Tanda Kecukupan ASI Pada Bayi

Tanda Kecukupan Asupan ASI Pada Bayi ASI Eksklusif

WHO, UNICEF, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan juga IDAI menyarankan ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi baru lahir hingga umur 6 bulan. Bayi diberikan MPASI bergizi seimbang Setelah genap berumur 6 bulan dengan ibu terus meneruskan menyusui hingga setidaknya anak berumur 2 tahun.

Payudara ibu berbeda dengan botol dot yang transparans, sehingga jumlah pasokan ASI yang dikonsumsi bayi tidak terlihat dengan pasti. Botol dot yang penuh dengan susu terlihat jelas ukuran takarannya sehingga sering membuat ibu ragu dengan kecukupan ASI bagi bayinya yang menetek di payudara.

Kondisi ini sering membuat ibu gundah terutama pada masa pemberian ASI eksklusif di 6 bulan pertama ketika asupan bayi hanya ASI saja.

dot kawan atau lawan

Ibu tidak perlu khawatir. Meskipun tidak bisa mengukur dengan pasti jumlah ASI yang bayi telan, namun kita bisa melihat tanda kecukupan ASI dari tubuh bayi.

Bayi baru lahir – umur 1 minggu

Berat Badan:

Bayi baru lahir yang sehat dan normal biasanya akan kehilangan 5,5 – 6,6% (5 – 10%) berat badan antara umur 2 dan 3 hari pertama. Penurunan berat badan ini disebabkan oleh diuresis fisiologis dari cairan ekstraseluler akibat peralihan ke lingkungan di luar rahim.

Setelah ASI diproduksi lebih banyak, rata-rata bayi ASIX akan meningkat berat badannya 6 oz/minggu (170 g/minggu). Bayi yang cukup mendapat asupan ASI berat badannya akan pulih dalam waktu 8,7 hari. Bayi harus kembali ke berat lahir semula dalam waktu 2 minggu. Secara normal bayi ada yang sudah kembali ke berat lahir semula dalam 3 hari, sebagian besar pada 5 – 10 hari, sisanya dalam waktu 3 minggu. Ibu bisa terus menyusui tanpa dibatasi dengan melihat bahasa tubuh yang diberikan oleh bayi. Penting bagi ibu untuk mengetahui dasar-dasar ilmu menyusui sebelum bayi lahir sehingga sukses memberikan ASI eksklusif.

Popok:

Popok Kotor

Hari pertama bayi akan buang air besar 1 kali, hari kedua bertambah 2 kali, hingga seterusnya. Pada hari ke-4, frekuensi BAB setidaknya 3 – 4 kali dengan kotoran seharusnya sudah berwarna kekuningan dan ukuran ampas minimal 2,5 cm. Beberapa bayi membuang kotoran setiap kali menyusu, beberapa bayi lebih sering dari itu – hal ini adalah normal. Kotoran bayi ASIX biasanya lembek dan bisa juga seperti ampas yang berbentuk menyerupai biji-bijian atau dadih.

Menghitung frekuensi bayi membuang kotoran membantu untuk mengetahui kecukupan ASI di minggu-minggu pertama. Jika ada kotoran yang keluar, maka pastilah ada ASI yang bayi telan. Hitung kotoran yang besarnya minimal seukuran lingkaran “circle O” yang terbentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk.

aktivitas menghitung popok bayi

Popok Basah

Hari pertama bayi akan kencing 1 kali di hari pertama, 2 kali di hari kedua dan seterusnya. Begitu ASI ibu semakin banyak maka bayi diharapkan kencing sekitar lebih dari 6 – 8 popok kain atau lebih dari 5 – 6 pospak setiap 24 jam. Urin berwarna pucat atau jernih dan baunya tidak menyengat. Sebagai gambaran pospak yang penuh, tuangkan 3 sendok makan (45 mL) air ke pospak yang bersih. Gunakan tissue bersih untuk mengetahui pospak telah penuh atau belum. Sebaiknya gunakan popok kain terlebih dahulu hingga kondisi bayi juga produksi ASI telah stabil.

Perubahan payudara:

ASI ibu seharusnya sudah “keluar” (bertambah jumlahnya dan berubah dari kolostrum menjadi ASI matang) antara hari ke-2 dan ke-5. Untuk mencegah bendungan ASI ibu sebaiknya sering menyusui, jangan melewati waktu penyusuan (meskipun di malam hari), pastikan posisi/perlekatan yang baik, jangan batasi waktu penyusuan dan biarkan bayi menyelesaikan menyusu di payudara pertama sebelum menawarkan payudara yang lain.

Segera periksakan ke dokter jika:

  • Bayi tidak BAB/BAK
  • Bayi mengeluarkan urin berwarna gelap/pekat setelah hari ke-3 (seharusnya kuning pucat atau jernih)
  • Bayi mengeluarkan kotoran berwarna gelap setelah hari ke-4 (seharusnya benyek kekuningan, tanpa mekonium)
  • Bayi jarang BAB/BAK atau jarang menyusu seperti yang diharapkan
  • Ibu memiliki gejala mastitis (payudara nyeri dengan demam, menggigil, meriang, seperti sakit selesma)

Bayi Umur Minggu Kedua – Keenam

Berat Badan:

Pertambahan berat badan rata-rata bayi ASI eksklusif (ASIX) minimal sekitar 20-35 gram/hari atau minimal 500 gram/bulan.

Popok:

Popok Kotor

Bayi membuang kotoran 3 – 4+ kali sehari dengan ukuran ampas minimal 2,5 cm. Beberapa bayi akan BAB setiap kali menyusu, beberapa yang lain akan lebih sering lagi BAB, hal ini juga normal. Kotoran bayi ASIX biasanya lembek (lembut hingga encer) dan bisa juga seperti ada biji-bijian atau dadih. Bayi umur 1 bulan sebaiknya BAB setiap hari.

Setelah berumur 4 – 6 minggu beberapa bayi akan lebih jarang BAB, bahkan ada yang hanya sekali dalam 7 – 10 hari. Kondisi ini disebabkan karena perubahan komposisi protein whey dan casein dalam ASI. Jika bayi tidak BAB 7 hari sebaiknya periksakan ke dokter yang pro-ASI. Selama bayi sehat dan tumbuh dengan baik, hal tersebut normal.

Feses bayi asix normal

Popok basah:

Diharapkan bayi kencing sekitar lebih dari 6 – 8 popok kain atau lebih dari 5 – 6 pospak setiap 24 jam. Sebagai gambaran pospak yang penuh, tuangkan 3 sendok makan (45 mL) air ke pospak yang bersih. Gunakan tissue bersih diusapkan ke permukaan pospak untuk mengetahui pospak telah penuh atau belum. Gunakan popok kain jika ibu ragu dengan frekuensi kencing bayi.

Setelah 6 minggu, jumlah popok basah akan menurun sekitar lebih dari 4 – 5/hari namun jumlah urin akan meningkat menjadi lebih dari 4 – 6 sendok makan (>60 – 90 mL) akibat pertambahan kapasitas kandung kemih bayi.

Payudara

Beberapa ibu tiba-tiba merasa payudara terasa tidak kencang dan penuh seperti biasanya setelah enam atau delapan minggu atau sekitar 3 bulan menyusui. Saat payudara tidak terasa penuh dan kencang lagi bukan berarti ASI ibu berkurang, namun hal ini disebabkan karena tubuh ibu telah menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan bayinya. Sering beberapa ibu mengalami hal ini bersamaan dengan waktu bayi mengalami percepatan pertumbuhan sehingga ibu menjadi risau ASI tidak bisa mencukupi permintaan bayi lagi. Keluhan lainnya biasanya ibu tidak lagi merasakan tanda-tanda refleks pengeluaran ASI (LDR). Saat hal ini terjadi, ibu cukup terus menyusui bayi seperti biasa, pemberian suplementasi pendamping ASI justru akan menyebabkan ASI ibu sedikit.

Bayi di Atas Umur 6 Minggu – 6 Bulan

Berat Badan:

Saat ini bayi bertambah berat dan tumbuh dengan baik hanya dengan ASI ibu maka ini adalah indikasi yang bagus untuk kecukupan ASI.  Bayi diharapkan tumbuh sesuai kurva di KMS. Berat badan bayi setidaknya bertambah minimal sekitar 500 gram setiap bulan atau 125 gram setiap minggu. Berat badan bayi ASIX yang mendapat cukup ASI biasanya bagus, karena nutrisi ASI bisa diserap efektif. Jika berat badan bayi naik sedikit sebaiknya diperiksakan ke dokter anak yang pro-ASI adakah faktor risiko kesehatan pada bayi.

Popok Kotor

Bayi ada yang sering BAB setiap hari, dan ada juga yang jarang BAB misalnya hanya BAB 3 hari sekali. Selama bayi sehat, tumbuh dengan baik dan kotoran lembek serta banyak di hari-H BAB maka bisa diobservasi di rumah.

Popok Basah

Bayi kencing sekitar lebih dari 6 popok kain atau lebih dari 4 – 5 jika pakai pospak per hari. Sebagai gambaran pospak yang penuh, tuangkan 116 mL air ke pospak kering. Jika bayi tipe yang sering kencing, kemungkinan volume urin lebih sedikit. Pospak lebih basah di pagi hari, terutama pada anak yang lebih besar. Urin berwarna pucat dan berbau tidak menyengat.

Tanda Kecukupan ASI lainnya:

Setiap selesai menyusu payudara ibu terasa lembek dan bayi tampak puas kekenyangan. Bayi terlihat aktif, waspada, sehat, bibir lembab, kulit cerah dan kenyal, bertambah berat dan panjang badannya sesuai kurva pertumbuhan yang normal, serta berkembang sesuai tahapan perkembangannya.

Bayi sehat2

Hal berikut ini normal terjadi:

  • Bayi sering dan/atau lama menyusu
  • Bayi memiliki pola menyusu yang berbeda-beda dari hari ke hari
  • Menyusu berkelompok selama beberapa jam –biasanya di petang hari– setiap harinya.
  • Percepatan pertumbuhan, dimana bayi menyusu lebih sering dari biasanya selama beberapa hari juga lebih rewel dari biasanya. Percepatan pertumbuhan biasanya terjadi beberapa hari setelah bayi dibawa pulang ke rumah, 7 – 10 hari, 2 – 3 minggu dan 4 – 6 minggu.

Amati keseluruhan tanda kecukupan ASI. Bukan hanya frekuensi kencing saja. Pantau kurva pertumbuhan juga grafik perkembangan bayi. Lakukan kontrol kesehatan secara rutin ke tenaga kesehatan yang pro-ASI. Artikel ini semoga bisa membantu ibu yang sangat sering sekali ragu dengan kualitas dan kuantitas ASInya. Periksakan ke dokter pro-ASI yang update informASI disaat ibu ragu dengan kecukupan ASI pada bayi. Pengetahuan tentang tanda kecukupan ASI penting diketahui oleh ibu saat hamil.


Pengetahuan akan tanda kecukupan asupan ASI pada bayi ini akan membantu ibu untuk percaya diri menyusui bayinya. Mengetahui bahwa tubuhnya sanggup memberi makanan sehat untuk mendukung tumbuh-kembang bayi akan membantu para ibu untuk bahagia dengan pencapaian sukses memberi ASI eksklusif.

Segera konsultasikan ke dokter yang pro-ASI dan minta pendampingan konselor menyusui secepatnya jika ibu mendapat masalah dalam menyusui, termasuk jika merasa ASI kurang atau khawatir tidak bisa menyusui bayi.

Baca selanjutnya: ASI Sedikit, Pintar Membaca Kurva Pertumbuhan, Berat Badan Anak Susah Naik, Mengenal Feses Bayi

TETAP SEMANGAT UNTUK SUKSES MEMBERIKAN

ASI EKSKLUSIF!

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

9 replies

  1. Salam bu dokter, saat ini bayi sy berusia 3 bln,BBL 4,05 kg, dr usia 1-2 bln asi + sufor krn awalnya asi tdk keluar,setelah usia 2 bln malah tidak mau minum dgn dot atau sendok sama sekali…hanya mau menyusui dari sy…jadi usia 2-3 full asi….masalahnya dari 2 ke 3 bln BB nya diam di 4,9 kg….tidak naik sama sekali….apakah ini tandanya asi sy kurang? Mohon pencerahannya bu,trimakasih…

    • Wah, alhamdulillah yaa 😀 Bayi yang ibunya menjalani relaktasi setelah sebelumnya ditambah sufor memang BB-nya akan mengalami proses transisi. Kadang tetap alias tidak naik. Ibu perhatikan bagaimana BAK+kondisi urin, BAB+kondisi feses, aktivitas bayi dan tumbuh kembangnya. Jika masih tidak naik lagi bisa datang ke dokter konselor laktasi. Tetap semangat yaa relaktasinya, selalu berpikir positif, jalani dengan bahagia dan percaya diri supaya ASI makin lancar 🙂

  2. Assalamualaikum
    Dok,,bayi sy umur 16hr.bbl 3.5kg.umur 7hr ditimbang beratnya msh tetap 3, 5kg.tiap menyusu dia cuma mau sebelah,setelah itu kenyang dan tidur.klo tdr,sy bangunin setiap 1jam,untuk mimik lg,kadang mau kadang tdk.apkh hal sprti ini bs mnjdi penyebab bb susah naik dok?

  3. Halo bu dokter..anak saya baru berumur 6hari,saya kasi ASI dan cukup banyak setiap menyusui tapi masalahnya dia jarang pipis dan lebih sering BAB ,saya jadi khawatir dok,,kira2 apa masalahnya ya dok?
    Trima kasih

  4. Assalamualaikum Bu Dokter, bayi sya usia sudah 10 hari dan saat ini baby asi + tambahan susu bayi ,masalahnya bayi sya jadi sering pipis dan setiap selesai pipis pasti akan asi lagi dan pipis lagi apakaah itu normal dok (pipisnya bisa lebih dari 10 kali sehari dan setiap pipis kadang nangis dan tidak ( pada saat menyusui juga bisa pipis saat itu juga ) * mohon informasinya dok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s