Tips Memerah ASI Di Kantor

Kita semua sepakat bahwa memberi ASI adalah hal yang normal dan alamiah bagi setiap ibu yah?

menyusui itu alami

Nah, jika ibu adalah ibu yang harus bekerja di luar rumah dan ternyata tidak memungkinkan untuk bisa membawa bayi ke dekat ibu saat hari kerja maka ibu harus memerah ASI. Tujuan memerah ASI itu untuk:

1. Menggantikan waktu menyusu yang terpaksa terlewatkan saat ibu jauh dari bayi

2. Menjaga payudara ibu tetap sehat (kebayang kan sakitnya mastitis hanya gara-gara ASI yang tidak dikeluarkan?)

3. Menjaga produktifitas dan pasokan ASI di payudara. Jika ASI yang terkumpul di payudara tidak dikeluarkan akan muncul protein inhibitor-produksi-ASI sehingga produksi ASI di payudara akan melambat bahkan berhenti.

Sedangkan “timbunan stok ASIP yang membanggakan di kulkas” itu adalah bonus yang mengikuti, bukan tujuan utama kita. Kan niat utamanya untuk tetap memberi bayi ASI, bukan menimbun ASIP.

Ibu memutuskan untuk terus menyusui bayi ditengah rutinitas bekerja merupakan niat istimewa yang luar biasa, tetapi jadikan rutinitas memerah ASI sebagai rutinitas harian biasa. Dengan menganggap memerah ASI sebagai rutinitas biasa maka ibu akan merasa lebih ringan dan tidak terbebani.

Pertama yang ibu lakukan adalah meminta ijin kepada pimpinan dengan bahasa yang sopan dan tegas bahwa ibu ingin tetap memberi ASI meskipun bekerja.

Ibu diskusikan tentang tempat dan waktu memerah juga kompensasi apa yang perlu berikan. Banyak karyawan lain mungkin”cemburu” karena menganggap “waktu memerah ASI” sebagai waktu istirahat sehingga merasa tidak adil. Oleh sebab itu, mari ibu tunjukkan kepada pimpinan dan rekan kerja bahwa kegiatan memerah ASI ini tidak mengganggu produktivitas kerja ibu.

memerah asi di tempat kerja

Tips memompa ASI di kantor:

1. Set rutinitas “me-time” memerah ASI

Jika ada ruang khusus memerah ASI tentu saja kegiatan memerah akan terasa lebih nyaman. Namun demikian, ibu bisa memerah ASI dimana saja. Pastikan tempat aman. Sebenarnya ibu berhak mendapatkan tempat khusus untuk memerah ASI di tempat umum dan kantor.

Ibu juga bisa menyulap ruang atau bahkan meja kerja menjadi tempat memerah. Berikan tanda di depan pintu masuk bahwa ibu saat ini sedang memerah. Kita bisa fleksibel dengan keadaan yang ada dan selama kita merasa nyaman maka kegiatan memerah akan selalu menyenangkan.

mompa ASI di meja kerja

Tanda sedang memerah di pintu masuk:

tanda sedang merah

Ciptakan rutinitas yang tetap di tempat memerah:

Posisi tempat duduk, posisi badan ibu, posisi meja-kursi, pengaturan barang dan semua perlengkapan memerah, cara memasang alat, cara memerah, trik hipnotis-diri, makanan-minuman, bacaan, alunan musik dan lain sebagainya.

Memerah ASI adalah ketrampilan. Semakin sering ibu lakukan akan semakin ahli dan mudah dikerjakan. Dengan menciptakan rutinitas-pemerahan yang tetap akan membuat tubuh ibu semakin mudah beradaptasi sehingga semakin mudah memancing refleks oksitosin dan memerah ASI dengan efisien.

2. Lakukan pemijatan payudara sebentar

Mulai pemijatan dari sisi payudara di dekat ketiak ibu. Gunakan ujung-ujung jari tangan yang berlawanan untuk membuat gerakan-gerakan lingkaran kecil menyusuri jaringan payudara dengan arah spiral menuju ke areola (Gerakan yang serupa saat melakukan pemeriksaan benjolan di payudara). Akhiri pemijatan dengan gerakan mengusap-panjang dari dinding dada menuju ke areola dan mengocok ringan payudara ke arah bawah. Kemudian pijat payudara sebelahnya. Jika selama pemompaan aliran ASI menyusut, maka selingi lagi dengan pemijatan ini.

Jangan memijat terlalu keras sebab justru bisa melukai jaringan kelenjar payudara.

memijat payudara

3. Lakukan trik-hipnotis pemancingan refleks oksitosin

Refleks oksitosin akan muncul saat ibu rileks dan ingin memberikan ASI bagi bayi.

Untuk rileks ibu bisa membawa makanan dan minuman, buku, alunan musik atau suara alam (deburan ombak, gemericik air, kicauan burung) yang ibu sukai. Untuk memancing keinginan memberikan ASI bagi bayi saat di kantor ibu bisa memandangi foto bayi, rekaman video atau suara bayi, menghirup aroma di baju bayi atau selimut bayi. Telepon pengasuh dan dengarkan celoteh bayi di rumah. Ibu bisa membayangkan diri sebagai aliran sungai yang deras atau gemericik air terjun dan  sedang “memompa-diri”. Minum air yang cukup.

4. Bawa perlengkapan pendukung kenyamanan

Ibu bisa membawa perlengkapan pendukung kenyamanan memerah. Jika ibu tidak mendapatkan tempat-khusus seperti ruang memerah ASI di kantor dan terpaksa memerah ASI di tempat umum maka ibu cukup membawa perlengkapan untuk menutupi dada seperti apron menyusui:

contoh apron menyusui

Atau ibu juga bisa memanfaatkan jilbab (jika ibu menggunakan jilbab yang mengulur ke dada). Sebenarnya ibu bisa memanfaatkan kain apapun jika di rumah tidak memiliki apron. Ibu bisa membawa salah satu koleksi scarf atau pashmina untuk dimanfaatkan menutupi dada saat sedang memerah di kantor.

pashmina dan scarf penutup asi

Ibu juga bisa membeli bra-khusus atau menciptakan baju yang akan memudahkan ibu memerah ASI sambil terus bekerja.  Dengan baju ini tangan ibu tidak perlu memegangi pompa sehingga ibu tetap bisa melakukan pekerjaan lain atau memerah sambil menghabiskan makan siang.

hands free pumping mama

5. Jaga kesehatan

Rutinitas kantor dan beban pekerjaan terkadang akan membuat ibu merasa tertekan. Jadikan rutinitas pemerahan sebagai hal yang wajar, biasa dan tidak membebani. Bagaimanapun ibu memang butuh memerah ASI supaya ASI tidak bocor dan payudara tidak membengkak sakit.

Jika jadwal menjadi sangat padat dan tidak memiliki banyak waktu untuk memerah, sebaiknya ibu tetap mengusahakan untuk memerah sebentar. Disiplin dalam frekuensi memerah jauh lebih baik daripada durasi memerah lama namun frekuensi kacau-balau. Jangan menunggu sampai payudara terasa penuh baru diperah. Payudara penuh justru menandakan produksi ASI mulai diperlambat dan ini tentu saja merugikan bagi stok ASIP ibu.

Inhibitor ASI1

Makan makanan yang cukup dan bergizi seimbang, konsumsi camilan yang sehat, kurangi minum kopi/teh, serta jangan lupa istirahat dengan baik.

menyusui di tempat kerja

 Kunci ASIP banyak sehingga mencukupi kebutuhan bayi adalah disiplin memerah ASI saat di tempat kerja dan menyusui langsung saat bersama bayi. Pompa ASI bukan jaminan ASIP banyak sebab jika tidak disiplin memerah ASI semua akan percuma. Memerah ASI menggunakan tangan juga bisa menghasilkan ASIP yang sama banyak dengan menggunakan pompa. Jadi jangan berkecil hati seandainya ibu tidak memiliki pompa ASI. Ibu bisa memakai teknik memerah ASI yang nyaman dan aman.

Perhatikan dengan baik saat akan memilih pompa ASI. Pilih pompa ASI yang aman dan nyaman. Gunakan pompa sesuai petunjuk pemakaian dari pabriknya. Miliki pompa pribadi. Tidak disarankan memakai pompa bersama-sama di tempat kerja atau pompa sewaan sebab khawatir terjadi kontaminasi akibat sterilitas yang kurang.  Akhiri proses pemompaan ASI dengan memerah memakai tangan supaya hasil perahan ASIP lebih maksimal.

 

PERHATIAN!
WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s