Hati-Hati Nanti Bau Tangan Loh!

“Kok bayinya sering digendong sih? Ati-ati ntar bau tangan loh!”

“Bayi itu jangan sering-sering digendong… ntar susah loh kalo udah bau tangan!”

Sering dengar seseorang atau bwanyak orang bilang kalimat seperti di atas?

Katanya nih katanya bayi tidak boleh digendong, nanti bau tangan. Kalau udah ketagihan bau tangan ntar susah, apalagi kalau bayinya tambah gendut aahhh pegel deh ntar tangan ibunya. Bayi yang sering digendong, dikit-dikit diangkat katanya nanti jadi anak yang manja.

Aiiiihhhhh… Sekarang sudah jaman millenium, masak sih masih ketipu dengan istilah “bau tangani”?

Faktanya bayi tidak menjadi anak yang manja plus bau tangan dengan sering digendong, dipeluk dan disusui. Penelitian menunjukkan bayi yang sering dipeluk, dibuai dalam gendongan yang hangat dan direspons dengan cepat saat rewel akan menjadi jarang menangis. Orang tua akan mampu belajar tanda komunikasi bayi dengan lebih cepat dengan dekat dengan bayinya. Wajar jika bayi kecil sering membutuhkan pelukan hangat ibunya, sebagaimana seringnya dia membutuhkan makan. Hal ini bukanlah sesuatu yang membutuhkan manipulasi dan pendisiplinan yang tidak perlu.

Gendong bayi

Di bulan-bulan pertama ini bayi sedang mulai mengenal seperti apakah dunia itu. Jika saat bayi menangis dan dia menemukan ada orang yang menenangkannya, menggendongnya, memeluknya, membuainya, mendekapnya, menciumnya serta mengajaknya bermain maka bayi akan berpikir bahwa dunia ini tempat yang aman dan menyenangkan.

Di sisi lain, jika bayi menangis dan dia tidak dipedulikan, tidak ada yang mau membuainya dalam pelukan yang hangat serta mengajaknya bermain maka bayi akan berpikir bahwa dunia ini tempat yang tidak menyenangkan. Bayi akan tumbuh menjadi pribadi yang merasa tidak aman dengan dunianya.

Bayi terlahir dengan sifat bawaan yang berbeda-beda. Ketika dia menangis dan ada orang yang menenangkannya maka bayi akan lebih jarang rewel dan menangis. Anak yang tumbuh dengan rasa aman dan nyaman akan menjadi pribadi yang sukses dan bahagia menjalani hidupnya.

Selama kurang lebih 9 bulan bayi berada di rahim ibu. Rahim ibu adalah tempat yang sangat aman dan nyaman selama 24 jam berturut-turut. Setelah keluar dari rahim, bayi sedang berjuang untuk beradaptasi hidup sendiri secara bertahap. Bayi butuh perlindungan dan rasa aman. Bayi-muda ini menginginkan tetap dekat, merasa aman dan nyaman. Oleh sebab itu bayi sangat senang dipeluk, dibuai dan digendong. Dekat dengan pengasuhnya membuat bayi merasa aman dan nyaman.

Manfaat menggendong bayi:

Bayi yang kontak kulit dengan pengasuhnya akan stabil detak jantung serta pernafasannya, kadar gula darah lebih baik, hormon stres yang bersirkulasi di darahnya relatif lebih rendah, dan suhu tubuhnya hangat. Bayi yang sering digendong akan lebih jarang menangis. Tangisan bayi menurun hingga 43% dalam keseluruhan hari dan menurun hingga 51% di petang hari. Bayi lebih bahagia dan tumbuh menjadi anak yang dekat dnegan orang tuanya serta menjadi sosok yang lebih peduli pada lingkungannya.

Bayi yang digendong dan diajak beraktivitas oleh pengasuhnya akan dekat dan lebih mudah mengenal dunia sekitarnya dengan aman dan nyaman. Saat ibu bertemu klien, pergi ke suatu tempat dan melakukan aktivitas tertentu maka bayi akan turut serta secara pasif di dalam buaian gendongan ibu yang aman dan nyaman. Dia akan tumbuh menjadi sosok yang merasa aman untuk tumbuh berkembang mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Hingga di umur 6 bulan saat dia sudah bisa bertambah aktif akan sudah siap untuk bertahap mengeksplorasi dunia secara mandiri.

Bayi yang sering digendong akan terlindungi dari plagiocephaly atau flat head syndrome atau kepala peyang. Kenapa bayi bisa mengalami kepala peyang?
Bayi yang sering dibiarkan tiduran akan berisiko mengalami kepala peyang pendataran bagian belakang atau samping tulang tengkoraknya. Semakin lama bayi dibiarkan dalam posisi telentang akan semakin besar risiko mengalami plagiocephaly (kepala peyang). Dalam buaian, kepala bayi akan berhadapan dengan kain gendongan atau tangan ibu yang lembut sehingga lebih kecil risiko untuk terjadi malformasi tulang tengkorak atau kepala peyang.
Kepala peyang_1 http://www.kid-center.org

Tips memilih kain gendongan:

1. Pilih yang mudah digunakan dan mudah dipasang sendiri.
2. Pilih gendongan yang aman
3. Pilih gendongan yang bisa direntangkan seimbang di bahu ibu supaya bisa mendistribusikan berat beban yang digendong. Sebaiknya berat badan bayi disangga oleh punggung ibu, bukan hanya oleh pundak ibu supaya tidak pegal.
4. Pilih yang kainnya nyaman digunakan dengan elastisitas yang aman dan tidak berlebihan
5. Pilih yang bisa digunakan untuk berbagai posisi dan bisa untuk menggendong bayi dengan rentang usia kecil (neonatus) hingga besar
6. Pilih yang membuat kedua tangan ibu bisa bergerak bebas dan bayi tetap aman dalam buaian gendongan. Sehingga ibu bisa beraktivitas dengan mudah.

Pada saatnya nanti bayi akan bisa bergerak sendiri, mulai dengan berguling, merangkak, jalan dan berlari. Semakin aktif dan mandiri akan membuat bayi tidak suka digendong lagi. Kalau sudah besar yaaa kita akan merindukan saat-saat bayi menjadi “bau tangan” ini. Jadi yuk gendong bayi-bayi kita… 🙂

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

2 replies

  1. biar kepala bayi gak peyang pake bantar donat atuh,, hari gini udh modern.. jarang digendong gak pa pa, yg penting jgn sampe dibiarkan nangis lama.. bayi yg kenyang, diletakkan di kasur, akan mencoba bergerak, sehingga lebih cepat tengkurap, merangkak, dsb. (penting buat perkembangan motorik !)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s