BAYI UMUR EMPAT BULAN

Bayi Umur 4 Bulan

Artikel berikut ini membahas bayi berumur 4 – 5 bulan. Bayi telah genap melewati ulang bulan ke-4 dan menjelang umur 5 bulan.

Pertumbuhan Bayi Umur 4 Bulan

Bayi terus bertumbuh secara fisik, kemampuan dan sosial sehingga semakin mampu berinteraksi dengan dunia disekitarnya.

Pada bulan ini bayi bertambah berat sekitar 560 – 600 gram. Panjang badannya bertambah panjang sekitar 2 cm. Pada 6 bulan pertama pertumbuhan anak memang sangat pesat. Para bayi sudah mencapai dua kali berat lahirnya pada umur 4 – 6 bulan. Ibu tidak perlu risau jika bayi gemuk selama bayi diberi ASI saja. Pertumbuhan bayi dalam 6 bulan pertama memang sangat pesat sekali. Kemudian laju pertumbuhan akan mulai melambat (meski tentu saja tetap tumbuh) setelah di atas umur 6 bulan. Setiap bayi memiliki kecepatan pertumbuhan berbeda, bisa lebih besar atau lebih kecil, namun tetap terus tumbuh mengikuti kurva pertumbuhan normalnya.

Tenaga kesehatan akan mengukur berat badan (BB), panjang badan (PB) dan lingkar kepala (LK) setiap bulan. Anak di bawah umur 1 tahun sebaiknya diukur berat badannya setiap bulan. Data akan dicatat dalam kurva pertumbuhan kemudian dibandingkan dengan nilai normal. Bayi yang sehat akan selalu tumbuh berada pada kurva yang sesuai dengan pola pertumbuhannya.

Setiap ibu sebaiknya bisa membaca kurva pertumbuhan bayi supaya bisa memantau kesehatan anaknya. Anda akan melihat anak memiliki kurva pertumbuhannya dan akan selalu tumbuh mengikuti kurva miliknya ini. Tujuan memahami kurva pertumbuhan supaya ibu bisa waspada pada kasus dimana terjadi gangguan pertumbuhan sehingga bisa segera ditangani dengan baik.

Perkembangan Bayi Umur Empat Bulan

Tahapan perkembangan anak berkelanjutan dari bulan-bulan sebelumnya. Mencapai tahapan perkembangan sesuai umur sangat penting bagi proses belajar tahapan perkembangan di waktu berikutnya. Stimulus yang tepat sangat membantu untuk memaksimalkan pencapaian sebuah ketrampilan. Bayi semakin menguasai ketrampilan sebelumnya dan mulai belajar ketrampilan baru.

Kemampuan Bahasa Dan Komunikasi

  • Bayi mulai memiliki ekspresi untuk meminta perhatian.
  • Bisa tersenyum, tertawa, memekik dan mengoceh riang gembira.
  • Akan membalas dengan mengoceh saat ditirukan ocehannya.
  • Memperhatikan gerak bibir orang lain saat diajak berbicara.
  • Memiliki berbagai macam jenis tangisan berbeda untuk memberitahu orang lain apakah dia sedang lapar, mengantuk, bosan, ingin diajak bermain, minta ditemani atau sakit.

Perkembangan Fisik dan Motorik

  • Mampu tengkurap sendiri, juga mungkin sudah mulai bisa berguling
  • Kepala dan dada ditegakkan dengan disangga kedua tangannya saat dalam posisi tengkurap
  • Mulai mencoba untuk meraih dan mengambil benda
  • Mampu mengambil lalu memasukkan mainan/benda ke mulutnya, biasanya dengan kedua tangannya
  • Kepala tegak saat posisi duduk. Kontrol kepala saat duduk sudah baik.

Perkembangan Sosial dan Emosional

  • Tersenyum saat merespons hal yang menyenangkan dan membuatnya bahagia seperti digelitikin
  • Mampu merespons perilaku rasa sayang orang lain dengan tersenyum atau bahagia
  • Mengoceh saat diajak berbicara oleh orang lain. Ikut berinteraksi sosial dengan mengoceh saat melihat orang lain mengobrol
  • Mampu bermain dan menenangkan diri sendiri untuk sejenak seperti sibuk mengemut tangan atau jari-jemari
  • Senang saat melihat pengasuh mendekatinya

Perkembangan Kognitif (Berpikir dan Belajar)

  • Perhatiannya mudah dialihkan oleh hal-hal yang tampak menarik baginya, contoh segera memperhatikan saat mendengar suara ketika sedang disusui
  • Mulai memperhatikan rutinitas, contoh berhenti menangis ketika tahu ibu akan menyusuinya atau menekuk kaki ketika popoknya akan diganti
  • Mengulang-ulang kegiatan tertentu untuk mendapatkan efek yang diinginkannya, contoh menggoyang-goyangkan mainan supaya mendengar bunyinya
  • Meraih benda untuk diamati menggunakan tangannya
  • Tertarik mempelajari benda/mainan dengan meraih, memegang menggunakan tangan, memasukkan ke dalam mulutnya dan memperhatikan benda tersebut.

Bayi biasanya sudah tidak sering menangis atau rewel lagi.

Lakukan Kontrol Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kunjungi tenaga kesehatan sesuai  jadwal. Tanyakan semua hal yang ingin orang tua ketahui dan minta nasehat yang akurat terkait perawatan serta kesehatan bayi. Berikan vaksinasi lengkap sesuai jadwal imunisasi bayi. Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum, mengukur suhu, menghitung denyut nadi, melihat tahapan perkembangan bayi, melakukan pemeriksaan mata, pendengaran, melihat kondisi panggul dan mengamati gerakan bayi.

Bayi sebaiknya diukur berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala (LK) rutin setiap bulan. Ibu bisa membawa bayi ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Catat data pertambahan BB, PB dan LK pada kurva pertumbuhan bayi. Setiap orang tua harus mampu membaca kurva pertumbuhan. Pelajari tentang dasar ilmu kesehatan anak dari sumber terpercaya.

Saran Bagi Orang Tua

Orang tua dan orang-orang terdekat bayi sebaiknya segera memberikan respons permintaan bayi. Berikan stimulus motorik halus-kasar, bahasa, sosial-emosional yang sesuai dengan tahapan perkembangan bayi, seperti berikut ini:

  • Lindungi bayi dari bahaya fisik
  • Menyusui tanpa dibatasi dengan melihat tanda kenyang, tanda lapar dan tanda kecukupan asupan ASI yang diberikan oleh tubuh bayi. Ibu saat ini disarankan untuk memberikan ASI eksklusif hingga umur 6 bulan. Pada saat bayi telah genap berumur 6 bulan, maka berikan memberikan MPASI bergizi seimbang dengan meneruskan menyusui hingga umur anak 2 tahun. Pastikan kecukupan asupan nutrisi anak.
  • Ajak bayi berbicara, mengobrol dan bercerita meskipun dia saat ini baru bisa mengoceh dengan bahasa bayi.
  • Amati dan segera respons sinyal yang diberikan oleh bayi. Segera tenangkan saat bayi menangis. Jangan pernah abaikan tangisannya. Menenangkan tangisan sangat berarti untuk membuatnya merasa disayangi, dicintai, aman dan nyaman.
  • Berikan stimulasi bahasa, sensorik dan motorik yang tepat. Ajak bayi bicara, bercerita dan tunjukkan gambar-gambar menarik di buku. Buat aneka macam suara, nada, mimik muka dan irama sehingga bayi belajar lebih banyak.
  • Ajak bayi bermain tummy time dengan ditemani dan tentu saja diawasi di tempat yang aman. Tempatkan bayi belajar tengkurap di tempat yang datar supaya bisa bergerak bebas. Letakkan mainan atau benda-benda yang menarik di hadapan dan sekelilingnya untuk menstimulasinya meraih benda tersebut. Bayi akan tertarik untuk meraih benda yang bergerak-gerak di hadapannya. Kegiatan bermain di lantai yang aman juga bisa menjadi kesempatan untuk melatih bayi tengkurap. Awasi dan hentikan tummy time jika dia sudah tampak bosan, minta bantuan atau capek ingin berhenti.
  • Berikan bayi mainan atau benda yang aman untuk digenggam dan dimainkan. Biarkan bayi menyentuh benda-benda dengan berbagai tekstur. Tawarkan mainan dan lihat reaksi bayi apakah dia bisa meraih mainan yang ditawarkan dengan tangan atau kakinya.
  • Kenalkan bayi nama-nama benda disekitarnya. Dia akan belajar serta mengamati semua hal yang ibu tunjukkan saat ini meskipun belum bisa bicara.
  • Amati cara bayi mengenali bagian tubuhnya seperti memainkan tangan, menghisap genggaman tangan atau keinginan mulai berguling kanan-kiri.
  • Ajak bayi berpartisipasi untuk menikmati pengalaman ketika ibu berinteraksi bersama keluarga, teman dan sahabat.
  • Hindari paparan screen time untuk anak dibawah 2 tahun.

Baca bahasa tubuh bayi untuk melatih ketrampilan motoriknya. Ibu bisa mengamati dan membantu saat bayi sudah siap untuk ke tahap motorik berikutnya. Bayi semakin senang bermain. Bermain menjadi sarana mendapatkan pengalaman baru untuk belajar ketrampilan diri. Dengan bermain bayi akan belajar banyak hal dan semakin mengembangkan ketrampilan yang dimilikinya. Sediakan mainan bagi bayi. Ibu bisa memilih benda-benda yang mudah diraih, dengan permukaan yang halus dan warna yang menarik seperti sendok warna-warni, mainan krincingan, atau mainan lain. Awasi jangan sampai bayi menelan mainan atau benda yang dimainkannya. Jauhkan mainan yang berpotensi tertelan, tersedak, terjerat, melukai karena tajam dan berbahaya. 

Tanda Perhatian

Segera bawa bayi untuk diperiksa oleh dokter atau ahli yang berkompeten jika terdapat salah satu tanda berikut ini:

  • Sudah bisa mengoceh tapi kemudian bayi diam tidak mau bicara lagi
  • Tidak bisa menjaga kepala tegak saat duduk disangga dengan baik
  • Tampak tidak menyadari saat ada orang memasuki ruangan
  • Tampak tidak tertarik mengambil mainan/barang didekatnya
  • Tidak merespons suara atau bunyi yang menyenangkan
  • Kekakuan atau kesulitan gerak pada tangan dan kaki bayi
  • Bayi selalu menggerak-gerakkan kepala dengan gelisah
  • Bayi tampak lemah atau terkulai
  • Sedikit atau bahkan tidak merespons sama sekali terhadap suara, wajah orang yang familiar atau saat ditawarkan untuk menyusu.
  • Tidak bisa memperhatikan saat diajak berinteraksi dengan orang baru atau terlalu ketakutan saat bertemu orang asing atau di tempat asing.
  • Menolak menyusu
  • Tidak mampu meraih dan menggenggam mainan di umur 3 – 4 bulan
  • Tidak mengoceh
  • Mulai mengoceh tapi tidak tampak tertarik mencoba meniru suara ibu/pengasuh lain di umur 4 bulan
  • Tidak tampak menjejak-jejakkan kaki ke bawah saat tubuhnya disangga dengan kaki tegak berada di tempat yang keras dan rata di umur 4 bulan
  • Gangguan gerakan satu atau kedua mata ke segala arah
  • Kedua mata menyilang sepanjang waktu
  • Mata selalu basah dengan air mata, air mata selalu menetes seperti menangis atau sensitif terhadap cahaya
  • Tangan hanya aktif satu sisi saja: tampak hanya meraih dan memainkan mainan dengan satu tangan
  • Mendadak kehilangan ketrampilan yang sudah dikuasai sebelumnya
  • Menolak untuk digendong, dipeluk atau dibuai. Tidak memperlihatkan respons rasa cinta dan kasih sayang ke orang-orang terdekatnya
  • Terdapat tanda sakit atau tanda kegawatdaruratan lainnya

Semua anak tumbuh berkembang dalam pola yang sama, namun setiap anak memiliki langkahnya masing-masing. Setiap anak memiliki kesukaan, sifat dan gaya dalam berinteraksi sosial serta metode belajar sendiri-sendiri. Memahami tahapan tumbuh kembang anak sesuai umur bisa membantu orang tua. Segera konsultasikan ke dokter/ahli jika terjadi gangguan tumbuh kembang anak.

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

3 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s