Bencana Kebakaran Hutan dan Kesehatan Kita

Indonesia adalah negara yang memiliki hamparan hutan yang luas hingga 99,6 juta hektar atau sebesar 52,3% luas wilayah Indonesia (data: Buku Statistik Kehutanan Indonesia Kemenhut 2011 yang dipublikasikan pada bulan Juli, 2012). Hutan selain menyimpan potensi kekayaan keanekaragaman hayati juga merupakan produsen air dan udara bersih. Hutan Indonesia yang begitu luas menyumbang oksigen bagi dunia sehingga dijuluki sebagai salah satu paru-paru dunia.

Sayangi alam

Pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk terkadang menimbulkan permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan. Hutan merupakan penyokong perekonomian masyarakat. Indonesia adalah negara dengan pertambahan penduduk pesat yang tidak diiringi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai. Tekanan agraris dan aktivitas manusia lambat-laun mengakibatkan terjadinya degradasi lahan dan hutan. Tingkat deforestasi di Indonesia pada tahun 2000 – 2005 mencapai 1,05 juta hektar per tahun.

Deforestasi

Indonesia, terutama pulau-pulau yang memiliki lahan pertanian dan kawasan hutan yang luas, sering mengalami kebakaran hutan. Kebakaran hutan di Indonesia menjadi langganan setiap tahun di musim kemarau dan menjadi bencana besar tidak hanya bagi masyarakat lokal namun dampaknya juga dirasakan di negara tetangga. Kebakaran hutan sering terjadi akibat cara mempersiapkan lahan pertanioan dan hutan tanaman industry (HTI) masih dilakukan dengan teknik pembakaran. Propinsi yang mengalami lebih dari 1500 kebakaran hutan pertahun antara lain: Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi dan Riau.

Tabel kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun 2010

Akibat langsung dari kebakaran hutan adalah polusi asap. Asap merupakan kumpulan dari karbon dioksida, uap air, karbon monoksida, partikel-partikel, hidrokarbon serta zat kimia organic lainnya, nitrogen oksida dan mineral-mineral lainnya. Komposisi asap bergantung pada banyak faktor seperti jenis dan kandungan air bahan bakar, suhu pembakaran, angin dan faktor cuaca lain, asap baru atau lama serta faktor lainnya. Kayu dan vegetasi hutan memiliki variasi selulosa, lignin, tannin, polifenol, minyak, lemak, resin, lilin dan karbon lain yang akan mempengaruhi komposisi asap yang dihasilkan.

Kebakaran hutan1

Kebakaran hutan2 Kebakaran hutan3 Kebakaran hutan4

Asap akan menimbulkan gangguan kesehatan. Partikel padat dalam asap memiliki beragam ukuran. Partikel yang berukuran 10 mikrometer memang tidak bisa masuk ke paru namun akan mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan. Partikel yang berukuran kurang dari 10 mikrometer akan bisa terhirup hingga ke dalam paru hingga menimbulkan gangguan fungsi jantung dan paru. Partikel dalam asap akan bereaksi dengan sinar matahari membentuk kabut asap atau asbut. Partikel padat dalam asap ini akan menghamburkan sinar matahari sehingga mengganggu pandangan. Oleh sebab itu kebakaran hutan juga akan mengganggu transportasi publik.

kabut asap1

Karbon monoksida merupakan gas hasil pembakaran tidak sempurna yang tidak berwarna dan tidak berbau sehingga keberadaannya sukar dideteksi. Karbon monoksida ini bersifat racun karena akan terikat oleh sel darah merah dan mengakibatkan gangguan peredaran oksigen di dalam tubuh. Benzena karsinogenik dalam asap kebakaran juga berpotensi menyebabkan kanker.

Permasalahan kesehatan yang ditimbulkan akibat asap dan kabut asap kebakaran hutan antara lain pusing, iritasi mata, iritasi saluran pernafasan seperti batuk, lendir-dahak di slauran pernafasan, mengi hingga gangguan yang lebih berat seperti penurunan fungsi paru, bronkitis, serangan asma hingga kematian mendadak. Kematian mendadak ini bisa terjadi pada penderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan lainnya. Kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan kabut asap ini antara lain:

  1. Penderita asma dan penyakit obstruksi saluran pernafasan lainnya
  2. Penderita penyakit jantung dan pembuluh darah
  3. Anak-anak
  4. Orang berusia lanjut
  5. Wanita hamil
  6. Perokok

Kandungan oksigen di udara seharusnya mencapai 21%, namun bencana kebakaran hutan akan mengurangi persentase oksigen di udara. Beberapa saran untuk mengurangi dampak kesehatan dari kabut asap ini antara lain:

  1. Beraktivitas di dalam rumah (in door). Tutup rapat ruangan (atau rumah) dan gunakan AC sehingga mengurangi paparan udara luar yang kaya polusi. Ajak anak bermain di dalam ruangan/rumah. Pada waktu -waktu tertentu keadaan kabut asap akan lebih berat karena asap akan turun semakin dekat dengan tanah dipengaruhi cuaca siang dan malam hari.
  2. Jaga ruangan tetap bersih dengan:
  • Tutup rapat pintu dan jendela.
  • Nyalakan AC dan gunakan air-cleaner jika tersedia.
  • Jangan menyapu atau bersih-bersih yang memindahkan debu, meskipun menggunakan vacuum cleaner.
  • Jangan menyalakan sumber asap atau membakar sesuatu di dalam ruangan
  • Pada keluarga tertentu mungkin tersedia ruang berlindung yang aman dari lingkungan luar.

3. Kurangi aktivitas fisik. Aktivitas fisik seperti berolahraga akan membuat seseorang menghirup udara luar 10 – 20 kali lebih banyak.

4. Kurangi sumber polusi di dalam ruangan, seperti jangan merokok di dalam ruangan, jangan memasak menggunakan kompor apalagi menggunakan kayu bakar, jangan dulu menyapu rumah, jangan menghidupkan lilin, kurangi aktivitas menggoreng yang menghasilkan asap berlebihan.

5. Saat di dalam ruangan sebaiknya gunakan AC yang bekerja dengan baik dan jangan lupa untuk sering membersihkan filter AC. Sebaiknya pilih AC yang ramah lingkungan dengan sedikit emisi ozon. AC akan lebih menjaga udara di dalam ruangan disaat sedang terjadi kabut asap di luar ruangan.

6. Beberapa toko elektronik menjual alat penapis udara (air-filter). HEPA filter air-cleaner bisa membersihkan udara ruangan saat terjadi bencana kebakaran hutan. Alat air-cleaner ada yang manual dan ada pula yang elektrik. Hati-hati memilih air-cleaner maupun air-purifier ini, jangan menggunakan yang menghasilkan emisi ozon. Humidifier bukan air-cleaner sehingga tidak bisa mengurangi polutan juga gas berbahaya di asap namun bisa membantu di daerah dengan kelembaban tinggi.

7. Hati-hati saat berkendara dengan mobil karena kadar polutan di dalam mobil bisa naik dengan cepat.

8. Gunakan pelindung saluran pernafasan: masker. Masker yang disarankan adalah NIOSH-certified N95 atau P100. Gunakan masker sesuai petunjuk. Perlu diingat bahwa masker tidak untuk menyediakan suplai oksigen. Sayangnya masker N95 atau P100 ini masih belum terjangkau di negara kita, mungkin bisa ditemui di toko perlengkapan rumah atau apotek tertentu. Masker “bedah” hanya memberikan sedikit atau bahkan tidak melindungi sama sekali.

9. Selalu ikuti perkembangan berita di lingkungan.

10. Mengungsi ke daerah yang aman jika memungkinkan.

masker N95

Jangan lupa jaga komunikasi dengan dokter anda. Segera meminta pertolongan medis saat kondisi kesehatan semakin sulit. Sediakan obat-obatan yang sekiranya diperlukan saat situasi gawat darurat. Sediakan bahan makanan untuk beberapa hari jika terpaksa tidak bisa keluar rumah.

Hutan sangat penting bagi hidup kita, meskipun kita orang kota yang tinggal jauh dari hutan. Mari kita ikut berpartisipasi aktif menjaga hutan karena hutan sangat berjasa bagi manusia. Cegah kebakaran dan kerusakan hutan karena hutan memiliki banyak fungsi yaitu:

  1. Hutan akan menyimpan air hujan dan kemudian mengumpulkannya ke dalam tanah hingga air kembali keluar dari mata air membentuk sungai-sungai yang menjadi sumber kehidupan makhluk hidup.
  2. Hutan akan mencegah erosi dan kekeringan. Hutan akan menjaga tanah supaya tidak longsor. Hutan akan menahan air sehingga tidak terjadi banjir. Air yang tertahan lebih lama di bumi bisa mencegah bahaya kekeringan saat musim kemarau.
  3. Hutan turut mengatur iklim. Hutan akan menyerap karbondioksida (CO2) yang dihasilkan oleh manusia. Hutan akan menghasilkan oksigen (O2) sebagai produk fotosintesisnya.
  4. Hutan merupakan rumah bagi flora-fauna yang merupakan sumber kekayaan.
  5. Hutan sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitarnya sebagai industry kayu bersertifikasi dan ekowisata.

Upaya terbaik mencegah bahaya kabut asap adalah dengan pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan dengan cara mengendalikan dan mencegah teknik pembakaran lahan dan hutan sebagai kegiatan persiapan lahan untuk tanaman pertanian dan hutan tanaman industri (HTI).

Hutan dan manusia Pertanian ramah alam

Yuk sayangi hutan kita… Saat paru-paru dunia itu “sehat”, kita manusia penghuni bumi ini pun akan sehat ^^

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s