Batuk Pilek Selesma (Common Cold)

Hidung banyak lendir-ingus, sering bersin dan tenggorokan kadang sakit untuk menelan bahkan muncul batuk yang mengganggu sering dialami oleh sebagian besar anak dari waktu ke waktu. Batuk pilek (batpil) akut sering disebabkan oleh selesma atau common cold.

Common cold

Selesma ini berbeda dengan flu (influenza).

Penyebab selesma adalah virus. Terdapat 200 – 250 jenis virus yang berbeda yang bisa menimbulkan penyakit selesma. Paling sering disebabkan oleh Rhinovirus (di dunia ini terdapat sekitar 100 jenis Rhinovirus). Virus lain yang menyebabkan selesma adalah coronavirus, adenovirus dan respiratory syncytial virus (RSV).

coronavirus

Rhinovirus (dan virus-selesma lainnya) mampu menembus lapisan selaput lendir mukosa yang melindungi saluran pernafasan. Terjadi reaksi sistem pertahanan tubuh melawan invasi virus tersebut. Efek dari reaksi sistem pertahanan tubuh ini antara lain reaksi peradangan di hidung yang membuat selaput lendir hidung “membengkak” sehingga hidung terasa tersumbat dan banyak lendir dihasilkan, radang tenggorokan yang membuat nyeri-tenggorokan, sakit kepala bahkan terkadang demam.

Penularan penyakit puncaknya pada hari kedua hingga keempat sejak munculnya gejala. Penyakit ini biasanya menular dalam waktu 1 minggu dan akan bisa menular hingga 3 minggu.

Sumber penularan adalah uap air udara pernafasan (respiratory droplet) penderita-selesma. Penderita bisa menularkan melalui bersin, batuk, dan sentuhan tangan.

ilustrasi bersin

Dan droplet (uap air) yang menyemprot akan keluar virus seperti ini:

virus

Penderita biasanya akan memegang hidung, kemudian tangan yang terkontaminasi ini akan digunakan untuk memegang benda lain. Sehingga orang yang memegang benda-bekas-dipegang penderita akan tertular.

Faktor risiko: udara yang kering, kepadatan populasi manusia, paparan asap rokok, sumber infeksi yang tidak menjaga kebersihan dengan baik. Selesma meningkat kejadiannya saat musim hujan atau jika di negara empat musim disaat musim dingin.

tabel musim

Epidemiologi

Anak-anak akan bisa mengalami selesma sebanyak 6 hingga 10 kali dalam waktu 1 tahun. Anak yang sudah sekolah atau di tempat penitipan anak bisa mengalami selesma hingga 12 kali dalam 1 tahun.

Anak yang sudah lebih besar bisa mengalami selesma 5 kali dalam satu tahun. Orang dewasa bisa mengalami 2 – 3 kali selesma dalam satu tahun.

Gejala awal terkadang sensasi gatal di tenggorokan, hidung meler dan sering bersin. Hidung biasanya “meler” akibat produksi lendir berlebihan dengan lendir-ingus jernih yang akan bisa menjadi lebih kental, kekuningan atau keabu-abuan atau kehijauan dalam beberapa hari.

Gejala mungkin bisa berkembang menjadi nyeri tenggorokan, postnasal drip, batuk, pusing atau bahkan sakit kepala, demam ringan, capek, nyeri otot dan hilang nafsu makan.

Anak kadang juga batuk. Amati pola, jenis dan karakteristik batuk anak ya.

Selesma bisa disertai demam ringan. Ibu sebaiknya selalu amati pola demam anak.

Secara umum anak biasanya tetap aktif bermain dan mau makan-minum meskipun nafsu makan menurun dan menjadi tidak selahap biasanya.

Jika anak tidak aktif, tampak lemah, bahkan ketika sedang tidak demam, maka bisa jadi ada penyebab lain.

terapi

Waktu akan menyembuhkan. Meski terasa sakit dan mengganggu, batuk pilek selesma akan bisa sembuh sendiri. Ibu bisa membantu anak merasa lebih nyaman saat sakit.

Terapi rumahan:

  • Pastikan anak minum dengan cukup. Asupan cairan akan membantu anak mengatasi gangguan selesma ini.
  • Sup ayam hangat bisa membantu meredakan gejala selesma pada anak.
  • Jaga kelembaban udara. Bisa gunakan humidifier, cool-mist vaporizer atau mandi berendam air hangat. Ibu bisa juga menciptakan sauna kecil di kamar mandi yang telah dilengkapi pancuran air hangat, ajak anak “bersauna” selama 15 menit (pastikan ditemani ya, jangan ditinggal sendirian dan tidak perlu terlalu lama).
  • Ibu bisa membuat terapi uap dengan merebus air kemudian meneteskan minyak kayu putih lalu ditaruh di kamar tidur. Tutup jendela dan pintu juga naikkan suhu AC. Namun, pastikan air-panas aman letaknya dan jauh dari jangkauan anak.
  • Posisikan posisi-tidur anak dengan kepala lebih tinggi akan membuat lebih nyaman saat anak tidur.
  • Oleskan petroleum jelly di kulit di bawah hidung bisa membantu meredakan lecet di kulit dekat hidung penderita.

Obat:

  • Obat antivirus untuk selesma belum ada.
  • Jika anak demam dan merasa sakit (sakit kepala, nyeri otot, tidak enak badan) maka ibu bisa memberikan obat pereda gejala seperti obat penurun-demam (parasetamol atau ibuprofen). Pastikan dosis dan frekuensi pemberian aman serta disesuaikan dengan berat badan anak.
  • Ibu bisa memberikan larutan salin (salin nose drop atau larutan garam) yang kemudian disedot dengan alat-penyedot-hidung.
  • Jangan gunakan aspirin.
  • Jangan berikan obat-warung karena bisa berbahaya bagi anak kurang dari 6 tahun.
  • Antibiotik bukan obat infeksi virus batuk-pilek selesma tapi untuk infeksi bakteri (dokter harus memeriksa apakah kasus pada anak murni virus atau terjadi superinfeksi dg infeksi bakterial sekunder)

obat warung otc

Durasi Sakit

Gejala akan muncul dalam 2 – 3 hari setelah paparan dengan sumber infeksi. Sebagian besar selesma akan sembuh dalam waktu 1 minggu, namun beberapa bisa hingga 2 minggu.

pencegahan

Belum ada vaksin untuk batuk-pilek selesma ini. Kebiasaan hidup yang sehat akan membantu mencegah selesma.

higienitas penyakit ispa

  • Berikan ASI pada bayi dan susui hingga umurnya 2 tahun.
  • Istirahat dengan baik, tidur dengan cukup
  • Berkumur-kumur dengan air garam (tentu saja bagi anak yang lebih besar, dan pastikan jangan ditelan ya air garamnya!)
  • Minum dengan cukup
  • Hindari asap rokok
  • Cuci tangan dengan sabun

Budayakan cuci tangan

  • Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk. Virus di droplet akan bisa terbang hingga lebih dari 3 meter dari penderita.

masker cover it

  • Sesendok madu untuk anak di atas 12 bulan bisa juga diberikan.
  • Konsumsi yoghurt yang mengandung probiotik bisa membantu mencegah selesma. (Tentu saja bagi anak yang lebih besar dan tidak ada alergi bahan yoghurt)
  • Hindari menggunakan alat makan yang sama dengan penderita.
  • Jangan sentuh tisu atau sapu tangan atau handuk milik penderita
  • Jangan menyedot ingus di hidung anak dengan menggunakan mulut ya (yang nyedot akan tertular dan mulut itu sumber bakteri loh).
  • Penggunaan suplemen vitamin C, zink atau Echinacea sebagai pencegahan belum terbukti mampu mencegah tertular virus selesma. Konsultasikan dengan dokter jika ingin mengkonsumsi suplemen-harian.

obat

  • Jauhi minuman yang mengandung kafein karena berisiko dehidrasi akibat sering berkemih.
  • Hindari konsumsi antibiotik tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter.
  • Saat di tempat umum bisa juga memakai sarung tangan 😀

kapan ke dokter

Jika gejala memberat dalam 3 hari ditakutkan anak mengalami radang tenggorokan akibat infeksi streptococcus (strep throat), sinusitis, pneumonia (radang paru), bronchitis, terutama jika terdapat faktor risiko merokok.

Jika gejala lebih dari seminggu, sering kambuh atau kambuh dengan paparan sesuatu maka ibu bisa mengkonsultasikan tentang kemungkinan alergi. Apalagi jika anak mengalami gangguan pernafasan atau mengi.

Konsultasikan dengan dokter jika gejala memburuk dan anak mengalami salah satu atau lebih gejala berikut ini:

  • Batuk dengan lendir banyak
  • Nafas pendek-pendek
  • Kesulitan bernafas
  • Anak lemah dan tampak lemas tidak seperti biasanya
  • Sulit makan dan minum
  • Mengeluhkan nyeri kepala, nyeri wajah atau nyeri tenggorokan yang berat
  • Sangat sulit menelan akibat nyeri tenggorokan
  • Demam 39 derajat celcius atau lebih
  • Demam 38 derajat celcius lebih dari satu hari
  • Nyeri dada atau nyeri perut
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Nyeri telinga.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai yang diperlukan anak.

Komplikasi common cold yang sering terjadi antara lain:

  • Bronkitis
  • Sinusitis
  • Radang telinga tengah dan infeksi telinga
  • Pneumonia

Pada kasus komplikasi infeksi sekunder bakteri maka dokter baru akan meresepkan antibiotik. Jika mampu, ibu bisa melakukan pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan penunjang lainnya untuk menegakkan diagnosis infeksi bakteri.

Demi kebaikan bersama sebaiknya kita menjadi pelopor pemutus-rantai-penularan infeksi selesma dengan tindakan sederhana berikut ini: tutup batuk/bersin dan cuci tangan dengan sabun

poster batuk2

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

1 reply

  1. Bu dokter mau tanya..kalau decongestan oil itu apakah aman buat bayi? Krn sy pernah mendapat informasi jika itu hanya untuk anak diatas 2th.tp kmrn waktu anak sy bapil sama temen yg dokter disuruh pakai decongestan oil..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s