Tahapan Perkembangan Anak Umur 4 – 5 Tahun

Otak anak bagaikan spons. Anak yang sehat memiliki bakat untuk berkembang yang sangat luarbiasa. Sinapsis yang terbentuk saat masa batita memerlukan stimulus yang berulang supaya jaringan persarafan di otak makin kuat terbentuk. Anak membutuhkan nutrisi yang cukup supaya dia tetap sehat dan memiliki energi untuk tumbuh berkembang dengan baik.

Jaringan serabut saraf (Sumber gambar: Fundamentals of Anatomy and Physiology 9th ed, Martini et al, Pearson Benjamin Cummings, 2012)

Di umur 4 tahun anak sudah siap untuk memiliki kesempatan terjun ke dunia sosial yang lebih luas. Anak senang bermain dengan teman-teman usia sebaya dan gemar bermain peran “berpura-pura”. Dia senang berbicara dan bertanya tentang banyak hal.

anak mampu

  • Senang mencoba-coba gerakan fisik. Gemar mengetes dirinya bisa melakukan gerakan fisik baru meski kadang takut dan ragu

main perosotan

  • Melakukan gerakan dalam koordinasi, misal permainan bersama.
  • Bermain bersama anak-anak lain

teman sebaya

  • Mampu berbicara dengan kalimat yang lebih baik dan menggunakan banyak kata.
  • Mengerti dan memahami persamaan dan perbedaan sesuatu. Memahami penggunaan kata berlawanan (misalnya: gendut dan kurus, pendek dan tinggi)
  • Di umur 4 – 5 tahun anak sudah bisa membedakan gender/jenis kelamin
  • Memiliki banyak koleksi kosakata yang sudah dikuasai. Lebih percaya diri dan mampu menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan ekspresi perasaan dan kesulitan yang dihadapinya
  • Bisa mendengarkan dengan lebih baik.
  • Ingatan jangka panjang dan jangka pendek makin bagus
  • Memakai baju tanpa dibantu
  • Menggambar dan mewarnai. Bisa menggambar figur dengan 6 bagian penyusun.
  • Mengenal bentuk dan warna

balok susuncolorful hand

  • Mengalami peningkatan ketertarikan terhadap angka, huruf, aktivitas baca dan tulis.
  • Bisa menulis namanya sendiri
  • Menjawab pertanyaan sederhana
  • Menghitung benda 5 – 10
  • Sering penasaran terhadap orang lain dan dunia di sekelilingnya
  • Mencuci tangannya sendiri. Sebaiknya ketrampilan mencuci tangan ini sudah dibiasakan sejak anak masih sangat kecil karena ini ketrampilan sederhana yang sangat penting untuk menjaga kesehatan.
  • Negosiator yang baik. Anak sering bernegosiasi karena dia percaya bahwa aturan yang dibuat oleh orang tua bisa dirubah untuk memenuhi keinginannya 😀 hati-hati yaa moms, hehe..

saran bagi ortu

  • Dengarkan saat anak mengajak berbicara
  • Sering berinteraksi dengan anak
  • Ajak anak membaca dan mendongeng bersama
  • Beri anak semangat untuk bermain dan berpetualang

fun learning5

  • Bersikap adil terhadap anak laki-laki dan perempuan
  • Beri semangat anak untuk bermain, menggambar dan membuat sesuatu sesuai kreativitasnya
  • latih anak bersepeda.
  • Buat perpustakaan sederhana dengan buku-buku tentang tokoh, pahlawan, cerita binatang, pemandangan. Ajak anak membaca buku setiap hari. Ajak anak berdiskusi tentang bagian-bagian buku tersebut.
  • Bermain imajinasi dengan ekspresi dan bahasa tubuh yang menarik
  • Ajak anak bernyanyi, belajar menulis, mengenal angka.
  • Batasi menonton televisi dan pastikan anak tidak melihat adegan kekerasan.
  • Ingat: hukuman fisik tidak akan pernah bermanfaat. Beritahukan dengan kalimat saat anak melakukan kesalahan. Beri hadiah stiker, balon atau uang receh untuk celengannya. Sejak kecil anak udah bisa diajak nabung loh 😀

celengan

  • Di umur 5 – 7 tahun orang tua sebaiknya mulai memberitahu anak tentang perbedaan gender/jenis kelamin. Kenalkan nama-nama bagian tubuh anak dengan nama sebenarnya dan jangan dengan ekspresi malu-malu, jadi bicarakan dengan ekspresi biasa. Anak akan bertanya dan orang tua cukup menjawab sebatas apa yang ditanyakan anak, tidak perlu merembet kemana-mana.
  • Di umur 5 – 7 tahun ajarkan anak menolak perlakuan orang dewasa yang membuatnya tidak nyaman. Ajak anak bicara dan menceritakan perasaannya.
  • Beritahukan serta beri semangat anak untuk berperilaku positif dan orang tua membuat batasan yang jelas serta tegas.
  • Berikan curahan cinta dan kasih sayang yang konsisten setiap hari.
  • Daftarkan anak di tempat pendidikan anak usia dini supaya anak bisa beraktivitas sambil belajar bersama teman-teman sebayanya sehingga siap untuk masuk sekolah dasar.
  • Mainan yang anak butuhkan: sepeda, bola, plastisin, play-dough, dll

tanda perhatian

Bawa anak ke klinik tumbuh kembang jika di akhir umur 5 tahun dia mengalami salah satu hal berikut ini:

  • Tampak sangat ketakutan dan pemalu
  • Terlalu agresif
  • Sulit berpisah atau ditinggal oleh orang tuanya tanpa protes yang jelas
  • Mudah teralihkan dan sulit berkonsentrasi lebih dari 5 menit saat melakukan satu kegiatan
  • Tidak tampak tertarik bermain dengan anak lain
  • Menolak merespons orang lain secara umum, atau hanya sedikit mau merespons
  • Jarang bermain fantasia tau meniru-niru
  • Tampak tidak bahagia dan terlihat terlalu sedih sepanjang waktu
  • Tidak bis aterlibat dalam berbagai aktivitas
  • Terlihat menghindari dan menjauhi anak lain atau orang dewasa lain
  • Tidak mampu memperlihatkan ekspresi berbagai perasaan yang dia rasakan
  • Memiliki kesulitan saat makan, tidur dan mengatur BAB/BAK
  • Tidak mampu membedakan antara fantasi dan kenyataan
  • Terlihat pasif yang tidak biasa
  • Tidak mampu memahami dua perintah yang diberikan dengan kata penghubung, misalnya: “Taruh bonekanya di kasur dan bola di kotak ya, Kak”
  • Tidak mampu menyebutkan namanya
  • Tidak bisa menceritakan aktivitas harian
  • Tidak mampu menumpuk kotak lebih dari 6 kotak
  • Tampak tidak nyaman ketika memegang krayon
  • Kesulitan saat melepas baju
  • Tidak mampu menyikat gigi dengan efisien
  • Tidak bisa cuci tangan dan mengeringkannya dengan baik. Kenalkan kebiasaan cuci tangan dengan sabun sejak dini ya…

Budayakan cuci tangan

  • Mendadak kehilangan ketrampilan yang telah dikuasainya dengan baik

Anak berperilaku kasar, menyerang, marah atau justru takut ketika mau bermain dengan anak lain. Bisa jadi ini merupakan tanda-tanda terjadi permasalahan emosional atau penyiksaan pada anak.

Semua anak tumbuh berkembang dalam pola yang sama, namun setiap anak memiliki langkahnya masing-masing. Each child develops at her or his own pace. Setiap anak memiliki kesukaan, sifat dan gaya dalam berinteraksi sosial serta metode belajar sendiri-sendiri. Memahami tahapan tumbuh kembang anak sesuai umur bisa membantu orang tua. Orang tua sebaiknya memahami kapan dan dimana bisa meminta pertolongan professional jika terjadi gangguan tumbuh kembang anak.

 

PERHATIAN!WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

 

 

 

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s