Mengatasi Anak Susah Makan

“Anakku susah makan sayur!”

“Aduuh… gimana nih kok maunya makan roti aja?”

“Wah, masak sih nasi kecap terus?”

Apakah keluhan di atas tidak asing bagi anda?

“Many preschoolers are picky eaters” (www.webmd.com)

“It’s common for toddler to vary their eating habits from day to day, and its also common not to try new foods..” (www.babycenter.com)

“Toddler can be fussy eaters” (www.m.betterhealth.vic.gov.au)

“It’s perfectly normal for toddler to refuse to eat or even taste new food” (www.nhs.uk)

“You are not alone. Picky eating is a typical behavior for many preschoolers” (www.choosemyplate.gov)

“Every parent of a young child has been through the pain of a picky eating phase…” (www.eatright.org)

Bisa dilihat bahwa fenomena anak menjadi malas makan, pemilih, dan susah makan ini mendunia!

si pemilih makanan

Anda tidak sendiri. Setiap orang tua dipastikan pasti pernah merasakan pedih dan susah hati ketika anak susah makan. Satu dari 5 anak mulai menunjukkan gejala susah makan di umur 15 bulan dan separuh balita mengalaminya.Ada masa anak hanya makan satu jenis makanan saja dan mendadak dia benci makanan tersebut. Ini terjadi pada banyak anak, baik yang diberi ASI maupun susu formula.

Setiap anak akan mengalami masa pilah-pilih dan susah makan. Cobaan ini dimulai ketika umur 1 – 3 tahun dan biasanya masa paling parah biasanya di umur 2 tahun. Ini adalah masa anak-anak mulai belajar mandiri dan mengekspresikan kemampuan memenuhi kebutuhannya, eksplorasi dunianya, juga berkomunikasi. Dan, makan termasuk hal pertama yang akan dikuasinya. Pola perilaku makan yang menyebalkan ini memang normal terjadinya bersamaan dengan:

  • Setelah melampaui usia 1 tahun, tubuh anak mulai tumbuh dengan lebih lambat. Sehingga memerlukan lebih sedikit makanan dan menjadi kurang tertarik untuk makan.
  • Anak terkadang ragu atau bahkan takut ketika mencoba hal yang baru. Demikian juga terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur makanan. Dia akan lebih dahulu melakukan observasi dengan melihat, menyentuh dan memikirkannya berulang kali sebelum akhirnya mau mencoba memakannya.
  • Balita itu sibuk. Dia sibuk untuk menjelajahi dunia disekitarnya sehingga malas untuk duduk sejenak buat makan. Mereka juga sibuk mengatakan ke orang lain, “aku bisa sendiri!”

cobaan memberi makan anak

Di lain pihak sebagai orang tua kita dipenuhi rasa cemas dan takut anak menjadi kurang gizi. Sebagai orang dewasa kita ingin anak makan dengan baik dan mudah. Seringkali kita marah dan tidak sabar sehingga membentak anak bahkan memaksanya makan, justru hasilnya seringkali berlawanan dengan yang kita harapkan. Jika orang tua gegabah, hasil akhirnya terkadang akan membuat kita masuk dalam jebakan makan yang tidak baik.

Tugas orang tua adalah membeli dan memasak aneka bahan makanan sehat yang bervariasi dalam rasa untuk anak; menawarkan makanan utama dan makanan selingan; dan menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Hasil akhirnya kita serahkan pada anak, apakah dia mau makan, seberapa banyak dia akan dan apa yang akan dia makan.

Anak akan senang makan makanan yang baru jika melihat orang lain juga rileks memakannya. Meskipun kadang susah makan, tapi biasanya ini hanya sementara, pada waktu-waktu berikutnya mereka akan makan dengan lahap dan baik.

Ibu bisa membantu anak menikmati “kekuasaannya” untuk memilih dan memakan makanannya. namun demikian tidak perlu menuruti seleranya, tetap masak makanan yang sama dengan menu yang dimakan oleh keluarga yang lain. Seiring berjalannya waktu anak akan ikut memakannya. Kebiasaan susah makan dan pemilih makan ini hanyalah sementara. Jika ibu tegas dan berhasil menanganinya dengan baik biasanya kebiasaan ini akan hilang saat anak umur 5 tahun.

Berikut ini tips sehat menghadapi si pemilih makan:

1. Biarkan anak menjadi si pemilih yang produktif

Libatkan anak membuat daftar belanjaan. Ajak berbelanja dan biarkan dia memilih sayur buah di toko.

2. Libatkan anak membantu ibu memasak di dapur

Anak akan tertarik dan belajar tentang makanan juga tertarik merasakan makanan ketika diajak memasak. Biarka dia menuang bahan, memotong sayuran (dengan pisau tidak tajam) dan mengaduk adonan.

3. Tawarkan pilihan

Jangan hanya, “makan bayam ya, nak?” –> Tapi, “mau makan bayam atau kangkung?”

4. Nikmati kebersamaan saat waktu makan keluarga

Bicarakan hal-hal yang menyenangkan dan lucu. Saat makan, anak juga belajar perilaku dari orang dewasa di keluarganya.

Jangan makan di depan TV. Matikan suara-suara yang mengganggu jika anak tipe yang mudah terganggu makannya. Makan makanan di meja makan bersama keluarga adalah yang terbaik. Jika tidak ada meja makan kita bisa menciptakan pengaturan sendiri yang nyaman di rumah.

Tidak disarankan makan sambil jalan-jalan keliling kompleks perumahan.

5. Tawarkan menu-meja-makan yang sama

Tidak perlu memasak masakan khusus untuk anak. Anak lambat-laun pasti akan mau makan menu makan keluarga, meski saat ini dia menolak makan.

Mencoba menu makanan baru

Normal jika anak susah makan dan menolak menu makanan yang baru. Tips mengenalkan makanan yang baru:

  • Tawarkan dalam porsi yang kecil

Ingat bahwa ukuran lambung anak masih kecil. Porsi makanan anak sekitar 1/4 porsi makanan dewasa. Siapkan makanan “one-bite-rule” pada masing-masing menu yang akan bisa dimakan dalam sekali gigit. Porsi kecil makanan baru akan lebih mudah diterima. Memang butuh waktu, namun kesabaran akan berbuah manis.

  • Tawarkan satu menu makanan baru setiap kali makan

Terlalu banyak makanan baru akan membuat anak malas makan. Tawarkan menu baru bersama makanan yang disukainya. Karena anak butuh waktu menyukai makanan yang lain maka sebaiknya tetap berikan makanan yang dia sukai. Tambahkan buah dan sayur atau bahan makanan baru dalam makanan yang sudah dia sukai. Tambahkan buah dan sayur dalam snack mereka.

  • Jadilah contoh yang baik

Orang tua adalah pemberi contoh makan makanan sehat. Makan makanan yang baru dengan ekspresi menyenangkan. Terangkan tentangnya kepada anak. Jelaskan warna, rasa dan aromanya kepada anak.

  • Tawarkan makanan baru terlebih dahulu

Saat akan memulai makan biasanya adalah kondisi yang paling lapar. Ketika lapar kecenderungan menolak makanan akan lebih kecil dan anak akan mau memakannya.

  • Beberapa makanan baru membutuhkan lebih banyak waktu

Sabar dalam mengenalkan makanan kepada anak. Akan membutuhkan banyak kesempatan untuk menawarkan hingga akhirnya anak akan mau memakannya. Anak mungkin lambat saat makan jadi kita juga harus sabar menghadapinya.

 Buat acara makan menarik

  • Potong bahan makanan menjadi bentuk-bentuk yang lucu, bisa menggunakan cetakan kue kering.

Pilih makanan berwarna-warni. Atur dan sajikan makanan dengan menarik.

  • Libatkan anak membuat dan menemukan makanan selingan yang baru

Buat saus cocolan yang enak untuk bumbu sayuran.

  • Minta anak memberi nama makanan yang diciptakannya

Sayur bening “Faiz”, dadar pelangi, dll

  • Dengarkan ide dari anggota keluarga untuk kegiatan makan yang menyenangkan
  • Buat kebiasaan makan yang baik yang teratur.

Misalnya tempat anak makan, posisi makan, dll.

 Jangan memaksa anak untuk makan:

  • Memaksa anak justru akan membuatnya tertekan dan kehilangan selera makan
  • Siapkan aneka sayur mayor, buah dan hidangan sehat kemudian biarkan anak memilih makanan yang ingin dia makan
  • Berikan semangat untuk makan, bukan paksaan atau hardikan untuk makan.
  • Ketika dia menolak makan, biarkan. Tarik nafas dan buang nafas panjang, jangan marah meskipun hal ini membuat frustasi. Jauhkan makanan untuk sementara. Jangan ganti dengan makanan lain hingga waktunya makan atau waktunya snack selingan.
  • Ketika anak malas makan makanan tertentu, tawarkan makanan lain dari kelompok yang sama. Anak malas makan keju, berikan yoghurt. Anak malas makan nasi, berikan jagung.

Makanan di piringku

Beli stok makanan sehat seperti sayur-mayur, buah-buahan segar, kacang-kacangan, serealia dan produk susu rendah lemak. Singkirkan makanan manis dan minuman ringan juga makanan siap saji yang tidak sehat. Anak tidak akan memilih “junk food” jika makanan itu tidak tersedia di rumah. Sediakan snack finger food makanan sehat seperti potongan buah dan sayur-mayur.

Anak adalah “pemakan” yang cerdas. Anak akan makan saat merasa lapar dan berhenti makan ketika sudah kenyang. Anak bisa mengenali kebutuhan makan tubuhnya, sehingga terkadang makanan yang kita berikan tidak dihabiskan. Latih anak untuk mengenal rasa lapar dan mempercayai kebutuhan tubuhnya. Nilai asupan makanan anak dalam jangka waktu seminggu, bukan hanya dalam jangka waktu harian.

Lakukan aktivitas fisik dan kegiatan eksplorasi lingkungan di luar rumah dengan teratur. Banyak bergerak sangat baik untuk kesehatan juga nafsu makan anak. Biasanya sehabis bermain akan membuat anak merasa kelaparan dan akan melahap semua makanan yang ibu tawarkan, bahkan snack sayuran rebus sekalipun. Percaya deh… 😀

Buat jadwal waktu makan-besar dan waktu makan snack yang teratur. Anak menyukai keteraturan. Beri jarak antara waktu makan-besar dan makan snack. Jarak yang ideal adalah 2 atau 3 jam. Jangan memberikan terlalu banyak snack. Jadi, jangan buru-buru memberikan snack, jus, minuman manis atau susu ketika anak menolak makan. Jangan menunda makan hingga anak lelah dan capek menunggu makanan siap.

Jangan terkena jebakan “junk food” sebagai pilihan makanan anak. Misal, “oke yuk pesan pizza aja daripada kamu susah makan gini.”

Jangan gunakan makanan tidak sehat (coklat, biskuit, kue, permen, es krim, lollipop, dll) sebagai imbalan,

“Ayo makan, kalo mau makan nanti mama kasih permen.”

Anak akan semangat makan ketika melihat teman sebayanya makan. Ibu bisa menciptakan waktu dimana anak akan makan bersama teman-temannya. Misalnya acara makan bersama di TK, di PAUD, di TPA atau di daycare.

Anak-anak berada dalam posisi belajar secara perlahan dan sulit untuk menangani tekstur, warna dan rasa aneka bahan makanan baru. Anak ASI dijanjikan untuk lebih mudah makan karena dia terbiasa mencicipi ASI yang senantiasa berubah rasanya. Oleh sebab itu, biasanya akan lebih mudah menerima rasa makanan baru. Ikuti aturan pemberian MPASI menyesuaikan tahap perkembangan oro-motorik anak. Jangan sampai terlambat ketika mengenalkan makanan padat bertahap. Berikan “lumpy” solid food di umur 10 bulan.

Beberapa hal berikut ini bisa menyebabkan anak malas makan:

  • Anak sakit (penyakit akut maupun kronis)
  • Anak kecapekan
  • Anak sedih

Konsultasikan dan lakukan pemeriksaan rutin dengan dokter anak yang ibu percayai. Jika semua normal, maka ibu hanya perlu konsisten mengenalkan kebiasaan makan sehat yang baik. Selama anak sehat, aktif, ceria, bahagia dan tumbuh berkembang dengan baik sesuai grafik pertumbuhan dan tahapan perkembangan, maka ibu tidak perlu merasa tertekan dan frustasi. Jika ibu konsisten mengajak anak makan sehat, biasanya saat umur 3 tahun keadaan ini akan aman terkendali.

Kebiasaan makan sehat yang baik sangat penting bagi kesehatan anak, bahkan hingga di masa depan nanti.

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

3 replies

  1. Bu dokter , anak saya mendadak melepeh makanan selain nasi dok..bagaimana ya dok? Alhasil semua sayur dan lauk saya halus kan trs biar langsung dy santap bersama kuah nya dok..anak sy 22 bulan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s