BAYI UMUR DUA BULAN

Bayi Umur 2 Bulan

Artikel berikut ini membahas bayi berumur 2 – 3 bulan. Bayi telah genap melewati ulang bulan ke-2 dan menjelang umur 3 bulan.

Pertumbuhan Bayi Umur Dua Bulan

Dua-tiga bulan pertama menjadi fase pertumbuhan yang paling cepat. Panjang badannya bertambah 2,5 – 3,8 cm dan beratnya bertambah minimal sekitar 900 gram. Beberapa bayi bahkan bertambah berat badan lebih banyak lagi.

Setiap bayi mengalami growth spurt dimana terjadi percepatan pertumbuhan sehingga menjadi rewel meminta lebih sering menyusu untuk beberapa hari. Susui bayi tanpa dibatasi dengan melihat tanda lapar, tanda kenyang dan tanda kecukupan asupan ASI pada tubuh bayi. Pastikan bayi mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi kebutuhan tumbuh-kembangnya. Setiap bayi memiliki kecepatan pertumbuhan berbeda, bisa lebih besar atau lebih kecil, namun tetap terus tumbuh mengikuti kurva pertumbuhan normalnya.

Tenaga kesehatan akan mengukur berat badan (BB), panjang badan (PB) dan lingkar kepala (LK) setiap bulan. Data akan dicatat dalam kurva pertumbuhan kemudian dibandingkan dengan nilai normal. Bayi yang sehat akan selalu tumbuh serta berada pada pola pertumbuhannya. Setiap ibu sebaiknya bisa membaca kurva pertumbuhan bayi supaya bisa memantau kesehatan anaknya. Anda akan melihat anak memiliki kurva pertumbuhannya dan akan selalu tumbuh mengikuti kurva miliknya ini. Tujuan memahami kurva pertumbuhan supaya ibu bisa waspada pada kasus dimana terjadi gangguan pertumbuhan sehingga bisa segera ditangani dengan baik.

Tahapan Perkembangan Bayi Umur Dua Bulan

Para bayi mengalami perkembangan kemampuan gerak-motorik kasar yang sangat dramatis dimulai dari bagian kepala terlebih dahulu kemudian ke kaki. Ketrampilan koordinasi gerakan mata – tangan dan motorik halus lainnya juga berkembang dengan pesat. Pada mulanya gerakan bayi adalah gerakan refleks yang tak tentu arah kemudian berubah menjadi gerakan yang dikendalikan secara sadar.

Tahapan perkembangan anak berkelanjutan dari bulan-bulan sebelumnya. Mencapai tahapan perkembangan sesuai umur sangat penting bagi proses belajar tahapan perkembangan di waktu berikutnya. Stimulus yang tepat sangat membantu untuk memaksimalkan pencapaian sebuah ketrampilan. Bayi semakin menguasai ketrampilan sebelumnya dan mulai belajar ketrampilan baru.

Kemampuan Bahasa Dan Komunikasi

  • Bayi mampu membuat tangisan berbeda untuk menunjukkan apakah lapar, mengantuk, bosan, capek atau sakit.
  • Mampu membuat suara-suara “cooing” dan “gurgling” seperti “ooh” “aah”
  • Umur 2 bulan bayi bisa menyadari kehadiran orang lain di sekitarnya. Bayi bisa mengenali wajah, suara dan senyuman dari orang terdekatnya. Bayi bisa menoleh saat mendengarkan suara orang berbicara.
  • Bayi bisa merespons senyum saat diajak bermain, diberi sentuhan lembut yang nyaman, diajak berbicara dan diajak tersenyum.

Perkembangan Fisik dan Motorik

  • Saat posisi tengkurap bayi mampu mengangkat kepala dan bahkan mulai bisa mendorong pakai tangannya.
  • Kepala sudah mulai terkontrol dengan baik saat bayi disangga dengan posisi duduk.
  • Refleks newborn mulai menghilang seperti refleks moro dan refleks tonic (fencer’s pose)
  • Genggaman tangan mulai sering terbuka

Perkembangan Sosial dan Emosional

  • Bisa menyamankan dirinya sendiri, biasanya dengan menghisap genggaman tangan atau jari
  • Mencari-cari orang tuanya terutama saat posisi didekatnya.
  • Tersenyum saat merasa bahagia

Perkembangan Kognitif (Berpikir dan Belajar)

  • Bayi sudah bisa merasa bosan dan memberitahu orang lain disekitarnya dengan rewel saat dia ingin perubahan suasana atau pemandangan
  • Terlihat memperhatikan saat ada suara
  • Bisa fokus serta mengikuti sebuah benda/wajah yang digerakkan dari sisi ke sisi lainnya

Bayi bisa menunjukkan keinginan untuk diajak bermain atau justru untuk beristirahat. Bayi sangat menikmati saat diajak tersenyum dan berbicara. Bayi akan meresponnya dengan gerakan tangan dan kaki yang aktif. Bayi bermain dengan tersenyum, tertawa dan menendang-nendang. Bayi mampu menggerakkan mata mengikuti gerakan orang atau benda. Bisa menangkap dan menggenggam jari ibu atau mainan yang disodorkan ke tangannya. Mengangkat-angkat kepala ke payudara saat didekap untuk menyusu. Bayi bisa menjalin kedekatan, belajar untuk percaya dan yakin pada orang lain.

 Saran Bagi Orang Tua

Orang tua dan orang-orang terdekat bayi sebaiknya segera memberikan respons permintaan bayi. Berikan stimulus motorik halus-kasar, bahasa, sosial-emosional yang sesuai dengan tahapan perkembangan bayi, seperti berikut ini:

  • Lindungi bayi dari bahaya fisik
  • Berikan ASI eksklusif. Ibu saat ini disarankan untuk memberikan ASI eksklusif hingga umur 6 bulan. Pada saat bayi telah genap berumur 6 bulan, maka berikan memberikan MPASI bergizi seimbang dengan meneruskan menyusui hingga umur anak 2 tahun. Menyusui tanpa dibatasi dengan melihat tanda yang diberikan oleh tubuh bayi dan pastikan kecukupan asupan nutrisi anak.
  • Ajak bayi bermain, berbicara dan bernyanyi. Bayi akan menikmatinya dan ini bisa membangun ikatan kasih sayang dengan bayi.
  • Dekap hangat bayi dalam pelukan. Lakukan kontak kulit bersama bayi.
  • Amati dan segera respons sinyal yang diberikan oleh bayi. Segera tenangkan saat bayi menangis. Jangan pernah abaikan tangisannya. Menenangkan tangisan sangat berarti untuk membuatnya merasa disayangi, dicintai, aman dan nyaman.
  • Berikan stimulasi bahasa, sensorik dan motorik yang tepat. Ajak bayi bicara, bercerita dan tunjukkan gambar-gambar menarik di buku.
  • Ajak bayi bermain tummy time dengan ditemani dan tentu saja diawasi di tempat yang aman. Tempatkan bayi belajar tengkurap di tempat yang datar supaya bisa bergerak bebas. Letakkan mainan atau benda-benda yang menarik di hadapan dan sekelilingnya untuk menstimulasinya meraih benda tersebut. Bayi akan tertarik untuk meraih benda yang bergerak-gerak di hadapannya. Kegiatan bermain di lantai yang aman juga bisa menjadi kesempatan untuk melatih bayi tengkurap. Awasi dan hentikan tummy time jika dia sudah tampak bosan, minta bantuan atau capek ingin berhenti.
  • Berikan bayi mainan atau benda yang aman untuk digenggam dan dimainkan. Biarkan bayi menyentuh benda-benda dengan berbagai tekstur. Tawarkan mainan dan lihat reaksi bayi apakah dia bisa meraih mainan yang ditawarkan dengan tangan atau kakinya.
  • Amati cara bayi mengenali bagian tubuhnya seperti memainkan tangan, menghisap genggaman tangan atau keinginan mulai berguling kanan-kiri.
  • Bantu bayi menenangkan dirinya sendiri seperti menikmati kegiatan menggunakan mainan, selimut atau boneka. Bayi bisa menghisap-hisap jarinya untuk menenangkan diri.
  • Hindari paparan screen time untuk anak dibawah 2 tahun.

Boneka juga untuk menstimulus kemampuan bahasa dan sosialnya. Bayi akan bisa segera “mengajak ngobrol” teman-berbulu ini dan dia akan berlatih untuk mandiri-menenangkan dirinya.

Pada usia 2 – 3 bulan ini hal yang sering membuat frustasi adalah sesi-sesi tangisan panjang bayi tanpa penyebab yang jelas. Menangis merupakan cara bayi untuk berkomunikasi. Bayi menangis saat lapar, tidak nyaman, tertekan atau hanya sekedar ingin diperhatikan.Lambat-laun ibu akan belajar mengenali arti tangisan bayi.

Sebagian besar bayi baru lahir akan memuncak tangisannya di umur 6 minggu lalu akan mulai jarang menangis. Saat umur 3 bulan biasanya bayi menangis total jumlah tangisan sekitar 1 jam dalam 24 jam. Beberapa bayi akan menangis lebih sering daripada yang lain dan bisa jadi karena kolik. Konsultasikan ke dokter anak untuk memastikan bayi tidak sakit.

Menghabiskan waktu bersama bayi yang rewel dan menangis kencang sangatlah berat. Namun pastikan ibu tetap tenang kemudian dekap lembut dalam hangat buaian yang menyamankan bayi. Ini akan mengajarkan pada bayi bahwa dia tidak sendiri dan bahwa ada ibu yang akan selalu menemaninya. Jika ibu merasa tertekan hal ini bisa membuat bayi lebih rewel dan sering menangis. Segera periksa konsultasi ke dokter/ahli jika ibu merasa tertekan, stres, sedih atau frustasi dengan keadaan.

Bagi bayi-muda ini ketika dia tahu bahwa ibu dan orang-orang terdekatnya bisa memenuhi kebutuhannya akan membuat bayi mengerti bahwa dia dicintai dan merasa bahwa dia hidup di dunia yang aman. Hal ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri, penghargaan diri serta mudah menjalin relasi yang baik bersama orang lain hingga kelak dia dewasa.

Lakukan Kontrol Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kunjungi tenaga kesehatan sesuai  jadwal. Tanyakan semua hal yang ingin orang tua ketahui dan minta nasehat yang akurat terkait perawatan bayi. Berikan vaksinasi lengkap sesuai jadwal imunisasi bayi. Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum, mengukur suhu, menghitung denyut nadi, melihat tahapan perkembangan bayi, melakukan pemeriksaan mata, pendengaran, melihat kondisi panggul dan mengamati gerakan bayi.

Bayi sebaiknya diukur berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala (LK) rutin setiap bulan. Ibu bisa membawa bayi ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Catat data pertambahan BB, PB dan LK pada kurva pertumbuhan bayi. Setiap orang tua harus mampu membaca kurva pertumbuhan. Pelajari tentang dasar ilmu kesehatan anak dari sumber terpercaya.

Tanda Perhatian

Segera bawa anak untuk diperiksa oleh dokter dan ahli yang berkompeten jika terjadi salah satu hal berikut ini:

  • Bayi menyusu dengan buruk atau menolak menyusu
  • Bayi tidak merespons suara keras
  • Bayi seperti tidak menyadari tangannya di umur 2 bulan
  • Mata bayi tidak mengikuti benda bergerak di umur 2 – 3 bulan atau bola mata tampak tidak seimbang. Gerakan mata ke segala arah terganggu atau mata cenderung bergerak menyilang sepanjang waktu. Mata yang terkadang bergerak menyilang memang bisa normal pada bayi muda, namun tidak sepanjang waktu sehingga penting untuk dikonsultasikan ke dokter.
  • Tangan dan kaki bayi hanya bergerak sedikit, atau tidak bergerak sama sekali, atau pergerakan tangan dan kaki tidak seimbang.
  • Bayi tampak lemah.
  • Sedikit atau bahkan tidak bereaksi terhadap suara dan sinar terang
  • Bayi seperti tidak melihat ketika diajak berbicara atau bermain
  • Bayi tidak mengeluarkan suara sama sekali.
  • Menangis terus-menerus dengan penyebab yang tidak jelas
  • Terdapat tanda sakit atau tanda kegawatdaruratan lainnya

Semua anak tumbuh berkembang dalam pola yang sama, namun setiap anak memiliki langkahnya masing-masing. Setiap anak memiliki kesukaan, sifat dan gaya dalam berinteraksi sosial serta metode belajar sendiri-sendiri. Memahami tahapan tumbuh kembang anak sesuai umur bisa membantu orang tua. Segera konsultasikan ke dokter/ahli jika terjadi gangguan tumbuh kembang anak.

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s