Kesehatan Anak, Kesehatan Wanita, Menyusui dan ASI, Nutrisi dan Kebugaran

Tips Puasa Saat Menyusui

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Menyambut bulan suci Ramadhan yang penuh kemuliaan ini akan ada banyak pertanyaan dari para ibu yang sedang menyusui untuk berpuasa atau tidak. Apakah puasa ibu menyusui akan berbahaya bagi bayi? Apakah ibu berpuasa akan menyebabkan bayi diare? Apakah ibu berpuasa akan mempengaruhi ASI?

2014-06-26-10-39-30

Berpuasa pada ibu menyusui di pandang dari segi kesehatan:

1. Ibu menyusui yang sehat lahir-batin dan bayinya sehat tentu diperbolehkan mencoba berpuasa.

Banyak ibu yang berpuasa dan tetap sukses memberi ASI bahkan ketika masa bayi masih ASI eksklusif. Ibu hanya perlu menjaga supaya asupan makanan dan minuman tetap baik sehingga ibu dan bayi tetap sehat ketika menyusui.

Tetapi berpuasa di kala menyusui eksklusif memang lebih berat. Berpuasa saat bayi sudah berumur di atas 1 – 2 tahun biasanya lebih ringan. Metabolisme yang lebih cepat dan refleks oksitosin membuat ibu lebih mudah lapar, cepat haus, lambung beserta saluran cerna lebih aktif. Ibu harus berhati-hati jangan sampai sakit, lemas atau bayi sakit.  

2. ASI yang dihasilkan saat ibu berpuasa tetap berkualitas.

Payudara ibu adalah mesin produksi susu yang paling efisien di dunia. Payudara akan mengambil bahan-bahan terbaik dari tubuh ibu untuk membuat ASI yang bermutu bagus bagi bayi. Namun ASI bisa menurun produksinya secara kuantitas atau zat-zat penyusun, jika asupan makanan dan minuman ibu berkurang. Pastikan ibu menjaga kuantitas dan kualitas asupan harian sesuai kaidah gizi seimbang bagi ibu menyusui.

Makanan bergizi bukan berarti makanan mahal nan mewah. Aneka ragam bahan makanan lokal yang mudah terjangkau disekitar juga bisa menjadi penyusun diet sehat berkualitas selama cerdas mengolahnya.

1530414381051

3. Ibu harus makan aneka ragam makanan bergizi seimbang (link) dalam porsi yang sama dengan saat ketika tidak berpuasa

Ibu menyusui sebaiknya konsumsi aneka ragam bahan makanan bergizi seimbang. Total asupan kalori ibu menyusui sekitar 2200 – 2700 kkal/hari. Ibu tetap menjaga makan dalam jumlah sama seperti ketika tidak berpuasa dan jenis makanan yang beraneka ragam ketika ibu sahur, berbuka dan di malam hari. Usahakan makan sahur ketika mendekati imsak dan segerakan untuk berbuka ketika waktu berbuka telah tiba. Pastikan ibu makan makanan bergizi seimbang. Perbanyak konsumsi serat seperti sayur dan buah supaya tidak mudah lapar. Dengan menjaga keberagaman asupan makanan dan jumlah kalori yang masuk diharapkan kualitas dan kuantitas ASI tetap sama seperti saat ibu tidak berpuasa.

4. Pastikan ibu tetap minum air putih yang banyak ketika sahur, berbuka dan di malam hari.

Ibu juga sebaiknya minum air putih 8 – 12 gelas sebab kebutuhan asupan cairan sekitar 3 liter dalam sehari. Jangan sampai ibu dehidrasi karena dehidrasi membuat produksi ASI berkurang. Menyusui bayi memang akan membuat ibu merasa lebih haus sehingga berpuasa saat menyusui memang terasa lebih berat.

5. Perhatian! Pada beberapa ibu, pasokan ASI yang diproduksi menjadi berkurang sehingga bayi rewel saat menyusu.

Cara mengatasinya: perah ASI sebelum Ramadhan tiba untuk dijadikan sebagai cadangan jika ASI menurun. Tapi ingat jangan memberikan ASIP dengan botol dot. Ibu juga sebaiknya tetap memprioritaskan menyusui bayi secara langsung. Jika bayi sudah makan MPASI bisa dibantu memaksimalkan pemberian makan dan minum bayi. Memang berpuasa saat bayi sudah lebih besar akan lebih ringan.

6. Tetap utamakan untuk sering menyusui bayi secara langsung saat ibu bersama bayi.

Hisapan bayi adalah cara terbaik untuk memproduksi banyak ASI. Menyusui langsung akan merangsang payudara untuk membuat ASI yang makin banyak. Jadi, meski punya banyak stok ASIP sebaiknya tetap prioritaskan menyusui bayi secara langsung, terutama jika tidak ada masalah. Pastikan ibu  menyusui responsif dengan peka melihat tanda kecukupan ASI dan tumbuh kembang bayi. Baca juga tentang Menyusui Responsif

7. Cek selalu tanda kecukupan asupan ASI pada bayi (link) dan kesehatan bayi, terutama jika bayi masih masa ASI eksklusif.

Jangan sampai ketika ibu puasa bayi menjadi dehidrasi dan kekurangan asupan ASI. Tanda bayi dehidrasi adalah BAK kurang dari 6 kali dalam sehari dengan jumlah urin sedikit serta berwarna kuning pekat. Bayi juga bisa BAB dengan feses keras (konstipasi). Dehidrasi bisa membuat bibir bayi kering, kulit bayi kering, bayi lemas, demam kadang tangan kaki pucat dingin, ubun-ubun cekung, air mata kering, nafas cepat dan bayi lemah. Dehidrasi sangat berbahaya bagi bayi. Sebaiknya ibu membatalkan puasa jika menyebabkan bayi sakit. Segera bawa ke dokter saat bayi mengalami tanda dehidrasi.

Banyak ibu memberikan testimoni saat berpuasa membuat bayi BAB lebih encer. Bayi juga bisa BAB lebih encer sebab komponen hindmilk bisa jadi berkurang akibat asupan makan ibu menurun saat berpuasa. Bisa juga kebetulan saja bayi mencret/diare terjadi bersamaan dengan ibu saat berpuasa. Jika bayi sakit diare atau mencret maka segera cari penyebabnya apakah infeksi atau alergi makanan, pastikan bayi tidak mengalami dehidrasi dan segera periksakan ke dokter. Baca juga tentang serba-serbi feses bayi berikut ini (link).

Jangan berpuasa dulu jika bayi sakit, sebab sebagai orang tua juga wajib memberikan pengasuhan terbaik kepada anak. Seribu hari pertama manusia sangat penting bagi kehidupan hingga di masa mendatang. Apalagi pada masa ASI eksklusif dimana kebutuhan asupan bayi 100% berasal dari tubuh itu, yaitu ASI.

Baca juga:

8. Kurangi aktivitas fisik yang tidak perlu untuk menghemat tenaga

Saat berpuasa ibu sebaiknya menghemat tenaga. Lakukan aktivitas fisik yang ringan dan banyak beristirahat di saat berpuasa.

Contohnya aktivitas yang bisa ditunda:

Saat berpuasa banyak ibu yang sibuk berbelanja, baik kebutuhan puasa maupun lebaran. Aktivitas fisik berbelanja ini akan membuat tubuh ibu capek dan merasa sangat kehausan. Sebaiknya berbelanjanya sebelum puasa saja supaya saat puasa lebih khusyuk.

9. Jaga suhu lingkungan supaya tetap sejuk sehingga mengurangi penguapan cairan tubuh.

11. Konsumsi suplemen dan multivitamin tambahan sesuai petunjuk dokter.

Niat berpuasa dan persiapan yang baik akan memudahkan ibu untuk menjalani aktivitas puasa di bulan suci Ramadhan. Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter laktasi, konselor menyusui dan dokter anak menjelang bulan Ramadhan untuk mempersiapkan diri beribadah di bulan yang penuh berkah ini.

Apakah ibu menyusui harus berpuasa?

Di antara kemudahan dalam syar’at Islam adalah memberi keringanan kepada wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. Jika wanita hamil takut terhadap janin yang berada dalam kandungannya dan wanita menyusui takut terhadap bayi yang dia sapih –misalnya takut kurangnya susu- karena sebab keduanya berpuasa, maka boleh baginya untuk tidak berpuasa, dan hal ini tidak ada perselisihan di antara para ulama. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْمُسَافِرِ وَالْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوِ الصِّيَامَ

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla meringankan setengah shalat untuk musafir dan meringankan puasa bagi musafir, wanita hamil dan menyusui.

HR. An Nasai no. 2275, Ibnu Majah no. 1667, dan Ahmad 4/347. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Status wanita hamil dan menyusui adalah seperti orang yang sakit. Jika ia sulit jalani puasa, maka ia boleh tidak puasa, namun tetap dirinya harus meng-qodho (nyaur) puasanya ketika ia mampu nantinya, statusnya seperti orang sakit. Sebagian ulama berpendapat cukup bagi wanita hamil dan menyusui mengganti puasanya dengan menunaikan fidyah, yaitu memberi makan pada orang miskin bagi hari yang tidak berpuasa. Namun pendapat ini adalah pendapat yang lemah. Yang tepat, tetap baginya menunaikan qodho puasa seperti musafir dan orang sakit. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)

إِنَّ اللَّهَ وَضَعَ عَنْ الْمُسَافِرِ نِصْفَ الصَّلَاةِ وَالصَّوْمَ وَعَنْ الْحُبْلَى وَالْمُرْضِعِ

Sesungguhnya Allah meringankan separuh shalat dari musafir, juga puasa dari wanita hamil dan menyusui.” (Diriwayatkan oleh yang lima)

[Tuhfatul Ikhwan bi Ajwibah Muhimmah Tata’alluq bi Arkanil Islam, hal. 171]

Sumber http://www.muslim.or.id (link)

Breastfeeding brings great benefits. Allaah has enjoined breastfeeding in His Book, when He said (interpretation of the meaning): 

“The mothers shall give suck to their children for two whole years, (that is) for those (parents) who desire to complete the term of suckling” [al-Baqarah 2:233]

So Allaah has stated the child’s right to be breastfed. 

Fourteen hundred years after this verse was revealed, international organizations such as the World Health Organization have issued statement after statement calling on mothers to breastfeed their children, whereas Islam enjoined that fourteen centuries ago. 

islamqa.info: Ruling on breastfeeding and the wisdom behind it

Puasa wajib hukumnya bagi umat Islam yang telah memenuhi persyaratan berpuasa. Puasa merupakan Perintah Allah. Allah juga Memberikan perintah kepada para ibu menyusui untuk menyempurnakan penyusuan, dan suami memberikan dukungan menyusui. Alhamdulillah diantara kemudahan dalam Islam adalah memberikan ibu hamil dan ibu menyusui keringanan untuk tidak berpuasa jika tidak mampu atau khawatir anaknya menjadi sakit. Terkait tata cara mengganti berpuasa silakan konsultasikan kepada Ustadz berkompeten.

Lalu bagaimana jika ibu ingin mencoba berpuasa?

  • Ibu luruskan niat dan persiapkan dengan baik jauh-jauh hari sebelum Ramadhan.
  • Wajib pantau serta prioritaskan kondisi kesehatan bayi, terkadang ibu bisa saja kuat namun bayi tidak kuat diajak berpuasa. 
  • Upayakan ikhtiar menjaga kesehatan ibu sebaik mungkin dengan makan, minum dan istirahat cukup.
  • Isi bulan Ramadhan dengan kegiatan ringan penuh manfaat, fokus beribadah dan tetap menyusui bayi secara langsung.
  • Berdoa memohon kekuatan dan kemudahan kepada Allah.

Kekuatan masing-masing ibu berbeda. Ibu lain kuat, anda belum tentu bisa. Anda kuat, ibu lain belum tentu mampu. Luruskan niat dan lihat ke dalam diri sendiri. Jangan paksakan diri untuk berpuasa jika memang tidak mampu apalagi hingga ibu atau bayi sakit. Puasa merupakan salah satu ibadah untuk melatih pengendalian diri, bukan untuk bersaing unjuk kekuatan di mata manusia lainnya. 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

1 thought on “Tips Puasa Saat Menyusui”

  1. Alhamdulillah, ku masih mampu berpuasa meskipon menyusukan. Tapi andai kata tak bangun sahur, maka memang terpaksa ku berbuka puasa. Hampir pitam jika menyusukan dan berpuasa tanpa sahur.

    Artikel terkini….Tips Banyakkan Susu Ibu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s