Ketika Anak Demam

Sebagian besar orang tua akan panik ketika mendapati anaknya demam, teraba panas, memerah dan berkeringat. Namun sebenarnya demam bukan penyakit yang menakutkan. Gejala dan tanda demam bisa menyertai saat tubuh sedang berjuang melawan suatu penyakit atau infeksi. Demam secara umum biasanya tidak berbahaya. Faktanya demam justru sebagai petanda sistem pertahanan tubuh anak sedang bekerja dan tubuh sedang berusaha untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Hal yang harus menjadi fokus lebih lanjut adalah mencari tahu penyebab demam.

Pengobatan demam ditujukan bukan untuk menghilangkan demam, namun membuat anak merasa nyaman atau meredakan rasa sakit yang mungkin mereka rasakan serta mengatasi penyebab utamanya.

Tentang Demam

Suhu tubuh manusia diatur oleh sebuah organ yang terletak di dalam otak, yaitu hipothalamus. Hipothalamus –dalam kondisi normal- senantiasa menjaga suhu tubuh untuk tetap di kisaran suhu 37 °C (98,6 °F). Untuk tetap di angka suhu 37 °C maka hipothalamus akan mengirimkan sinyal perintah ke seluruh organ tubuh untuk bekerja samamenjaga suhu sesuai perintah hipothalamus.
2014-05-25-15-54-06 sumber gambar http://www.kidshealth.org

Demam adalah kondisi dimana suhu tubuh lebih tinggi daripada nilai normal suhu tubuh. Demam terjadi jika hipothalamus -organ thermostat internal tubuh- ini mereset suhu di atas level suhu normal sebagai respons terhadap stimulus infeksi, penyakit atau penyebab lain. Penelitian membuktikan bahwa peningkatan suhu tubuh akan memudahkan tubuh dalam melawan kuman penyebab infeksi.

Suhu tubuh normal bervariasi sesuai usia, status kesehatan secara umum, tingkatan aktivitas dan waktu harian. Bayi cenderung memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi daripada anak yang lebih besar. Suhu tubuh manusia lebih tinggi di petang hari serta awal malam. Baju yang digunakan oleh seseorang pun juga bisa mempengaruhi suhu tubuhnya.

Suhu tubuh normal rata-rata 37 °C (98,6 °F), suhu normal tubuh berkisar antara 36,4 °C (97,5 °F) dan 37,5 °C (99,5 °F). Sebagian besar dokter anak menganggap bahwa suhu 38 °C (100,4 °F) atau lebih adalah demam.

Cara Mengukur Suhu Tubuh

Memastikan anak demam paling tepat menggunakan termometer. Ada berbagai jenis termometer yaitu termometer raksa, digital, strip plastik, empeng, timpani dan temporal. Saat ini termometer yang disarankan adalah termometer digital. Termometer digital bisa digunakan untuk mengukur suhu melalui:

    • Oral: masukkan ujung termometer di dalam rongga mulut di bawah pangkal lidah.
    • Rectal: masukkan ujung termometer 1,25 – 2,5 cm dari mulut anus hingga ujung termometer masuk ke rectum. Gunakan jelly untuk pelumas. Stop jika ibu merasa ada tahanan ketika memasukkan termometer.
    • Axilla: tempatkan ujung termometer di sudut ketiak.

2014-05-24-13-57-042014-05-24-13-57-222014-05-24-13-57-45 sumber gambar http://www.patiented.aap.org

Pastikan termometer tidak tertukar dan dalam kondisi bersih saat digunakan. Pengukuran suhu di dalam mulut dan ketiak selama 1 menit.

Pengukuran suhu melalui rectal ini disarankan bagi anak umur kurang dari 3 bulan. Untuk anak umur 3 bulan hingga 4 tahun bisa melalui rectal, telinga atau ketiak. Untuk anak umur 4 tahun ke atas jika anak kooperatif bisa melalui rongga mulut. Selalu dampingi anak ketika proses pengambilan suhu. Jangan ukur suhu setelah anak mandi atau berselimut tebal.

Anak dikatakan demam jika:

  • Pengukuran suhu dengan termometer di rongga mulut menunjukkan suhu di atas 37,5 °C (99,5 °F)
  • Pengukuran suhu dengan termometer di dalam anus menunjukkan suhu di atas 38 °C (100,4 °F)
  • Pengukuran suhu dengan termometer di ketiak menunjukkan suhu di atas 37,2 °C (99 °F)

mengukur suhu tubuh

Penyebab Demam

Demam merupakan reaksi tubuh atas berbagai penyebab, seperti:

  • Infeksi: demam membuat mekanisme perlawanan kuman penyakit menjadi lebih mudah.
  • Memakai baju terlalu tebal: memakaikan baju terlalu tebal atau berada di lingkungan yang panas akan membuat tubuhnya tidak meregulasi suhu sehingga suhu tubuhnya menjadi meningkat. Terutama pada bayi juga anak-anak. Namun demikian sebaiknya semua bayi baru lahir dibawa ke dokter jika mengalami demam dengan penyebab apapun.
  • Imunisasi: imunisasi bisa menyebabkan demam

Tumbuh gigi memang bisa meningkatkan suhu tubuh, namun biasanya tidak lebih dari 37,8 °C (100 °F). Demam tinggi bukan sebagai petanda infeksi bakteri karena infeksi virus sekalipun bisa demam tinggi sehingga antibiotik bukan sebagai obat penghilang demam karena antibiotik merupakan obat infeksi bakteri.

Tanda dan Gejala Demam

Saat demam anak bisa terasa hangat, panas, tampak kemerahan atau lebih berkeringat daripada biasanya. Anak juga merasa lebih haus dari biasanya. Anak yang lebih kecil akan menjadi rewel.

Beberapa anak tidak mengeluhkan apa-apa meski sedang demam. Namun demikian, beberapa akan menunjukkan gejala sesuai penyakit yang menyebabkan demam. Anak mungkin mengeluhkan tanda sakit telinga, sakit menelan, ruam kulit atau sakit perut. Tanda yang diberikan bisa menjadi kunci untuk mengetahui penyakit yang diderita anak.

Ketika anak demam

Kapan Periksa ke Dokter

Hal yang paling penting saat anak demam adalah memastikan anak nyaman dan mau minum banyak supaya kecukupan cairannya tetap terjaga, juga monitor tanda dan gejala penyakit yang serius. Jika anak tetap mau bermain dan berinteraksi dengan baik setelah meminum obat pereda gejala maka ini adalah petanda yang baik.

Anak kemungkinan masih baik, ketika:

  • Masih semangat bermain
  • Masih mau makan dan minum dengan baik
  • Masih sadar, waspada dan bisa merespons tersenyum
  • Warna kulit masih normal seperti biasa
  • Anak sehat dan aktif seperti sedia kala ketika demam telah reda

Segera hubungi dokter saat anak anda demam dan disertai salah satu atau lebih gejala berikut ini:

  • Tampak sangat kesakitan, lemah tidak seperti biasanya atau sangat rewel
  • Anak malas minum (atau menyusu) atau terlalu lemah hingga tidak mampu minum
  • Disertai gejala muntah atau diare terus-menerus
  • Telah berada di tempat yang sangat panas seperti mobil yang terlalu panas
  • Memiliki gejala seperti kekakuan leher, nyeri kepala hebat, nyeri tenggorokan berat, nyeri telinga berat, ruam yang tidak jelas asalnya, muntah atau diare berulang
  • Memiliki riwayat gangguan sistem imunitas tubuh seperti sickle cell disease, kanker, pengobatan dengan steroid atau obat lain yang melemahkan sistem imunitas anak
  • Anak kejang
  • Umur anak kurang dari 3 bulan (12 minggu) dan memiliki suhu 38 °C (100,4 °F) atau lebih
  • Suhu tubuh di atas 39 °C (102,2 °F)
  • Suhu tubuh berkecenderungan terus meningkat di atas 38 °C (104 °F)
  • Anak mengalami kesulitan bernafas, nafas lebih cepat dibandingkan normal dan bernafas cepat meskipun demam telah reda.

Juga segera hubungi dokter jika

  • Anak tampak tetap sakit atau lemah meski demam sudah reda
  • Anak semakin memburuk
  • Demam menetap lebih dari 24 jam pada anak usia kurang dari 2 tahun
  • Demam menetap lebih dari 3 hari (72 jam) pada anak usia lebih dari 2 tahun

Segera bawa anak ke UGD jika:

  • Menangis terus-menerus
  • Sangat rewel
  • Lemah dan sulit berjalan
  • Ruam atau bintik-bintik di kulit
  • Bibir, lidah dan kuku kebiruan
  • Ubun-ubun bayi tampak cembung atau cekung
  • Leher kaku
  • Nyeri kepala hebat
  • Anak tidak mau bergerak
  • Sulit bernafas
  • Kejang
  • Nyeri perut

Mengobati Anak Demam

Pada saat anak demam yang penting harus dilakukan adalah melakukan monitor kondisi anak. Perhatikan perilaku anak. Jika anak masih mau makan, minum, tidur seperti biasanya serta tetap mau beraktivitas seperti bermain maka ini merupakan petanda yang baik dan anak bisa terus dimonitor. Segera berikan obat penurun panas jika anak demam dan berumur kurang dari 6 bulan. Berikan obat penurun panas jika anak demam dan mengeluh kesakitan.

Cara membuat anak merasa nyaman ketika demam:

  • Jaga suhu ruangan supaya tetap nyaman
  • Berikan baju yang tipis, ringan dan menyerap keringat
  • Pastikan anak mau banyak minum cairan seperti air putih, jus yang sudah diencerkan atau pada anak yang disertai diare dan muntah bisa diberikan larutan elektrolit yang bisa dibeli di toko-toko terdekat.
  • Pastikan anak istirahat yang cukup, jangan sampai kecapekan
  • Dorong beri semangat anak untuk makan, jangan paksa anak untuk makan. Anak yang sakit bisa berkurang nafsu makannya karena kuman penyebab penyakit mengeluarkan zat yang membuat anak tidak nafsu makan. Pastikan anak cukup minum sehingga tetap kencing dengan baik meskipun anak hanya mau makan sedikit.
  • Berikan obat penurun panas bila perlu.

Pilihan obat penurun panas pada anak biasanya Parasetamol (acetaminophen) 10 – 15 mg/kg BB/kali yang bisa diberikan setiap 6 jam – 8 jam bila diperlukan. Jangan memberikan parasetamol lebih dari 5 kali sehari.

Ibuprofen juga bisa sebagai obat penurun panas dan pengurang rasa nyeri. Boleh diberikan pada anak yang berumur di atas 6 bulan. Dosis pemberian 5 – 10 mg/kg BB/kali yang bisa diberikan setiap 6 jam – 8 jam dalam bila diperlukan.

Jangan memberikan anak Aspirin karena sangat berbahaya.
Pemberian obat penurun panas akan membuat demam turun, namun bukan berarti suhu tubuh akan menjadi seperti normal. Demam masih akan bisa kembali dengan suhu tubuh naik lagi ketika penyebab penyakit masih ada.

Cara memberikan obat misalnya:

Faiz memiliki berat 12 kg:

Dosis obat yang diperlukan 10 mg x 12 = 120 mg

Ummi Faiz punya sirup Parasetamol sediaan 120 mg/5 mL sehingga tiap 1 mL sirup terdapat 24 mg parasetamol. Maka Ummi harus memberikan sirup sebanyak 5 mL supaya dosis parasetamol yang terminum 120 mg. Berikan sirup dengan sendok takar jangan dengan sendok makan.

Pastikan:

  • Simpan obat di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak.
  • Gunakan obat sesuai dosis, frekuensi dan petunjuk pemberian.
  • Jangan berikan obat orang dewasa untuk anak.
  • Tanyakan pada dokter jika ada hal yang belum dimengerti.
  • Segera bawa ke RS jika anak menerima dosis berlebih.

Jangan lakukan:

  • Kompres dingin

Air dingin atau air es akan membuat pori-pori kulit tertutup sehingga suhu tubuh semakin naik dan anak semakin merasa tidak nyaman bahkan kesakitan.

  • Kompres alkohol

Alkohol akan membuat anak keracunan juga menurunkan kadar gula darah sehingga bisa mengalami koma.

Kompres hangat atau berendam sebentar di air hangat suam-suam kuku (suhu 40 °C) boleh dilakukan meski penelitian tidak membuktikan jika hal ini bisa membuat anak lebih nyaman dari demam atau penyakitnya. Terkadang air hangat dalam bak mandi atau kain pengompres akan cepat dingin sehingga justru akan membuat anak makin tidak nyaman. Solusinya kompres dan basuh tubuh anak dengan air hangat sebentar. Juga segera ganti jika air di kain pengompres menjadi dingin. Jika anak merasa tidak nyaman atau merasa semakin sakit maka tidak perlu dipaksakan untuk dikompres atau berendam air hangat.

Kejang Saat Demam

Demam dapat mengakibatkan kejang pada anak yang berumur kurang dari 6 tahun. Kejang demam memang menakutkan, namun terkadang tidak membahayakan. Selama kejang anak akan tampak aneh hingga beberapa menit, tubuhnya bergoncang kemudian kaku, gemetar atau matanya juling. Kulitnya bisa berubah warna atau menjadi kebiruan. Jika ini terjadi:

  • Tempatkan anak di tempat yang datar dan aman seperti lantai atau kasur, jauhkan dari benda yang tajam atau keras
  • Putar kepalanya ke samping supaya ludah atau muntahan bisa mengalir keluar dari mulutnya
  • Jangan masukkan benda apapun ke dalam mulutnya, termasuk jari atau sendok
  • Hubungi dokter anda

Dokter mungkin ingin memeriksa anak setelah kejang atau kejang pertama yang dialami anak. Penting untuk mencari tahu apakah penyebab kejang demam anak. Parasetamol atau ibuprofen tidak bisa mencegah kejadian kejang demam.

Pencegahan Demam

Demam sering tidak bisa dihindari, terutama pada masa kanak-kanak. Anak akan lebih rewel ketika demam. Kunci penanganannya adalah membuat anak tetap nyaman hingga demam terlewati dan mendapatkan penanganan medis bila perlu. Dan, ketika anak tidak demam namun anak tampak sakit tidak seperti biasanya pun sebaiknya anak segera dibawa ke dokter. Selalu jaga kontak dengan dokter anda sehingga anda tidak panik ketika anak demam.

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s