Ayo Memasak: Memilih Bahan Makanan

Memasak adalah kegiatan yang menyenangkan. Selain bikin kenyang juga bisa sebagai sarana untuk menyalurkan hobi. Memasak sendiri di rumah selain hemat juga sehat. Sebelum memasak kita harus berbelanja bahan makanan. Bahan makanan yang sehat dan aman adalah investasi kesehatan yang menguntungkan.
ayo memasak

Sumber ketidakamanan pangan dapat berasal dari berbagai cemaran, baik yang merupakan cemaran biologis, cemaran kimia, maupun cemaran fisik. Selain berbagai cemaran tersebut, pangan juga dapat menjadi tidak aman karena kondisi bahan baku, bahan tambahan, dan peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan pangan. Sementara itu, lingkungan dan penjamah yang terlibat dalam proses pengelolaan pangan juga dapat turut berperan serta dalam menentukan kondisi keamanan pangan tersebut.

1. Cemaran biologis
Cemaran biologis pada umumnya disebabkan oleh rendahnya kondisi higiene dan sanitasi. Contoh cemaran biologis yang umum mencemari makanan, adalah :
a.Salmonella pada unggas: bakteri Salmonella dapat ditularkan dari kulit telur yang kotor
b.Escherichia coli O157-H7: bakteri E. coli bisa mencemari sayuran, buah, daging
c.Clostridium perfringens: bakteri C. perfringens ini bisa mencemari umbi-umbian
d.Lysteria monocytogenes: biasanya mencemari makanan beku

Proses pencemaran biologis ini bisa terjadi saat penyimpanan bahan makanan mentah, pengolahan, pemasakan, penyimpanan masakan matang ataupun pengemasan makanan matang.

2. Cemaran kimiawi
Cemaran kimiawi ini bisa berasal dari lingkungan yang tercemar bahan limbah industri, radiasi ataupun penyalahgunaan bahan kimia dalam pengolahan bahan makanan. Selain itu bisa juga berasal dari bahan kimia beracun yang terdapat dalam bahan makanan itu sendiri. Contoh cemaran kimia:
a.Penggunaan boraks, formalin, pewarna tekstil
b.Singkong dan kentang kehijauan dicurigai mengandung sianida
c.Ikan buntal mengandung racun tetradoksin
d.Ikan buntal mengandung tetradotoksin
e.Logam berat seperti merkuri, arsenik, dan timbal dari tinta, kertas fotocopy, koran, dan limbah industri
f.Penyalahgunaan pewarna tekstil untuk makanan
g.Residu pestisida pada sayur dan buah
h.Perpindahan bahan plastik kemasan ke dalam makanan

Cemaran kimia ini dapat berasal dari bahan pangan, BTP, peralatan, lingkungan, bahan kimia, pembasmi hama dan bahan pengemas. Seperti halnya cemaran biologis, cemaran kimia dapat mencemari makanan pada saat pemilihan bahan baku, penyimpanan bahan, persiapan dan pemasakan, pengemasan, penyimpanan makanan jadi, pendistribusian serta pada saat makanan dikonsumsi.

3. Cemaran Fisik
Cemaran fisik dapat berupa: rambut yang berasal dari pengolah makanan yang tidak menutup kepala saat bekerja, potongan kayu, potongan bagian tubuh serangga, pasir, batu, pecahan kaca, isi staples, potongan plastik, dan lainnya.
Cemaran fisik ini dapat berasal dari bahan pangan, dari penjamah makanan (pakaian dan perhiasan), dan dari fasilitas yang tersedia pada saat pengolahan, seperti peralatan yang dipergunakan (alat yang terbuat dari bahan besi), hama, dan lingkungan (dapat diakibatkan dari pembangunan di sekitar pengolahan bahan pangan).
Cemaran fisik ini dapat mencemari makanan pada tahapan : pemilihan, penyimpanan,
persiapan, dan pemasakan bahan pangan, pengemasan, penyimpanan dan pendistribusian makanan matang serta pada saat makanan dikonsumsi.

4. Cemaran Radiasi
Radiasi nuklir sangat berbahaya apabila langsung mengenai tubuh manusia. Di daerah yang terpapar radiasi secara langsung maka efeknya akan turut mengenai segala hal yang ada di sekitar wilayah paparan radiasi misalnya tanaman pertanian, ternak, perikanan, air, maupun yang sudah berupa produk pangan dan bahkan manusia itu sendiri.
Dalam proses pengolahan pangan, radiasi sebenarnya digunakan juga yaitu pada saat
pengemasan. Kegiatan dengan menggunakan teknik radiasi/iradiasi pangan sebenarnya masih diperkenankan jika dilakukan dengan prosedur yang ketat sehingga produk pangan yang dihasilkan tetap aman.

memilih bahan makanan

Cara memilih bahan makanan:
Sayur-mayur, buah-buahan, daging, telur, ikan dan produk laut paling bagus dibeli dalam kondisi masih baru, segar dan baik. Kenali bahan makanan yang masih berkualitas baik. Berikut ini tanda-tanda bahwa bahan makanan tersebut sudah tidak baik:

1. Daging
Daging dan produk olahannya mudah sekali tercemar mikroba. Berikut ini tanda-tanda daging telah rusak:
a.Adanya perubahan bau menjadi tengik atau bau busuk
b.Terbentuknya lendir
c.Adanya perubahan warna
d.Adanya perubahan rasa menjadi asam
e.Tumbuhnya kapang pada bahan/dendeng kering

2. Ikan dan produk hasil laut

Cara memilih ikan yang masih bagus:
•Ikan masih beraroma segar dan sedikit amis, tidak berbau masam, sangat amis atau seperti ada aroma amoniak
•Mata ikan masih agak cembung dan jernih
•Daging atau potongan daging ikan masih kenyal, utuh dan mengkilap
•Insang ikan masih berwarna merah cerah
•Daging ikan kembali ke bentuk semula setelah ditekan jari
•Potongan daging ikan tidak mengalami perubahan warna, tidak menghitam dan tepinya belum mongering

Ciri udang yang masih segar: tubuh udang jernih (tidak buram), mengkilat, tidak bau atau hanya sedikit berbau.

Memilih kerang yang masih bagus:
•Jika ibu membeli kerang yang sudah dikemas maka jangan lupa membaca label yang tertulis dalam kemasan.
•Pilih kerang yang bercangkang utuh, jangan yang retak atau rusak cangkangnya.
•Coba buka cangkang kerang: kerang yang masih segar akan menutup rapat saat kita mencoba membukanya. Jika cangkang mudah terbuka sebaiknya jangan dipilih.

Memilih lobster dan kepiting: lobster dan kepiting sebaiknya dibeli dalam keadaan hidup. Lobster dan kepiting hidup kakinya akan bergerak-gerak. Kaki lobster dan kepiting tidak bisa bergerak jika sudah mati meskipun dalam waktu yang singkat.

Disamping daging, ikan juga rentan sekali rusak oleh serangan mikroba. Tanda-tanda kerusakan ikan karena mikroba adalah:
a.Adanya bau busuk karena gas amonia, sulfida atau senyawa busuk lainnya
b.Terbentuknya lendir pada permukaan ikan
c.Adanya perubahan warna yaitu kulit dan daging ikan menjadi kusam atau pucat
d.Adanya perubahan daging ikan yang tidak kenyal lagi
e.Tumbuhnya kapang pada ikan kering

Jika berbelanja ikan di pasar atau toko selalu pilih ikan yang didinginkan di kulkas atau di atas papan es atau dengan es yang masih utuh.

Memilih produk olahan ikan, daging atau ayam dalam kemasan-beku:
•Jika membeli olahan yang dibekukan selalu cek kemasan, tanggal kadaluarsa juga tanda penyimpanan suhu.
•Jangan membeli produk yang sudah terbuka atau kemasan rusak
•Jangan beli produk yang terletak di atas garis-batas pembekuan di lemari pembeku (freezer)
•Jangan membeli produk yang terdapat es di dalamnya karena itu menandakan produk sudah disimpan dalam waktu lama atau pernah mencair atau dibekukan-ulang.

3. Sayur dan buah

Sayur-mayur dan buah-buahan merupakan produk yang mudah rusak. Tanda-tanda sayur dan buah telah rusak:
a.Menjadi memar karena benturan fisik
b.Menjadi layu karena penguapan air
c.Timbulnya noda-noda warna karena spora kapang yang tumbuh pada permukaannya
d.Timbulnya bau alkohol atau rasa asam
e.Menjadi lunak karena sayuran dan buah-buahan menjadi berair

Jika membeli produk sayuran dan buah-buahan sebaiknya beli yang dalam kondisi segar, terlindungi dari panas matahari dan masih bagus. Terutama jika akan dikonsumsi dalam keadaan mentah.

4. Biji-bijan, kacang-kacangan dan umbi-umbian
Meskipun sudah dikeringkan, biji-bijian, kacang-kacangan dan umbi-umbian dapat menjadi rusak jika pengeringannya tidak cukup atau kondisi penyimpanannya salah, misalnya suhu tinggi atau terlalu lembab.
Tanda kerusakan pada biji-bijian, kacang-kacangan dan umbi-umbian adalah adanya perubahan warna dan timbulnya bintik-bintik berwarna karena pertumbuhan kapang pada permukaannya.

5. Telur
Saat membeli telur pastikan memilih cangkang telur yang masih utuh. Jangan yang retak apalagi pecah. Telur sangat mudah terkontaminasi bakteri. Segera simpan telur di lemari es dan gunakan dalam waktu 3 minggu.

memilih bahan makanan_2

Saat membeli pisahkan antara daging, ikan dan bahan sayur mayur dalam kemasan yang terpisah. Segera simpan bahan makanan di tempat yang bersih dan aman. Memilih bahan makanan yang baik dan berkualitas akan membuat hidangan ibu tidak hanya sehat namun juga lezat. Budaya memasak makanan sehat adalah gaya hidup yang baik bagi keluarga sehat.

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s