Efek Media Bagi Anak Usia Pra-sekolah

Anak usia prasekolah merupakan kelompok umur anak yang sangat gemar bereksplorasi di lingkungan. Bagi mereka dunia merupakan tempat berpetualang dan bereksperiman tanpa batas. Daya kreatifitasnya sedang sangat berkembang. Menonton TV dan menikmati media elektronik lainnya akan menyita perhatian serta waktu belajar mereka untuk mengeksplorasi dunia. Saat menonton TV secara umum batita akan:

  • Fokus terhadap gambaran visual yang ditayangkan di TV meskipun mereka tidak paham terhadap alur ceritanya
  • Menyukai kartun dan menganggap bahwa tayangan kartun itu dibuat untuk anak kecil – padahal ada banyak kartun yang dibuat bagi segmen penonton dewasa
  • Belum bisa membedakan antara khayalan dan kenyataan, bergantung pada bagaimana khayalan dipresentasikan dalam alur cerita
  • Tidak bisa mengerti tentang sorot-balik serta imajinasi
  • Belum mengerti tentang sentuhan teknologi digital seperti photoshopping sehingga mereka berpikir bahwa tontonan yang mereka lihat itu nyata – anak akan berpikir bahwa superman memang bisa terbang
  • Belum mengerti apa maksud tujuan iklan

Balita rentan terhadap gambaran tayangan sesuatu yang menakutkan. Gambaran tentang monster, binatang yang mengerikan atau wajah yang mengerikan akan tetap tinggal dalam ingatan mereka untuk jangka waktu yang panjang. Hal ini -di luar pesan moral yang akan diberikan melalui karakter atau kisah cerita yang dilihat- akan memberikan dampak yang buruk bagi anak. Anak kecil juga akan ketakutan ketika tokoh yang normal mengalami perubahan menjadi tokoh yang mengerikan. Trauma ketakutan ini akan bisa menghantuinya hingga kelak dia dewasa.

Anak kecil akan meniru apa yang mereka tonton dan ini akan menimbulkan permasalahan ketika mereka menonton tindak kekerasan. Tontonan yang seksi seperti dalam video klip dan tarian musik akan mempengaruhi perilaku serta selera anak. Saat ini banyak anak yang mulai meninggalkan lagu kanak-kanak dan gemar menikmati lagu dewasa sebelum waktunya. Selera pakaian bahkan kosmetik juga bergeser cenderung dewasa.

Pengaruh tayangan iklan bagi anak:

Anak-anak kecil ini rentan terhadap pengaruh iklan. Mereka tidak mengerti maksud iklan yang mereka lihat namun mereka terpengaruh dengan pesona gambar yang berwarna-warni, gerakan yang gesit dan musik latar yang ceria. Anak mulai bisa mengenali merek dan logo. Mereka mengasosiasikan merek dan logo tersebut dengan kebahagiaan dan kegembiraan yang digambarkan oleh iklan. Sehingga lambat laun mereka diarahkan untuk konsumtif.

AAP merekomendasikan untuk membatasi anak menonton TV dan di depan media layar kaca ini hanya sekitar 1 hingga 2 jam dalam sehari. Orang tua harus mendampingi dan memastikan acara yang dikonsumsi anak layak tonton dan edukatif. Orang tua memang sulit untuk menghindari paparan media pada anak usia prasekolah ini, namun kita tetap bisa mengontrol tayangan yang dikonsumsi anak. Usahakan anak tetap seimbang dalam beraktivitas, termasuk kegiatan bermain bebas dan di luar ruangan.

fun learning

Berikutnya: Efek Media Bagi Anak Usia Sekolah

Sebelumnya: Efek TV Bagi Anak Batita

 

 

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s