Efek Media Bagi Anak Usia Sekolah

Anak usia sekolah telah mampu mengikuti alur cerita sederhana dan memahami keterkaitan antar-kejadian dalam cerita. Namun anak tetap masih cenderung menangkap nilai yang dilihat daripada mempertanyakan apa yang sedang dilihat di TV.

Anak usia sekolah ini rentan terhadap gambaran yang diberikan oleh media. Mereka akan meniru dan menjadikan tokoh tersebut sebagai panutan. Anak akan meniru perilaku dan sikap karakter yang mereka lihat. Anak juga masih rentan ketakutan terhadap gambaran menakutkan di TV. Tayangan pemberitaan di TV jauh lebih menakutkan karena anak usia sekolah sudah mengetahui bahwa tayangan di berita itu nyata tidak seperti dalam film. Lebih sulitnya lagi tayangan berita ini sulit untuk dimonitor dan dirating, sehingga orang tua juga harus waspada terhadap efek tayangan berita bagi anak.

Efek tayangan iklan bagi anak:

Iklan di TV dan emdia elektronik sering menjadikan anak usia sekolah sebagai target pemasaran. Pengaruhnya bisa buruk sekali karena sering membuat anak tidak bahagia, tidak puas dan minder dengan keadaan mereka. Gambaran cantik, ganteng serta hal-hal lain yang dimasukkan melalui iklan bisa sangat merusak persepsi anak-anak tentang diri mereka. Video klip pun juga bisa mengandung iklan. Anak sering ingin minum minuman yang sedang diminum dan memakai pakaian yang digunakan oleh pemeran.

Penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak menggunakan media akan mengakibatkan gangguan perhatian, kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolah, gangguan tidur, gangguan makan dan obesitas. Sebagai tambahan, internet dan telepon seluler dapat menjadi pintu gerbang anak berperilaku yang berisiko dan berbahaya.

Tayangan TV dan media elektronik bisa mempengaruhi tindak kekerasan, agresifitas, seksualitas, pencapaian akademik, konsep tubuh dan gambaran diri, gaya hidup dalam hal asupan makanan bergizi, cara diet, obesitas, pola kekerasan serta penyalahgunaan zat (rokok, alkohol hingga obat terlarang). Sehingga orang tua harus waspada terhadap pengaruh media bagi anak.

Untuk mengajarkan kebiasaan menonton televisi yang baik dan lebih produktif, orang tua sebaiknya:

  1. Membatasi jam menonton:
  • Sediakan media hiburan lain selain media elektronik seperti majalah, buku, kertas, krayon, permainan papan (halma, catur, monopoli, dll)
  • Jangan letakkan TV dan media elektronik dari kamar tidur.
  • Matikan TV saat jam makan.
  • Jangan biarkan anak menonton TV saat mengerjakan PR.
  • Berikan TV sebagai hak istimewa/hadiah, bukan hak asasi. Buat peraturan menonton TV di keluarga seperti boleh menonton TV setelah PR dan tugas harian di rumah selesai dikerjakan.
  1. Buat hari tanpa TV
  2. Orang tua memberi contoh dengan membatasi menonton TV
  3. Cek program TV yang bisa ditonton untuk sekeluarga bersama. Pilih program edukatif.
  4. Lihat keterangan program sebelum anak menontonnya.
  5. Buat daftar program acara yang disetujui untuk ditonton sehingga sekeluarga mengetahuinya. Pastikan TV dimatikan setelah program selesai.
  6. Lihat TV bersama
  7. Mendiskusikan acara bersama
  8. Diskusikan media-edukasi bersama orang tua lain, guru dan dokter
  9. Berikan kegiatan alternatif lain yang menyenangkan selain menonton TV: bermain di luar rumah, membaca, bermain kreatif, menekuni hobi, bermain permainan papan, dll.

Sebagai manusia modern tidak bisa dipungkiri bahwa kita sangat menikmati dimanjakan oleh teknologi. Begitu juga anak. Teknologi media yang semakin maju menjadi pilihan bagi orang tua untuk membantu mengasuh anak. Efeknya pada beberapa kasus media terlalu berhasil mengasuh anak menjadi sangat ketergantungan dan terpengaruh dengan media yang ada. Ada efek baik, namun tidak bisa diabaikan bahwa ada banyak efek buruk media bagi anak.

Anak-anak usia sekolah ini masih rentan terhadap pengaruh negatif dari media sehingga orang tua harus membantu mereka memilih tayangan dan program yang bermanfaat bagi usia ini. Batasi jam anak boleh menonton. Dorong anak untuk bermain dan terlibat dalam pengurusan kegiatan di rumah sehari-hari. Jangan sampai efek media terhadap anak usia sekolah kita ini menjadi kebablasan.

permainan tradisional

Sebelumnya: Efek Media Bagi Anak Usia Prasekolah

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s