika ibu memakai pelindung puting (nipple shield).
  • Perhatian saat membersihkan puting dan areola. Bersihkan payudara dan puting ketika ibu mandi menggunakan busa sabun yang lembut kemudian bilas dengan air yang mengalir. Tidak dianjurkan membersihkan puting dengan alkohol, antiseptik atau sabun yang keras tanpa anjuran dari dokter sebab tindakan ini justru akan berisiko membuat puting kering lalu makin parah keluhannya.

4. Jika meneruskan menyusui terasa sangat sakit hingga ibu sangat tidak bisa menahan rasa nyeri atau memutuskan memberikan bayi suplementasi, maka sebaiknya:

  • Ibu dianjurkan untuk memerah ASI minimal 8 kali dalam 24 jam supaya produksi ASI tetap lancar dan payudara tetap sehat.
  • Ibu dianjurkan memberikan ASI perah dengan media yang aman bagi bayi dan proses menyusui selanjutnya seperti menggunakan cangkir, sendok, atau media lain yang aman. Pemakaian dot berisiko menyebabkan bayi menolak menyusu.

5. Segera periksa ke dokter, konsultan laktasi, dokter laktasi atau klinik laktasi jika mengalami salah satu keluhan seperti rasa nyeri yang tidak membaik, lecet semakin parah, tanda infeksi, ada nanah, keluhan tubuh seperti demam, ibu ingin didampingi ahli atau ibu ingin menyerah menyusui. Dokter akan memberikan obat juga salep sesuai permasalahan yang dialami oleh ibu.

ASI yang diproduksi oleh payudara yang sakit (puting lecet) tetap aman untuk dikonsumsi bayi meskipun ada darahnya, kecuali jika puting lecet terjadi pada ibu yang memiliki status positif HIV/AIDS. Ibu dengan HIV/AIDS positif tidak boleh menyusui bayi ketika sedang mengalami lecet pada puting. Ibu dengan HIV/AIDS sebaiknya ditangani lebih lanjut oleh tim dokter bekerja sama dengan konselor menyusui sejak hamil untuk mendapatkan konseling pemberian makan bayi dan anak sejak dini.

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s