Memilih Bahan Makanan dan Jajanan

Saat ini semakin sulit untuk memilih bahan makanan, baik bahan mentah seperti buah dan sayur mayur, maupun makanan yang sudah siap saji. Banyak produsen nakal yang ingin meraup banyak keuntungan tanpa mempedulikan risiko kesehatan yang mungkin timbul. Regulasi pengawasan dari pemerintah yang belum optimal membuat kita sebagai konsumen untuk proaktif dalam memilih makanan bagi keluarga.

Paling aman adalah memasak sendiri di rumah, namun terkadang kita ingin juga sekali-sekali jajan di luar atau karena alasan praktis tidak sempat memasak sendiri jadilah makan makanan di luar.

Cara ideal untuk mengetahui keamanan bahan makanan tentu saja dengan pemeriksaan di laboratorium. Makanan yang memiliki ijin edar resmi dari institusi pemerintahan terkait relatif lebih aman daripada yang belum memiliki ijin edar. Pada saat pendaftaran semua komponen produk yang dicantumkan disertai hasil pemeriksaan laboratorium oleh laboratorium yangmemperoleh sertifikasi. Jadi memilih dan mengonsumsi pangan yang berlabel dan memiliki izin lembaga berwenang lebih terjamin keamanannya selagi wadahnya tidak berubah dan dalam batas sebelum kadaluarsa.

Masalahnya tidak semua produk bisa kita lihat atau bahkan tidak memiliki nomor ijin edar, seperti jajanan yang biasa kita temui di pasar atau kantin sekolah. Bahan makanan yang memiliki ijin edar biasanya yang bisa tahan lebih dari tujuh hari sehingga makanan basah dan gorengan dipastikan banyak sekali yang tidak memiliki nomor registrasi ini.

Memilih bahan makanan yang aman membutuhkan pengetahuan yang relatif sederhana dan kita juga harus mengajarkan pengetahuan ini ke anak-anak kita. Anak-anak menjadi sasaran empuk para produsen nakal. Anak-anak sering terkecoh dengan warna yang menarik dan bentuk yang cantik. Langkah awal memilih bahan makanan yang aman bisa dengan menggunakan ketajaman indra yang kita miliki dengan diliat, dicium aromanya, dipegang dan dirasakan.

Jika melihat tayangan investigasi di media banyak ulah produsen bahan makanan yang membuat kita geleng-geleng tak percaya. Ada 4 bahan berbahaya yang sering disalahgunakan yaitu formalin, boraks, pewarna rhodamin B dan methanyl yellow (pewarna tekstil).

1. Makanan yang mengandung formalin

Bahan makanan yang berformalin biasanya awet, tidak mudah berlendir dan lebih kenyal.

Bakso berformalin memiliki tekstur sangat kenyal dan tidak rusak (berlendir) sampai dua hari pada suhu ruang. Mie berformalin biasanya lebih mengkilap, tidak lengket satu sama lain, tidak rusak (basi) sampai dua hari pada suhu ruang, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. Tahu berformalin memiliki tekstur keras, kenyal tetapi tidak padat, tidak rusak sampai tiga hari dalam suhu ruang dan bisa tahan 15 hari dalam lemari es.

Daging ayam berformalin dan daging ikan goreng berformalin atau nugget berformalin juga memiliki tekstur yang kenyal dan tidak busuk sampai dua hari pada suhu ruang.

memilih bakso

memilih tahu

2. Makanan yang mengandung boraks

Bakso yang mengandung boraks tampak berwarna agak putih (seharusnya berwarna abu kecoklatan) dan bertekstur sangat kenyal. Bila bakso boraks ini digigit amat kenyal seperti nyaris bola karet dan bila dipantulkan ke dinding atau lantai memantul seperti bola karet.

Mie basah yang mengandung boraks tampak lebih mengkilap, tidak lengket satu sama lain, tidak gampang putus dan kenyal. Lontong dan buras yang mengandung boraks mempunyai tekstur sangat kenyal, berasa tajam dan memberikan rasa getir. Kerupuk yang mengandung boraks bertekstur renyah dan menimbulkan rasa getir.

memilih mie

3. Makanan yang mengandung pewarna tekstil Rhodamin B dan Methanyil Yellow

Makanan dan minuman berwarna merah atau kuning yang mengandung pewarna tekstil Rhodamin B dan Methanyl Yellow biasanya menampakkan warna yang mencolok (merah sekali atau kuning sekali), produknya tampak mengkilap, pada makanan kadang warna tidak merata (tidak homogen karena ada yang menggumpal), dan setelah mengonsumsinya terasa sedikit rasa pahit dan gatal di tenggorokan. Saos cabe atau saos tomat yang mengandung pewarna tekstil warnanya membekas di tangan kemungkinan pewarna yang digunakan adalah Rhodamin B.

memilih makanan berwarna

4. Tanda roti dan kue basah yang sudah rusak

Roti dan kue basah sering menjadi pilihan jajanan saat bepergian. Cara untuk mengetahui layak makan bisa kita lihat nomer registrasi dan tanggal kadaluarsa selain juga memeriksa kemungkinan pencampuran bahan serta pewarna berbahaya. Namun jajanan pasar jarang memiliki nomer registrasi dan ijin edar. Jadi kita bisa melihat bentuk, warna, mencium aroma dan menilai rasanya. Tanda roti dan kue basah rusak:

  • Bila dilihat bentuknya sudah tidak utuh lagi
  • Tampak berjamur pada bagian-bagian tertentu (seperti kapas halus berwarna putih, abu-abu dll)
  • Kemasan tidak utuh (robek atau rusak).
  • Bila dicium aroma khas roti atau kue sudah berubah, bahkan muncul bau tengik atau tak sedap
  • Bila diraba keras
  • Bila dimakan terasa pahit atau tidak enak

memilih roti

5. Memilih buah atau buah potong

Bepergian di siang hari yang terik kadang membuat kita tergoda untuk membeli buah, buah potong atau jus buah yang dijajakan di pinggir jalan. Kita harus melihat bagaimana kebersihan juga kelayakan penyajian buah.

Buah segar dan buah busuk jelas tampak bedanya, namun terkadang ada penjual yang menjajakan buah yang rusak atau mau busuk (jadi belum busuk). Jangan memilih buah yang sudah rusak atau mau busuk. Selain itu lihat kebersihan penyajian dan pencucian perlengkapan yang digunakan penjual. Untuk buah yang diolah juga lihat warna pewarna olahannya serta aroma dan rasanya. Olahan buah yang berwarna terlalu mencolok, berbau menyengat atau terasa pahit sebaiknya tidak dimakan.

Tanda buah tercemar mikroba:

  • Buah yang utuh seperti pisang, jeruk dan apel tampak ada bagian yang mulai rusak (hitam bekas memar)
  • Sudah ada bagian yang mulai busuk
  • Berdebu pada bagian luarnya.
  • Bila memilih buah potong, jangan membeli buah potong pada penjaja yang tidak bersih dan alat yang digunakan untuk memotong dan menyimpan buah potong juga tidak bersih. Perhatikan ketika penjaja mengambilkan buah potong bagi konsumen, bila penjaja   menggunakan alat penjepit yang tidak bersih atau menggunakan sarung tangan tidak bersih sebaiknya hindari membeli buah potong tersebut.

Buah potong yang sudah berubah warna, bentuk dan aroma berisiko tidak aman untuk dikonsumsi.

memilih buah

6. Memilih minuman kemasan

Pastikan memilih minuman kemasan yang kita beli memiliki nomor registrasi, ijin edar dan belum kadaluarsa. Periksa kemasan yang digunakan. Jangan memilih minuman kemasan dengan kemasan yang sudah tidak utuh lagi, misalnya peyok apalagi yang sudah terbuka (segel rusak). Kemasan minuman yang sudah rusak dan bocor berisiko tidak aman. Minuman yang terbuka pada suhu ruang berisiko terpapar kuman dan tidak aman.

Minuman yang tercemar kuman patogen akan menimbulkan perubahan aroma dan rasa, misalnya susu dan jus terasa menjadi asam. Minum susu dan jus harus segera dihabiskan, bila tidak akan dihinggapi kuman yang berisiko tidak aman atau dapat menyebabkan penyakit.

7. Membeli gorengan

Saat membeli gorengan lihat minyak yang digunakan. Jangan menggunakan minyak goreng daur ulang atau minyak yang telah digunakan lebih dari dua  kali proses penggorengan. Tanda minyak daur ulang komersial adalah harganya murah, ada kemungkinan sudah diputihkan, dan makanan hasil penggorengannya akan menyebabkan tenggorokan gatal jika dikonsumsi.

Minyak goreng yang lebih dari dua  kali penggorengan  biasanya warnanya sudah hitam kecoklatan.  Selain itu, waspadai pula penggunaan bahan plastik oleh penjaja gorengan yang digunakan untuk meningkatkan kerenyahan gorengan.

Ciri gorengan yang dicampur plastik saat penggorengan: Tandanya makanan gorengan tampak tersalut lapisan putih dan gorengan akan tetap renyah meskipun telah dingin.

minyak goreng

Terbiasa proaktif dan kritis dalam memilih asupan makanan serta minuman yang kita konsumsi adalah modal untuk hidup sehat. Dan, kita juga harus mengajarkan anak untuk pandai memilih jajanan yang dia makan sejak dini.

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s