Tahapan Perkembangan Anak Umur 6 – 8 Tahun

anak mampu

Di umur 6 – 7 tahun anak mampu:

 

  • Sudah memiliki proporsi tubuh seperti orang dewasa
  • Imajinasi anak merupakan bagian yang penting bagi perkembangannya saat ini
  • Menyukai kegiatan olahraga, naik sepeda tanpa roda bantu bahkan belajar naik skateboard
  • Sudah bisa belajar berenang, berayun, mendaki atau kegiatan jungle gym lainnya. Tubuhnya telah mampu melakukan aktivitas fisik yang lebih kompleks.
  • Sudah bisa diajari mambaca kalimat dan mengerjakan hitungan matematika sederhana
  • Sudah mengerti konsep pertama, selanjutnya, terakhir, besar-lebih besar-paling besar, dll
  • Memahami konsep waktu sekarang, kemarin, besok
  • Mengharapkan tibanya hari ultah, liburan, dan perayaan tahunan lainnya

Anak sudah siap dan menyukai aktivitas bersekolah di sekolah dasar:

siap sekolah

Di umur 8 tahun anak telah:

  • Kecepatan pertumbuhan dan perkembangan mulai lambat-bertahap daripada tahun-tahun sebelumnya
  • Massa otot-rangka meningkat dan ketrampilan motorik kasar juga halus membaik
  • Mampu memahami dan mengkomunikasikan tentang konsep abstrak serta mulai bisa membangun ide yang lebih kompleks. Daya imaginasi masih menjadi bagian yang penting bagi perkembangannya.
  • Kemampuan memberikan perhatian mulai meningkat, anak mulai bisa fokus pada perbedaan masa lalu dan masa depan sebaik dengan keadaan saat ini.
  • Kapasitas belajar mulai meluas, anak sudah bisa belajar menulis, membaca dan menyelesaikan masalah melalui sekolah
  • Anak sangat cerewet dan aktif bertanya, kadang meminta arahan
  • Telah bisa untuk lebih memahami peraturan sosial dalam pergaulan
  • Interaksi dengan teman dan sebayanya mulai semakin penting
  • Anak mulai tertarik menghabiskan waktu dan meminta informasi dari teman sebayanya

  • Pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah merupakan arena yang penting bagi perkembangan anak
  • Kontrol diri sudah mulai membaik dan pemahaman akan emosi yang lebih kompleks mulai meningkat
  • Anak bisa saja memasuki masa pubertas lebih awal (umur 8 – 9 tahun)

saran bagi ortu

  • Matikan TV dan ajak anak bermain bersama atau bicara bersama keluarga. Jangan biarkan anak melihat acara TV yang tidak sesuai dengan umur
  • memasak dan membuat kue bersama. Tidak perlu risau dapur berantakan
  • Ajarkan anak bermain permainan kartu atau dengan papan (misal: catur, monopoli, halma, dll)
  • Lakukan aktivitas di luar rumah (naik sepeda, main lompat tali, main bola, dll). Indonesia memiliki banyak permainan tradisional yang baik bagi perkembangan anak.

permainan tradisional

  • Latih anak untuk memelihara sesuatu misalnya binatang peliharaan. Kadang dia lupa akan tugasnya dan ortu bisa mengingatkan.

anak dan binatang peliharaan

  • Anak butuh tahu cara berenang dan menyelamatkan diri di air
  • Kenalkan aktivitas di alam seperti berkemah, naik gunung dan pergi ke kebun binatang
  • Kenalkan anak dengan tradisi keluarga yang penting (misalnya perayaan idul fitri atau idul adha). Jelaskan kenapa perayaan tersebut penting.

Bagi anak umur 8 – 12 tahun orang tua bisa:

  • Mengetahui aktivitas harian anak. Biasakan anak untuk pamit. Buat jadwal harian dengan kesepakatan anak. Beritahukan dengan jelas tentang keamanan anak dan awasi aktivitas anak.
  • Buat suasana rumah yang kondusif, aman, ramah anak sehingga anak merasa aman membawa teman-temannya bermain ke rumah di bawah pengawasan orang tua.
  • Berkenalan dengan orang tua di sekitar rumah dan para orang tua teman-teman anak.
  • Ajarkan anak untuk menjauhi tempat-tempat berbahaya.
  • Ajarkan anak untuk memakai alasan: “Ibu dan Ayah menyuruhku pulang.” atau “Ibu melarangku untuk…” saat anak merasa dalam posisi tertekan atau tidak nyaman.
  • Ajarkan anak tentang bahaya narkoba, alkohol, merokok dan kehamilan saat remaja. Minta anak menyampaikan pandangannya terkait hal-hal ini.
  • Ajarkan anak untuk berhati-hati dengan orang dewasa yang sok-dekat dan terlalu-baik serta orang asing.
  • Tanyakan bagaimana perasaan anak. Dengarkan anak dan jaga supaya komunikasi orangtua – anak tetap terbuka.
  • Bangun kepercayaan dan rasa aman bahwa orang tua merupakan tempat terpercaya bagi anak. Maafkan saat anak gagal dan minta maaf kepada orang tua.

tanda perhatian

Mengetahui tahapan  tumbuh-kembang anak akan bisa menjadi pedoman bagi orang tua untuk mengenali permasalahan tumbuh kembang sedini mungkin. Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan saat ibu menemukan salah satu hal berikut ini:

  • Anak kesulitan dalam menjalin dan menjaga persahabatan serta berpartisipasi dalam aktivitas bersama kelompok
  • Menghindar dari tugas atau tantangan tanpa berusaha mencoba sebelumnya atau menunjukkan tanda keputusasaan
  • Bermasalah dalam mengkomunikasikan kebutuhan, pemikiran dan emosi
  • Bermasalah dalam berkonsentrasi saat fokus pada tugas, memahami dan menyelesaikan pekerjaan rumah dari sekolah
  • Terlalu agresif atau terlalu pemalu dengan teman atau anggota keluarga yang lain

Semua anak tumbuh berkembang dalam pola yang sama, namun setiap anak memiliki langkahnya masing-masing. Each child develops at her or his own pace. Setiap anak memiliki kesukaan, sifat dan gaya dalam berinteraksi sosial serta metode belajar sendiri-sendiri. Memahami tahapan tumbuh kembang anak sesuai umur bisa membantu orang tua. Orang tua sebaiknya memahami kapan dan dimana bisa meminta pertolongan professional jika terjadi gangguan tumbuh kembang anak.

 

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s