Payudara Penuh, Payudara Bengkak dan Payudara Sakit

Permasalahan pada payudara merupakan salah satu komplikasi menyusui yang sering ditemui di klinik laktasi.

Payudara Penuh (Breast Fullness)

Payudara penuh ini merupakan bagian yang normal dari proses fisiologi produksi ASI oleh payudara. Penyebabnya adalah peningkatan pasokan darah juga pengaruh perubahan hormon setelah ibu melahirkan. Pada kondisi ini ibu merasa tidak nyaman sebab payudara terasa berat, panas dan keras. ASI masih bisa keluar dan badan tidak demam. Bagi banyak ibu ini merupakan tanda “ASI sudah ada”. Lakukan menyusui segera setelah bayi lahir dengan memastikan posisi dan pelekatan baik supaya aliran ASI lancar sehingga ibu merasa nyaman.

Payudara Bengkak (Engorgement)

Payudara penuh yang tidak dimanajemen dengan baik bisa memburuk menjadi payudara bengkak. Payudara bengkak terasa sangat sakit karena payudara membengkak, tampak udema, puting serta areola kencang, kulit mengkilat dan bisa tampak memerah. Seluruh payudara mengencang dan sakit. Payudara sulit untuk dipencet/ditekan, terasa keras. Bila diperiksa/dihisap ASI sulit keluar. Ibu biasanya mengalami demam jika tidak teratasi dalam 24 jam.

Penyebab payudara bengkak adalah ibu tidak mengeluarkan ASI secara efektif. Penyebab yang sering menimbulkan payudara bengkak antara lain:

Faktor ibu, antara lain:

  • Posisi dan perlekatan ketika menyusui bayi tidak baik.
  • Memberikan bayinya suplementasi PASI dan empeng/dot.
  • Membatasi penyusuan dan jarang menyusui bayi.
  • Terpisah dari bayi dan tidak mengosongkan payudara dengan efektif.
  • Mendadak menyapih bayi.
  • Payudara tidak normal, misalnya terdapat saluran ASI yang tersumbat.
  • Ibu stres.
  • Ibu kecapekan.

Faktor bayi, antara lain:

  • Bayi menyusu tidak efektif
  • Bayi sakit, misalnya jaundice/bayi kuning
  • Menggunakan pacifier (dot/empeng)
  • Bayi terlahir dengan kondisi khusus yang memerlukan bantuan teknik menyusui yang belum ibu ketahui.

TERAPI UTAMA:

  • Teruskan menyusui bayi dengan baik
  • Keluarkan ASI dengan efektif dari payudara
  • Atasi faktor penyebab
  • Segera periksa ke dokter dan minta pendampingan konselor menyusui

payudara bengkak

Komplikasi payudara bengkak

Payudara bengkak yang tidak diatasi dengan baik bisa mengakibatkan beberapa komplikasi berikut ini:

  • Bayi sulit melekat pada payudara yang keras
  • Puting nyeri
  • ASI sulit keluar sehingga bayi kekurangan ASI
  • ASI sulit keluar secara efisien sehingga banyak ASI yang masih tertinggal di payudara, akibatnya lama-kelamaan produksi ASI bisa menurun
  • Kerusakan sel-sel alveoli pembuat ASI
  • Stasis ASI di payudara hingga menyebabkan sumbatan saluran ASI
  • Mastitis dan jika tidak teratasi bisa berkembang menjadi abses payudara. Mastitis merupakan peradangan jaringan payudara. Abses merupakan adanya pengumpulan nanah di payudara.
  • Ibu kesakitan sehingga menjadi menurun motivasinya untuk terus menyusui bayi.

Tips Menyusui Bayi

Kondisi payudara sakit ini memang membuat ibu tidak nyaman bahkan kesakitan. Cara mengobati payudara sakit pada ibu menyusui adalah dengan tidak mengistirahatkan payudara. Jadi, ibu harus tetap menyusui atau memerah ASI. Menyusui tanpa dibatasi mengikuti tanda tubuh bayi. Pastikan posisi dan pelekatan menyusui baik. Amati tanda kecukupan asupan ASI pada bayi. Jika terpisah dari bayi maka ibu harus memerah ASI dengan disiplin. Jangan lupa untuk makan, minum dan istirahat yang cukup. 

Menyusui pada payudara bengkak juga terasa tidak nyaman. Ibu bisa memerah ASI sebentar sekedar untuk mengurangi bengkak sehingga bayi mudah melekat dan lancar menyusu di payudara. Ibu bisa melakukan pijatan lembut khusus laktasi yang nyaman di payudara. Minta suami melakukan pijatan punggung supaya oksitosin lancar. Mandi berendam pakai air hangat atau pancuran air hangat. Kompres hangat di bahu, punggung dan dada di atas payudara (jangan di payudara sebab kompres hangat di payudara terkadang bisa membuat payudara makin terasa panas) sebelum ibu menyusui atau memerah ASI. Kompres dingin setelah menyusui.

Segera periksa ke dokter yang pro-ASI. Dokter akan meresepkan obat penghilang rasa nyeri yang bisa diminum sebelum menyusui bayi. Dokter juga akan memberikan obat lain sesuai hasil pemeriksaan. Minum obat sesuai petunjuk dari dokter. Sampaikan ke dokter bahwa ibu ingin tetap menyusui bayi sehingga dokter akan memilihkan obat yang aman bagi ibu menyusui. Selalu jalin komunikasi yang baik dengan dokter supaya kondisi payudara segera pulih dan ibu tetap lancar menyusui.

Gambar: contoh mastitis

Mastitis2

Pencegahan merupakan prioritas utama untuk mengatasi payudara bengkak dan seluruh komplikasi menyusui karena menyusui itu mudah dan tidak menyakitkan. Ikuti kelas edukASI prenatal dan berkunjung ke konselor menyusui saat hamil sehingga ibu sudah siap ilmu menyusui ketika bayi lahir. Segera periksa ke dokter dan minta pendampingan konselor menyusui

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

 

1 reply

  1. Assalammualaikum,
    Saya ingin tanya, mengenai gangguan yang sering saya rasakan, saat saya menyusui bayi saya kenapa sering kali badan saya terasa seperti panas dingin, terkadang sampai membuat saya menjadi menggigil,,, dalu di awal kelahiran anak saya memang terjadi masalah tersebut sempat beberapa bulan menhilang, sekarang usia anak saya sudah 4 bulan dan masalah itu muncul kembali,
    Mohon penjelasan dan solusi mengenai keluhan saya ini,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s