BAYI UMUR TUJUH BULAN

 

Bayi Umur 7 Bulan

Artikel berikut ini membahas bayi berumur 7 – 8 bulan. Bayi telah genap melewati ulang bulan ke-7 dan menuju umur 8 bulan.

Pertumbuhan Bayi Umur Tujuh Bulan

Bayi terus bertumbuh secara fisik, kemampuan dan sosial sehingga semakin mampu berinteraksi dengan dunia disekitarnya. Pada bulan-bulan berikutnya perkembangan bayi sangat pesat. Dia mulai belajar bergerak sendiri mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Pada bulan ini bayi bertambah berat sekitar 400 – 560 gram. Panjang badannya bertambah panjang sekitar 1-2 cm. Setiap bayi memiliki kecepatan pertumbuhan berbeda, bisa lebih besar atau lebih kecil, namun tetap terus tumbuh mengikuti kurva pertumbuhan normalnya. Bayi yang sehat akan selalu tumbuh berada pada kurva yang sesuai dengan pola pertumbuhannya.

Setiap ibu sebaiknya bisa membaca kurva pertumbuhan bayi supaya bisa memantau kesehatan anaknya. Anda akan melihat anak memiliki kurva pertumbuhannya dan akan selalu tumbuh mengikuti kurva miliknya ini. Tujuan memahami kurva pertumbuhan supaya ibu bisa waspada pada kasus dimana terjadi gangguan pertumbuhan bisa segera ditangani dengan baik secepatnya.

Perkembangan Bayi Umur Tujuh Bulan

Tahapan perkembangan anak berkelanjutan dari bulan-bulan sebelumnya. Mencapai tahapan perkembangan sesuai umur sangat penting bagi proses belajar tahapan perkembangan di waktu berikutnya. Stimulus yang tepat sangat membantu untuk memaksimalkan pencapaian sebuah ketrampilan. Bayi semakin menguasai ketrampilan sebelumnya dan mulai belajar ketrampilan baru.

Kemampuan Bahasa Dan Komunikasi

  • Bayi sangat senang mengoceh
  • Pada bayi yang tipe cepat bicara bahkan sudah keluar satu-dua kata “mama” “dada” namun belum jelas artinya
  • Menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi, contoh menunjuk ke arah benda yang dia inginkan, bisa melambaikan tangan untuk “goodbye”, menggeleng kepala tanda tidak mau.
  • Menirukan nada suara saat diajak bermain

Perkembangan Fisik dan Motorik

  • Bisa duduk tanpa disangga sehingga tangannya lebih bebas bergerak
  • Menjumput benda-benda dengan jari (memakai ibu jari dan telunjuk)
  • Belajar menggerakkan rahang untuk mengunyah
  • Bisa memasukkan makanan ke dalam mulutnya menggunakan jari-jari tangan
  • Mulai mengangkat lutut untuk persiapan belajar berpindah tempat sendiri dengan merangkak, berguling atau menyeret badannya.
  • Bisa berdiri tegak saat disangga/dipegangi orang lain. Mulai mencoba untuk belajar berdiri dari duduk dan kaki menjejak-jejak lantai dengan posisi badan dipegang oleh orang lain (hati-hati dan pastikan bayi dipegangi dengan baik sebab badannya belum bisa berdiri dengan stabil sendiri)

Perkembangan Sosial dan Emosional

  • Menunjukkan kedekatan dengan ibu, pengasuh dan anggota keluarga lain sehingga mengalami separation anxiety saat berpisah
  • Takut saat bertemu orang asing
  • Memberikan banyak ekspresi untuk mewakili perasaan senang, sedih, gembira, marah
  • Senang bermain cilukba dan bermain bersama

Perkembangan Kognitif (Berpikir dan Belajar)

  • Mulai ingin bergerak berpindah tempat mengeksplorasi lingkungan sekitarnya
  • Menjatuhkan benda lalu melihat ke lantai untuk mengetahui efek yang ditimbulkan.
  • Membenturkan dua benta untuk melihat reaksi selanjutnya
  • Senang bermain mencari-cari benda yang disembunyikan
  • Berinteraksi dengan bayangan dirinya di cermin

Lakukan Kontrol Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kunjungi tenaga kesehatan sesuai  jadwal. Tanyakan semua hal yang ingin orang tua ketahui dan minta nasehat yang akurat terkait perawatan serta kesehatan bayi. Berikan vaksinasi lengkap sesuai jadwal imunisasi bayi. Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum, mengukur suhu, menghitung denyut nadi, melihat tahapan perkembangan bayi, melakukan pemeriksaan mata, pendengaran, melihat kondisi panggul dan mengamati gerakan bayi.

Bayi sebaiknya diukur berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala (LK) rutin setiap bulan. Ibu bisa membawa bayi ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Catat data pertambahan BB, PB dan LK pada kurva pertumbuhan bayi. Setiap orang tua harus mampu membaca kurva pertumbuhan. Pelajari tentang dasar ilmu kesehatan anak dari sumber terpercaya.

Setiap 3 bulan sekali secara berkala dapat dilakukan penilaian perkembangan bayi oleh orang tua menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). KPSP digunakan untuk menilai kemajuan perkembangan dan mendeteksi keterlambatan perkembangan secara dini. Penilaian mencakup 4 ranah perkembangan anak yaitu motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, serta personal sosial). Tanyakan kepada petugas kesehatan cara untuk mengisi KPSP lebih lanjut.

Saran Bagi Orang Tua

Orang tua dan orang-orang terdekat bayi sebaiknya segera memberikan respons permintaan bayi. Berikan stimulus motorik halus-kasar, bahasa, sosial-emosional yang sesuai dengan tahapan perkembangan bayi, seperti berikut ini:

  • Lindungi bayi dari bahaya fisik
  • Ibu disarankan untuk memberikan MPASI bergizi seimbang dengan meneruskan menyusui hingga umur anak 2 tahun. Berikan makanan meja keluarga yang lumat atau lembut seperti bubur saring, puree atau makanan yang ditumbuk lembut supaya bayi terbiasa memakan makanan yang ada di sekitarnya. Kenalkan aneka ragam bahan makanan yang terjangkau sesuai kearifan lokal setempat. Pastikan kecukupan asupan nutrisi anak.
  • Ajak bayi berbicara, mengobrol dan bercerita meskipun dia saat ini baru bisa mengoceh dengan bahasa bayi.
  • Amati dan segera respons sinyal yang diberikan oleh bayi. Segera tenangkan saat bayi menangis. Jangan pernah abaikan tangisannya. Menenangkan tangisan sangat berarti untuk membuatnya merasa disayangi, dicintai, aman dan nyaman.
  • Berikan stimulasi bahasa, sensorik dan motorik yang tepat. Ajak bayi bicara, bercerita dan tunjukkan gambar-gambar menarik di buku. Buat aneka macam suara, nada, mimik muka dan irama sehingga bayi belajar lebih banyak.
  • Ajak bayi bermain bersama. Bermain bersama ibu menjadi mainan terbaik untuknya, tempatnya belajar berbagai macam hal dengan riang gembira.
  • Berikan bayi mainan atau benda yang aman untuk digenggam dan dimainkan. Biarkan bayi menyentuh berbagai macam tekstur benda yang aman. Jauhkan benda-benda berbahaya dari sekitarnya sebab saat ini dia sudah bisa meraih berbagai hal yang menurutnya menarik.
  • Kenalkan bayi nama-nama benda disekitarnya. Dia akan belajar serta mengamati semua hal yang ibu tunjukkan saat ini meskipun belum bisa bicara.
  • Ajak bayi berpartisipasi untuk menikmati pengalaman ketika ibu berinteraksi bersama keluarga, teman dan sahabat.
  • Siapkan keamanan rumah bagi bayi yang sudah mulai aktif bergerak sendiri. Jauhkan benda-benda yang berbahaya.
  • Ajak bayi bermain dengan aman di luar rumah supaya makin banyak pengalaman pembelajarannya. Banyak permainan bisa dilakukan dan benda untuk dilihat olehnya. Tentu dengan memastikan keamanan anak.
  • Hindari paparan screen time untuk anak dibawah 2 tahun.

Baca bahasa tubuh bayi untuk melatih ketrampilan motoriknya. Ibu bisa mengamati dan membantu saat bayi sudah siap untuk ke tahap motorik berikutnya. Bayi semakin senang bermain. Bermain menjadi sarana mendapatkan pengalaman baru untuk belajar ketrampilan diri. Dengan bermain bayi akan belajar banyak hal dan semakin mengembangkan ketrampilan yang dimilikinya.

Sediakan mainan bagi bayi. Ibu bisa memilih benda-benda yang mudah diraih, dengan permukaan yang halus dan warna yang menarik seperti sendok warna-warni, mainan krincingan, atau mainan lain. Awasi jangan sampai bayi menelan mainan atau benda yang dimainkannya. Jauhkan mainan yang berpotensi tertelan, tersedak, terjerat, melukai karena tajam atau benda berbahaya lainnya. Baca keterangan mainan di kemasan sehingga pastikan ibu menyediakan mainan sesuai umur anak.

Tanda Perhatian

Segera bawa bayi untuk diperiksa oleh dokter atau ahli yang berkompeten jika terdapat salah satu tanda berikut ini:

  • Sulit melakukan kontak mata
  • Gangguan gerakan satu atau kedua mata ke segala arah misalnya bola mata mengarah keluar sepanjang waktu, atau tidak bisa mengikuti gerakan objek bergerak, kedua mata menyilang sepanjang waktu, dll.
  • Tampak tidak tertarik untuk bicara
  • Tidak menoleh saat dipanggil atau saat mendengar suara
  • Tampak tidak tertarik diajak berinteraksi.
  • Tidak tersenyum atau tampak tidak bisa menunjukkan reaksi yang mewakili emosi seperti rasa senang atau sedih.
  • Belum tengkurap
  • Tidak tertarik meraih benda
  • Sedikit atau bahkan tidak bisa menunjukkan ekspresi perhatian kasih sayang ke pengasuh: misal tidak bisa memeluk ibu
  • Badan bayi tampak lemah terkulai atau sebaliknya justru kaku
  • Tidak mampu duduk atau berdiri padahal tubuhnya sudah disangga/dipegang dengan baik oleh orang lain
  • Gerakan tangan atau kaki tidak seimbang misalnya hanya tertarik menggerakkan satu tangan saja, gerakan kaki tidak seimbang dengan salah satu kaki terseret, dll.
  • Tidak mampu memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya
  • Sulit makan bubur MPASI
  • Mendadak kehilangan ketrampilan yang sudah dikuasai sebelumnya
  • Terdapat tanda sakit atau tanda kegawatdaruratan lainnya

Semua anak tumbuh berkembang dalam pola yang sama, namun setiap anak memiliki langkahnya masing-masing. Setiap anak memiliki kesukaan, sifat dan gaya dalam berinteraksi sosial serta metode belajar sendiri-sendiri. Memahami tahapan tumbuh kembang anak sesuai umur bisa membantu orang tua. Segera konsultasikan ke dokter/ahli yang berkompeten jika terjadi gangguan tumbuh kembang anak.

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

18 replies

  1. dok,anak sy umur 9m7d,umur 6 bln sdh tengkurap,td sukanya guling guling, tdk merangkak,tangan sudah diangkat,tp pantat blm mau angkat2 jg,ambl benda lbh suka guling2.kl dekat baru mau itupun dgn merayap pelan.ktika tengkurap sudah bs berputar 360°
    duduk blm bs,apalagi berdiri,skrg jg blm tumbuh gigi,apakah itu normal dok?

  2. Dok,anak saya tgl 16 bln ini 10 bulan,belum merangkak juga,merayap pake perut belum juga,ga suka tengkurep,kalo di tengkurepin pasti berguling2 tidurpun lebih senang miring atau terlentang,kalo duduk pun di dudukin,sdh ajeg ga goyang2 duduknya,tapi krn khwtr takut ngejeblak ke belakang aku kasih bantal di sekeliling.karena anakku belum bisa duduk dari posisi tidur(bangun sendiri)tapi duduknya sdh kokoh(klo didudukin)

    Sambil duduk,kalo melihat mainan yg dia inginkan pasti menggeram sambil badan n tangannya berusaha mengambil,kalo ga mau makan menggeleng kepala/menepisnya pake tangan,makannya pun sdh mau yg agak kasar teksturnya,giginya sdh tumbuh bagian atas 4(mau 6) bawah 2

    Saya berdiriin,dia mau tapi belum bisa tegap kakinya.kalo kata temen/sodara ke endutan jadinya males gerak,bb 9kg.ngoceh sih iya tapi belum bilang ma ma atau da da ..ngoceh ga jelas,kalo dibecandain ngakak ketawanya,atau kalo melihat sesuatu yg menarik pasti ngelihatin terus,atau kalo minta gendong tangannya langsung terulur

    Saat ini saya coba kasih stimulasi agar mau merangkak
    Emang bener dok kalo kata orang2(ortu terutama) klo tumbuh gigi duluan lambat merangkak atau jalan

    Mohon masukan ya dok.
    Jazakillah khoir

    Ummu fauzan wa shofiyyah

    • Tumbuh gigi tidak ada hubungannya dengan keterlambatan perkembangan anak yaa 🙂

      Coba terus distimulasi merangkak dengan cara diajak bermain di lantai yang aman. Sambil diawasi, posisikan bayi tengkurap lalu rangsang dia supaya mau bergerak misalnya dengan godaan mainan atau bola warna-warni yang menggelinding. Amati keseimbangan dan koordinasi gerak tubuh bayi. Jika ragu atau khawatir bisa konsultasikan dg dokter terdekat 🙂

      Bisa baca tulisan terbaru saya https://duniasehat.net/2014/09/19/bayi-merangkak/

  3. ass, bu dok, anak saya 9m15d, cwe, bb 10,3 p 74cm.. blm merangkak, blm berdiri sendiri, blm duduk sendiri .. tp duduk sudah kuat, di ajak berdiri bisa nopang walopun sebentar .. klo lapar bilang mamam, kenyang geleng2 kepala, responsive pokonya .. sy khawatiiir skali apa karna kegemukan? pdhl asix, mpasi no gulgar.. takut nya gemuknya keterusan bu dok.. gmn yaa?

  4. اسلام عليكم bu dok anak saya sudah umur 9 bulan tapi dia belum bisa duduk,tidak suka tengkurap juga tapi giginya sudah tumbuh 4 .tapi kalo aku pegang sambil di bediriin dia suka loncat” . soalnya aku khawatir sedangkan bayi lain seumuran dia udah pada bisa duduk .apa kira” ada masalah dengan dia ??. mohon masukan dok

    terima kasih

  5. Dok anak saya umur 8 bulan jln 9 bulan.. Gak mau ngocceh .. Klo ngoceh cuma aaaaa…heeehhh gtu doank.. Khawatir bgt dok..

  6. Dok,anak saya umurnya 10 bln,sdh rambatan tapi blm mau. Berdiri sendiri lepas tangan.. Pernah di coba lepas sbentar bisa tapi stelah itu males berdiri.. Bagaimana biar bisa cpet diri sendiri tanpa pegengan dan berjalan ya dok

    • Terkait perkembangan anak, kita tidak bisa memaksa bayi. Kita hanya bisa memberikan stimulasi, misalnya ajak main dengan menggerak2kan mainan di atasnya ketika bayi duduk sehingga bayi tertarik menggapai mainan. Bisa juga mengajak bermain dengan menyangga tubuh bayi dalam posisi berdiri. Kalau bayi sudah capek, biarkan dia jika mau duduk kembali. Tidak boleh dipaksa karena takutnya fisik bayi belum siap atau bayi sendiri justru jadi trauma.

  7. Dokter mau tanya,,putri saya sudah hampir setahun tapi dia tidak mau melaksanakan tepuk tangan ,dada dan menunjuk apa yang dia mau,,,,,walo sudah distimulasi tapibelum ada juga keinginan utk itu,,,,,kemrn2 dia bisa bilang mimik dan mama,,,tapi sekarang semua dipanggil ayah,,,dan tiap kali mimik selalu bilang ah eh ah eh,,tidak ada lagi kata2 mimik,,,,normalkah perkembangan anak saya dokter

  8. Bu saya mau tany,anak saya usia 10 bulan 2 minggu,,, tpi dia di ajarin tepuk tangan,dadadada,dia kurang merespon,,, saya takut dok soalny anak saya sering jatok geblak ke blakang pas naik naik gtu.

  9. Dok anak sy besok pas 10bln bbny bln lalu 8,4 blm bs duduk sendiri tp klo di dudukin dia udh kokoh & kuat lama.. ankku blm tumbuh gigi udh bs tepuk lama joget manggut2 klo ada musik, anakku juga klo di bediriin smbil di sangga kakiny gk kuat lama agak sedikit lemes tp klo jln di baby walker dia lincah bgt.. apa itu normal dok? Mohon pencerahannya.. terimahaksih

    • Bisa bawa anak supaya diskrining dengan tes di dokter anak untuk tahu kondisi anak normal atau tidak. Baby walker memang tidak dianjurkan untuk dipakai. Ibu bisa mencoba metode lain untuk memberikan stimulasi perkembangan anak yang lebih baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s