Petualangan Wortel Di Piring Anakku

Wortel merupakan salah satu jenis sayuran favorit dan andalan saya. Tanaman asal Afghanistan ini mudah ditemukan di banyak daerah. Hampir semua tumisan dan sayur bisa saya beri campuran wortel. Sejak kecil saya sangat suka ngemil wortel, bahkan wortel mentah. Rasa terbaik wortel saya dapatkan dengan memotong dan merebusnya dalam waktu beberapa menit. Sensasi kerenyahan dan rasa manisnya selalu menyenangkan untuk dinikmati.

Isu nutrisi dalam pemberian makan anak Indonesia selain kekurangan energi, zat besi, dan zinc adalah kekurangan vitamin A. Vitamin A di dalam ASI sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan bayi di atas 6 bulan. Sudah saya bahas sebelumnya tentang manfaat vitamin A yang tidak hanya sebagai penunjang kesehatan mata namun juga penting bagi sistem kekebalan tubuh sehingga vitamin A bisa menyelamatkan hidup seorang anak.

Sumber vitamin A dalam bentuk retinyl palmitate bisa diperoleh dari bahan makanan hewani seperti hati dan daging merah. Sayangnya di Indonesia harga daging dan hati juga ikan mahal ya. Tapiiii…kabar baiknya memang kita harus membatasi porsi konsumsi daging di piring ๐Ÿ˜€

2014-02-26-11-31-12australian plate

Sumber vitamin A yang lain adalah karoten (pigmen beta-karoten dan carotenoid) yang banyak terkandung dalam buah sayur-mayur berwarna kuning-oranye juga sayur mayur berwarna hijau. Karoten akan diolah tubuh menjadi vitamin A. Konsumsi karoten dari bahan pangan tidak ada yang namanya kadar toksik atau overdosis. Kelebihan karoten akan membuat telapak tangan dan mataย  juga bagian kulit erwarna kekuningan, namun ini hanya sementara.

Salah satu bahan pangan yang banyak mengandung pigmen karoten adalah wortel. Selain berwarna oranye ternyata di berbagai belahan dunia terdapat aneka warna wortel yang cantik loh (memang namanya beda-beda, namun mereka satu keluarga ๐Ÿ˜€ )

Wortel3 Wortel4

Wortel menyumbang 30% kebutuhan sumber vitamin A bagi warga Amerika. Berkat teknologi rekayasa genetika, wortel jaman sekarang mengandung 75% karoten lebih banyak daripada wortel 25 tahun yang lalu. Lutein, lycopene dan xantofil (salah satu jenis dari karoten)yang banyak terdapat dalam wortel berfungsi sebagai antioksidan yang penting bagi kesehatan mata, jantung serta mencegah kanker.

Dahulu kala Faiz sangat suka wortel. Sebagai campuran bubur MPASI maupun sebagai camilan finger food. Dan, wortel mendadak masuk dalam list bahan makanan yang Faiz benci ketika umurnya 2 tahunan.ย  :s

Kabar baiknya anak mendadak membenci sayuran itu salah satunya karena warna sayuran tersebut ;p Jadi solusinya bisa diakalin dengan:

  • Menyembunyikan bahan makanan tersebut: dimasak bakwan, perkedel, lumpia atau kroket. Bisa juga sebagai campuran jus.
  • Kreatif membentuk potongan bahan makanan. Jika biasanya wortel diiris bulat, dadu atau memanjang maka ibu bisa mengirisnya menjadi bentuk ikan dan bunga. Karena anak saya cowok jadilah tidak tertarik dengan potongan bunga.

Wortel1

  • Kreatif cara memakannya. Wortel dadu akan lebih menarik saat dimakan dengan tusuk gigi. Anak berakting seperti makan permen lolipop di TV ๐Ÿ˜€

Wortel2

Orang tua adalah pemberi contoh yang baik. Saya menganut metode pemberian makan aktif-responsif sehingga tidak pernah memaksa anak untuk makan namun pantang-menyerah mengkondisikan ketersediaan makanan (baca: wortel) di piring Faiz. Saat tidak ada pilihan makanan lain dan dengan melihat orang tuanya senang memakan sayuran biasanya akan ikut pula memakan sayuran yang tersedia.

beri contoh baik

Pernah dia menolak semua bentuk-wortel yang ada. Akhirnya saya ajaklah dia main di taman kompleks. Pulang-pulang capek dan lapar (kebetulan waktunya makan selingan). Makanan yang ada adalah buncis dan wortel kukus. Akhirnya saya sengaja makan didekatnya. Melihat ibunya asik makan dan bunyi kres-kres saat mengunyah wortel membuatnya penasaran. Hasilnya ludes deh satu piring kecil wortel kukus.. ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s