Tumbuh Kembang Otak Anak Usia Dini

Pertumbuhan anak adalah perubahan pada berat badan, panjang badan dan lingkar kepala anak. Perkembangan anak adalah proses perubahan dimana bertambahnya kemampuan seorang anak melakukan aktivitas fisik, berpikir, merasa, berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang serta benda yang semakin kompleks. Proses ini sering diekspresikan sebagai perkembangan fisik, pola pikir, emosi serta sosial.

Tulisan kali ini saya ingin sedikit membahas tentang tumbuh kembang otak anak 🙂

Otak merupakan pusat pengontrol. Otak terdiri dari otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), diencephalon (thalamus, hypothalamus), batang otak/brainstem (otak tengah/midbrain, pons dan medulla oblongata) yang memiliki fungsi sebagai berikut:

bagian otak (Sumber gambar: Fundamentals of Anatomy and Physiology 9th ed, Martini et al, Pearson Benjamin Cummings, 2012)

Dahulu pencapaian tumbuh kembang otak dipercayai akibat pengaruh genetik yang diturunkan dari orang tua serta pengelolaan anak saat dia sudah besar. Genetik memang akan mempengaruhi perkembangan, namun pengalaman yang diperoleh dari interaksi bersama orang lain pun akan memberikan pengaruh penting bagi perkembangan anak.

Perkembangan anak dipengaruhi oleh multidimensi dan meliputi wilayah kognitif-bahasa, sensorik-motorik dan sosial-emosional. Keseluruhan wilayah perkembangan ini saling mempengaruhi satu sama lain. Kognitif adalah proses otak untuk berpikir yang meliputi perhatian, ingatan dan persepsi. Sensorik adalah kemampuan menerima rangsangan stimulasi dari lingkungan. Motorik adalah kemampuan dalam melakukan gerakan tubuh. Perkembangan fungsi kognitif dan non-kognitif yang baik akan mempengaruhi kemampuan akademik, produktivitas dan fungsi dari seorang individu. Menurut Grantham-McGregor et al (2007), seorang anak yang kehilangan kesempatan untuk berkembang di masa kanak-kanaknya akan bisa mengalami 20% penurunan penghasilan yang harusnya bisa dia capai di masa dewasanya kelak.

Perkembangan Otak Bayi

Sel saraf penyusun otak disebut dengan neuron. Saat bayi lahir telah terbentuk hampir seluruh neuron penyusun otak. Lebih dari 100 milyar neuron telah dimiliki oleh seorang bayi ketika terlahir ke dunia.

Saat di dalam rahim, terjadi proses pembentukan dan perpindahan neuron ke bagian otak yang lain. Neuron juga akan mengalami diferensiasi menjadi sel-sel saraf khusus akibat sinyal kimiawi di dalam otak janin. Wilayah di otak yang akan tumbuh dan berkembang sempurna pertama kali adalah region batang otak (medulla oblongata) dan otak tengah (midbrain) yang berfungsi sebagai pusat fungsi otonom pengaturan kebutuhan dasar kehidupan seseorang seperti bernafas, denyut jantung, dll.

embriologi otak (Sumber gambar: Fundamentals of Anatomy and Physiology 9th ed, Martini et al, Pearson Benjamin Cummings, 2012)

Neuron-neuron di otak bayi masih akan berkembang selama bayi tumbuh menjadi dewasa. Namun neuron-neuron yang telah terbentuk di otak pada masa bayi akan terus dia gunakan hingga masa kanak-kanak, remaja dan dewasa. Neuron-neuron di otak bawah telah berkembang dengan sempurna sehingga memungkinkan seorang bayi untuk bernafas, makan, melihat, mendengar, mencium, bersuara, merasakan sesuatu dan mengenali orang-orang terdekatnya.

neuron (Sumber gambar: Fundamentals of Anatomy and Physiology 9th ed, Martini et al, Pearson Benjamin Cummings, 2012)

Region bagian atas otak pada bayi yaitu korteks cerebri (bagian yang terletak di permukaan cerebrum) dan sistem limbik belum sempurna terbentuk saat bayi lahir. Wilayah otak ini berfungsi dalam pengaturan emosi, bahasa dan berpikir abstrak. Setiap region otak akan bekerja dan berfungsi melalui serangkaian proses rumit yang melibatkan mediator kimiawi seperti neurotransmitter dan hormon untuk berkomunikasi dengan bagian tubuh yang lain.

Otak irisan sagital (Sumber gambar: Fundamentals of Anatomy and Physiology 9th ed, Martini et al, Pearson Benjamin Cummings, 2012)

Sinapsis, Myelinisasi dan Pembentukan Ingatan

Perkembangan dan proses belajar di otak terjadi melalui proses pembentukan, penguatan dan pemutusan hubungan-antar-neuron yang disebut sinapsis. Proses sinapsis akan mengorganisasikan otak melalui pembentukan jalur yang akan menghubungkan antar-bagian-otak yang memerintahkan seluruh aktivitas tubuh kita, muali dari bernafas hingga berpikir dan merasakan sesuatu. Ini merupakan inti dari perkembangan otak sesaat setelah bayi terlahir ke dunia, karena ketika lahir baru sedikit sinapsis yang telah terbentuk di otak. Sinapsis yang telah terbentuk saat lahir merupakan sinapsis yang mengatur fungsi dasar tubuh seperti denyut jantung, pernafasan, pengolahan makanan (makan) dan tidur.

Perkembangan sinapsis di awal usia anak terjadi akibat respons terhadap pengalaman anak. Korteks cerebri pada anak kecil yang sehat bisa membentuk sebanyak 2 juta sinapsis per detik. Di umur 3 tahun, otak seorang anak memiliki sekitar 1.000 trilyun sinaps, atau bahkan lebih. Beberapa sinapsis ini akan menjadi semakin kuat terbentuk namun banyak sinapsis akan menghilang perlahan selama masa pertumbuhan anak. Pada masa remaja biasanya tinggal separuh saja sinapsis yang tetap ada. Perkembangan otak ini terus berlanjut hingga seumur hidup manusia sehingga ini memungkinkan kita untuk terus belajar, mengingat dan mengadaptasi kebiasaan baru hingga tutup usia.

Ketika ada stimulus maka otak akan membentuk jalur merespons stimulus tersebut. Seperti ketika ada seseorang yang mengajak bayi bicara. Semakin sering bayi diajak berbicara maka kemampuan bicara dan bahasanya akan makin berkembang akibat banyaknya jalur sinapsis yang terbentuk dengan kuat. Jika jarang diajak bicara maka jalur sinapsis ini akan menghilang karena hanya dengan stimulasi lingkungan berulang sinapsis akan terbentuk kuat. Anak akan belajar untuk menyesuaikan di lingkungan tempat dia tumbuh. Anak akan mempelajari stimulasi hal-hal baik maupun hal buruk yang dia terima dari lingkungan.

sinapsis (Sumber gambar: Fundamentals of Anatomy and Physiology 9th ed, Martini et al, Pearson Benjamin Cummings, 2012)

Proses penting lain yang terjadi di otak anak yang sedang berkembang adalah myelinisasi. Myelin adalah selubung neuron. Myelin akan membantu transmisi neurotransmitter menyebrang sinaps berlangsung dengan baik. Anak kecil akan memproses informasi dengan lambat karena myelinnya masih sedikit.

Myelinisasi mulai terbentuk di area motoric primer dan sensorik (pada batang otak dan korteks cerebri) dan kemudian mulai menyebar di area lain yang lebih tinggi seperti area yang mengontrol pikiran, ingatan dan perasaan. Pengalaman yang diperoleh seorang anak akan mempengaruhi kecepatan dan kualitas pertumbuhan myelin yang akan berlangsung hingga dia dewasa.

myelin (Sumber gambar: Fundamentals of Anatomy and Physiology 9th ed, Martini et al, Pearson Benjamin Cummings, 2012)

Di usia 3 tahun pertumbuhan otak bayi telah mencapai 90% otak dewasa. Pertumbuhan masing-masing region dipengaruhi oleh stimulasi yang akan merangsang aktivitas persarafan region otak tersebut. Stimulasi ini diperoleh dari pembelajaran sehari-hari. Otak memiliki kemampuan untuk berubah saat merespons stimulasi-berulang. Kemampuan ini disebut sebagai “plasticity”. Plasticity bagian otak bergantung pada tahap perkembangan otak terkait. Bagian otak-bawah seperti batang otak relatif tidak plastis, sedangkan bagian yang menangani fungsi yang lebih tinggi seperti korteks cerebri bersifat sangat plastis. Plasticity ini memungkinkan kita untuk terus belajar hingga mati.

Terdapat periode sensitif bagi dalam masa perkembangan. Periode sensitif bagi otak manusia ini belum bisa ditentukan dengan jelas. Namun kita semua telah mengetahui dan memahami bahwa sinapsis dan jalur persarafan dengan harapan kemampuan yang dimilikinya suatu saat bisa menghilang jika tidak mendapat stimulus yang baik. Misalnya: setiap anak memiliki kecenderungan secara genetik untuk dekat dengan pengasuh utamanya (ibu dan ayah). Namun jika pengasuh tidak responsif atau justru bersikap menakutkan maka proses kedekatan yang berlangsung akan terganggu hingga ke depan anak akan sulit membuat hubungan relasi antar-manusia yang sehat.

Semakin bertambah tinggi tahapan perkembangan, semakin banyak hal yang lebih kompleks yang harus anak pelajari dan semua akan lebih mudah jika dia telah memiliki jaringan persarafan yang terbentuk dari tahapan perkembangan sebelumnya. Meskipun demikian, otak anak maupun orang dewasa tetap bisa mempelajari pengalaman-pengalaman yang hilang setelah periode sensitif terlewati, meski hal ini lebih sulit.

ikatan anak - ortu

Semakin sering stimulus pengalaman yang diterima oleh otak akan membuat jaringan persarafan yang terbentuk semakin kokoh sehingga menjadi proses pembentukan ingatan bagi anak. Ingatan memungkinkan otak untuk bekerja lebih cepat tanpa usaha yang berat untuk melakukannya karena jaringan persarafan yang ada membuat laju informasi lebih mudah dan efisien.

Jaringan serabut saraf(

Sumber gambar: Fundamentals of Anatomy and Physiology 9th ed, Martini et al, Pearson Benjamin Cummings, 2012)i Otak

Salah satu penyebab pertumbuhan otak yang buruk adalah malnutrisi. Anak yang mengalami malnutrisi memiliki prestasi yang lebih buruk saat di sekolah, cenderung tidak produktif saat bekerja dan sulit membangun relasi yang sehat dengan sesamanya. Anak dengan malnutrisi juga lebih rentan terhadap penyakit fisik dan gangguan kejiwaan.

Lack food, lack stimulation

Namun, otak anak membutuhkan lebih dari sekedar makanan yang bergizi untuk tumbuh berkembang dengan baik. Pertumbuhan dan perkembangan memang saling melengkapi, namun tidak sama. Contohnya: anak yang mengalami pertumbuhan otot yang buruk akan sulit untuk bisa berlari dan bermain; anak yang ototnya tumbuh dengan baik namun tidak ada yang mengajaknya bermain dia juga tidak akan bisa bermain. Untuk tumbuh berkembang dengan baik seorang anak membutuhkan perawatan, perhatian, kepedulian dan stimulasi.

Lingkungan tempat seorang anak tumbuh akan “memahat” otaknya. Anak yang tumbuh di dengan paparan risiko biologis dan lingkungan yang buruk akan membuat pertumbuhan otaknya terganggu, bahkan mempengaruhi struktur dan fungsi otaknya hingga seumur hidup. Stimulasi yang kurang dan hubungan relasi yang tidak berkualitas yang diperoleh seorang anak di masa kritis ini akan membuat pertumbuhan emosional, sosial, fisik dan kemampuan berpikirnya menjadi kerdil. Saat berumur 4 – 6 tahun sudah terlihat kesenjangan yang nyata antara anak yang mendapatkan lingkungan yang baik dengan yang tidak baik.

Bermain merupakan komponen penting dalam stimulasi dini dan menjadi pusat dalam interaksi ibu – anak yang baik. Bermain merupakan kesempatan bagi aktivitas-aktivitas yang penting bagi perkembangan anak yang baik. Bayi, balita dan anak-anak belajar saat sedang bermain. Bermain akan menguatkan ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak.

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s