Kesehatan Anak, MPASI

Makanan Pendamping ASI: MPASI WHO/UNICEF


MAKANAN PENDAMPING ASI: MPASI BERGIZI SEIMBANG WHO/UNICEF

Hai ibu-ibu.. 🙂 ada yang masih bingung bagaimana memberi makan pada anak saat umurnya sudah 6 bulan?

 

Yuk dibaca artikel berikut ini:

Pemberian makan pada anak sebaiknya disesuaikan dengan tahapan perkembangan tubuhnya. Sebagai manusia kecil yang sedang sibuk tumbuh berkembang, kebutuhan zat gizi tubuh anak sangat banyak loh. Jangan sampai dia kekurangan asupan zat gizi karena efeknya sangat fatal sekali, bahkan hingga kelak di usia dewasanya. ASI saja sudah tidak cukup buat anak di atas 6 bulan yaa…

defisit energidefisite zat besi

Dalam pemberian MPASI bergizi seimbang menurut MPASI WHO/UNICEF ini mudah sekali, bayi boleh makan apa saja dari menu meja makan keluarga dan harus diperhatikan: frequency (frekuensi MPASI), amount (jumlah takaran MPASI), thickness (tekstur makanan MPASI), variety (jenis), active/responsive feeding dan higiene.

1542672850913-01

1. Frekuensi pemberian makan MPASI 

Pada awal MPASI WHO/UNICEF setelah bayi genap berumur 6 bulan (5 bulan 30 hari atau 180 hari),  frekuensi MPASI makanan utama/makan besar diberikan bertahap 2 – 3 kali sehari.

Pada umur 6 – 8 bulan 29 hari, frekuensi MPASI makanan utama (makan besar) diberikan bertahap 2-3 kali. Berikan snack makanan selingan seperti biskuit atau buah matang 1 – 2 kali sehari.

Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari, frekuensi MPASI makanan utama (makan besar) diberikan 3 – 4 kali sehari. Berikan makanan selingan 1 – 2 kali sehari.

Pada umur 12 – 24 bulan, frekuensi MPASI makanan utama (makan besar) diberikan 3 – 4 kali sehari dan juga 1 – 2 kali makanan selingan.

Alasan kenapa frekuensi MPASI makan anak harus sering adalah karena anak -terpaksa- memakan makanan sedikit demi sedikit padahal PR kekosongan asupan kalori dan zat gizi yang dia miliki begitu serius. 

Waktu makan sebaiknya disesuaikan dengan waktu makan keluarga supaya bayi lebih semangat belajar makan. Tapi jangan terlalu dekat dengan waktu jam tidur bayi.

2. Jumlah takaran makanan yang diberikan

Frekuensi MPASI makan dan jumlah takaran makanan MPASI yang diberikan dalam panduan MPASI WHO/UNICEF menyesuaikan dengan kapasitas lambung bayi dan rata-rata kandungan kalori sehingga diharapkan asupan nutrisi mencukupi kebutuhan tumbuh-kembang bayi.

Pada awal MPASI di umur 6 bulan jumlah takaran makanan MPASI yang diberikan sekitar 2 – 3 sendok makan per kali pemberian. Pada umur 6 – 8 bulan 29 hari ini jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap dari 2 – 3 sendok makan setengah cangkir/mangkok (125 mL) per kali pemberian. Jadi saat bayi umur 6 bulan 2 minggu diharapkan sudah lancar makan. Takaran makan secara bertahap bisa diberikan meningkat hingga setengah mangkok jadi volumenya sekitar 125 – 150 mL, lihat respons bayi. Ukuran cangkir/mangkok yang digunakan 250 mL.

Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi  setengah (½) cangkir/mangkok jadi volumenya sekitar 175 – 200 mL. Ukuran cangkir/mangkok yang digunakan 250 mL.

Pada umur 12 – 24 bulan, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi tiga perempat hingga satu (¾ – 1) cangkir/mangkok jadi volumenya sekitar 200 – 250 mL. Ukuran cangkir/mangkok yang digunakan 250 mL.

Karena kita –terpaksa- memberikan makanan dalam jumlah sedikit, namun dengan PR harus bisa memenuhi kekosongan energi dan zat gizi yang serius MAKA jenis menu dan metode MPASI yang kita pilih haruslah tepat. Frekuensi makan yang sering diharapkan akan bantu memenuhi kebutuhan makan dalam sehari.

Orang tua sebaiknya peka terhadap respons anak. Jika anak makan sedikit maka tawarkan makanan dengan frekuensi lebih sering. Atur waktu makan sehingga anak belajar disiplin pola makan sejak dini. Tentu orang tua sebaiknya melebihkan jumlah bubur di mangkok sebab bubur itu nanti ada yang disembur, dilepeh dan buat mainan oleh bayi yang sedang belajar makan ini. Makanan yang sudah jatuh, jangan diberikan ke anak ya. 

1543802498762

3. Tekstur makanan MPASI

Menurut petunjuk MPASI WHO/UNICEF, pada umur 6 bulan tekstur makanan MPASI yang diberikan adalah makanan lumat/halus (bubur saring, pure, makanan ditumbuk atau makanan dihaluskan). Pastikan tekstur makanan MPASI tidak terlalu cair atau encer, jadi gunakan sedikit saja air. Jadi tekstur bubur kental, tapi jika sendok dimiringkan bubur tidak tumpah.

Pada umur 8 bulan bayi sudah bisa dikenalkan dengan makanan finger food.

Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari tekstur makanan MPASI dinaikkan menjadi makanan lembek (nasi tim, bubur tanpa disaring, makanan dicincang halus atau irisan kecil makanan-lunak).

Pada umur 12 bulan tekstur makanan MPASI bayi sudah bisa memakan makanan meja keluarga: makanan yang dicincang kasar, diiris kecil atau dipegang tangan (finger food).

Tekstur makanan MPASI ini disesuaikan dengan perkembangan sistema persarafan dan oro-motorik bayi. Di atas sudah disampaikan tentang kekosongan suplai energi dan zat gizi juga ukuran lambung yang kecil. Sehingga kita hanya bisa memberikan makanan dalam jumlah sedikit namun frekuensi sering, juga sebaiknya yang mudah dicerna.

Pemilihan tekstur makanan MPASI ini disesuaikan juga dengan proses pencernaan makanan. Proses pencernaan makanan ada dua tahap, yaitu pencernaan mekanik oleh kegiatan oro-motorik gigi-geligi dan pencernaan kimiawi oleh reaksi enzimatik enzim pemecah makanan. Reaksi enzimatik akan sempurna jika luas permukaan sentuh antar-partikel makin efisien, sehingga ukuran partikel bahan makanan yang tertelan sebaiknya sudah kecil.

tekstur MPASI WHO

Kemampuan Fisik Bayi Untuk Makan:

Bayi umur 5 bulan baru belajar menggerakkan sendi rahangnya dan makin kuat refleks hisapnya. Bayi umur 7 bulan bisa membersihkan sendok menggunakan bibirnya. Bayi saat ini bisa menggerakkan sendi rahang naik-turun juga gigi masih sedikit pun biasanya baru punya gigi seri yang bertugas memotong bukan menggilas makanan, sehingga proses mengunyah dan hasil partikel kunyahan masih kasar.  Mulai umur 8 bulan bayi telah mampu menggerakkan lidah ke samping dan mendorong makanan ke gigi-geliginya, makin stabil menjaga keseimbangan dan memegang sehingga dia sudah bisa menerima makanan finger food.

Umur 10 bulan merupakan waktu kritis bayi diharapkan sudah bisa memakan tekstur makanan MPASI semi-padat (“lumpy” solid food) sehingga mulai kenalkan makanan lembek tanpa saring di umur 9 bulan. Jika terlambat menaikkan tekstur makanan maka anak akan semakin sulit memakan makanan yang lebih padat. Umur 12 bulan sendi rahang bayi telah stabil dan mampu melakukan gerakan rotasi sehingga sudah bisa lebih canggih dalam mengunyah tekstur makanan MPASI kasar. Pada saat ini bayi telah siap memakan makanan meja sesuai yang dimakan oleh keluarga.

Jika bayi dipaksa makan sendiri makanan padat tidak sesuai tekstur tahapan umur, contohnya seperti dalam baby led weaning, maka harus diperhatikan juga risiko tersedak yang masih sangat besar. Selain itu bayi membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengunyah makanan tekstur padat hingga menjadi partikel yang lebih kecil untuk ditelan. Bayi juga belum lancar mengambil makanan, serta dia akan cenderung mengambil makanan yang menarik perhatiannya sementara tidak tahu makanan apa saja yang dibutuhkannya supaya bisa tumbuh berkembang sehat. Akibatnya bayi akan memakan jumlah makanan yang lebih sedikit karena capek juga bosan -dipaksa- mengunyah lama sehingga asupan makanannya kurang dan kekosongan kebutuhan asupan gizinya akan tetap kosong.

Jika orang tua ingin bayi mendapatkan manfaat zat gizi secara optimal dari makanan yang dia makan maka sebaiknya pilih menu dengan tekstur makanan MPASI sesuai tahap perkembangan bayi ya.

1541992280692

Pada saatnya tiba, ketika sudah lebih besar, anak akan pintar makan sendiri. Untuk saat ini sebaiknya orang tua membantu anak makan memakai metode pemberian makan anak secara responsif.

Baca tentang manfaat pemberian makan anak secara responsif disini

4. Varietas Bahan Makanan

Menurut petunjuk MPASI WHO/UNICEF, pada umur 6 bulan sistem pencernaan bayi termasuk pancreas telah berkembang dengan baik sehingga bayi telah mampu mengolah, mencerna serta menyerap berbagai jenis/varietas bahan makanan seperti protein, lemak dan karbohidrat. Jadi berikan aneka ragam bahan makanan bergizi seimbang kualitas 4 bintang dari 4 kelompok bahan pangan (atau 7 kelompok bahan pangan) yang tentunya mudah dijangkau sesuai kearifan lokal. Pemakaian suplementasi dan makanan fortifikasi jika sesuai kebutuhan bayi.

Pencernaan serta organ tubuh bayi sudah siap mengolah bahan makanan lain selain ASI dan susu formula. Jadi bayi sudah boleh makan berbagai jenis bahan makanan, bukan hanya buah aja. Pada umur 6 bulan, ginjal bayi telah berkembang dengan baik sehingga mampu mengeluarkan produk sisa metabolisme termasuk dari bahan pangan tinggi protein seperti daging. Jadi, bukan menjadi alasan menunda pemberian daging merah, ikan dan telur. Supaya bayi tumbuh berkembang dengan baik sebaiknya kawal dengan pemberian menu protein hewani plus nabati.

Variasi bahan makanan dalam MPASI WHO/UNICEF ini memakai menu dari 4 kelompok bahan makanan yang dalam petunjuk MPASI UNICEF disebut empat bintang sesuai pedoman umum gizi seimbang bagi anak kecil. Bayi berumur 6 bulan sudah boleh makan aneka ragam jenis bahan makanan dari kelas karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur-mayur dan buah-buahan. Pengenalan aneka ragam bahan makanan saat masa MPASI ketika ibu masih menyusui ini menguntungkan sebab bisa menurunkan reaksi intoleransi makanan pada anak.

Banyak ibu kebingungan tentang makanan pertama bayi. Saat ini tidak perlu ragu lagi untuk langsung mengenalkan MPASI bergizi seimbang sesuai kebutuhan asupan bayi. Intinya segera berikan menu MPASI 4 bintang bergizi seimbang dengan aneka karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan sayur buah dalam satu menu makan pada masa MPASI ini. Cara membuat bubur MPASI ada di bagian bawah artikel ini. Amati respons bayi saat makan.

1548207231541.jpg

Tambahkan minyak goreng atau margarin setengah hingga satu sendok teh ke dalam bubur bayi untuk  memperkaya rasa, meningkatkan kandungan energi  kalori bubur, membantu penyerapan vitamin serta supaya makanan mudah ditelan bayi. Bisa menggunakan minyak apapun yang tersedia di rumah selama minyaknya masih bersih dan bagus bukan minyak bekas menggoreng. Tambahkan minyak ketika bubur akan disajikan ke bayi. Tidak perlu ditambah minyak jika makanan sudah ditumis atau digoreng dengan minyak.

Hindari makanan dan minuman manis seperti teh, soda, atau biskuit manis. Jangan memberikan makanan yang keras dan berpotensi untuk tersedak. Hindari pemberian makanan asin seperti ikan asin.

Bolehkah MPASI sayur dan buah saja?

Makan ala diet vegetarian yaitu hanya memberikan bayi makanan buah sayur serta bahan pangan nabati lain berisiko tinggi tidak bisa memenuhi kekosongan zat gizi yang diperlukan bayi. Jika pilihan MPASI ibu hanya buah dan sayuran yang boleh dimakan bayi dikhawatirkan bayi akan rentan mengalami kekurangan gizi, kurang kalori, dengan risiko sembelit karena juga tinggi asupan serat.

Susu sapi untuk bayi:

Susu sapi dan hewan lain belum boleh menjadi minuman utama bagi bayi di bawah 12 bulan karena terkait dengan risiko perdarahan di saluran cerna serta menghambat penyerapan zat besi. Pada beberapa menu, ibu bisa menggunakan susu dan produk susu (seperti keju) secukupnya hanya sebagai campuran dalam MPASI jika bayi tidak sensitif dan alergi susu.

Madu untuk bayi:

Madu baru diberikan pada anak di atas umur 12 bulan terkait risiko botulisme akibat adanya Clostridium botulinum yang mencemari madu.

Alergi

Bolehkah memberikan makanan yang digoreng?

Boleh.

Kok boleh sih? Saat MPASI boleh lho bayi makan makanan yang digoreng atau ditumis pakai minyak (Participants Materials The Community IYCF Counselling Package, UNICEF, 2010). Kalori makanan lebih tinggi, toh ibu sendiri yang menggoreng dengan minyak yang aman digunakan. Ibu bisa gunakan tempe goreng, tahu goreng, ikan goreng yang dihaluskan atau dipotong kecil (sesuaikan umur anak) sebagai campuran bubur MPASI.

Makanan pencetus alergi:

Terkait ketakutan akan adanya alergi sebenarnya tidak ada pantangan makanan bagi bayi sehat yang tidak memiliki riwayat alergi. Alergi juga ada banyak sekali pencetusnya. Bisa dibaca Alergi pada bayi disini 

Kejadian alergi makanan terjadi pada sekitar 2 – 8% anak berumur kurang dari 3 tahun. Gejala yang mungkin timbul antara lain gejala saluran pencernaan (diare, muntah, sakit perut), gejala saluran pernafasan (batuk, mengi, infeksi telinga), gejala di kulit (bercak merah atau gatal) dan gejala sistemik (syok anafilaksis hingga BB anak susah naik bahkan gagal tumbuh). Alergi juga bisa muncul cepat langsung setelah makan atau muncul lambat beberapa jam terpapar alergen.

Konsultasikan pemberian MPASI dengan dokter spesialis anak berkompeten yang mendukung pemberian makan anak sesuai rekomendasi WHO jika anak dari keluarga dengan riwayat alergi makanan. Pada anak tanpa riwayat alergi bisa coba diberikan aneka ragam bahan makanan sesuai kebutuhan, dengan melihat respons bayi.

Minum air putih

Berikan air putih yang aman, bersih dan sudah dimasak. Sebenarnya pemberian air putih bagi bayi yang sudah MPASI ini menyesuaikan kebutuhan bayi. Pada awal MPASI kenalkan sedikit secara perlahan dengan melihat respons tubuh bayi setelah selesai makan. Tawarkan bayi minum air putih setelah selesai makan, supaya bayi tetap lahap makan. Patokannya lihat urin dan feses bayi. Jangan sampai kekurangan cairan. Pemberian air putih menggunakan sendok atau gelas, dan pastikan jangan sampai mengganggu asupan ASI maupun makan. Menyusui tetap tidak dibatasi mengikuti bayi sebab ASI tetap sebagai minuman utama, jika anak ingin menyusu maka ibu bisa saja langsung menyusui. Sesuaikan dengan kebutuhan asupan anak serta lihat tanda kecukupan asupan pada anak.

Bagaimana dengan gula dan garam?

Semua sumber yang saya baca tidak merekomendasikan makanan manis, makanan asin dan berbumbu tajam sebab asupan garam dan gula pada bayi harus dibatasi. Gula dan garam bisa tidak ditambahkan jika sumber kalori makronutrisi juga mikronutrisi sudah dipenuhi dari bahan makanan lain. Buklet dari UNICEF mencantumkan garam beryodium sebab garam yang telah difortifikasi berfungsi sebagai sumber yodium. Kekurangan asupan yodium  sendiri akan berisiko menyebabkan kerusakan otak, penurunan IQ serta mengganggu tumbuh kembang anak. Namun pemakaian garam juga harus dibatasi secukupnya menyesuaikan kemampuan tubuh anak supaya jangan sampai berlebihan sebab dikhawatirkan menyebabkan hipertensi. Asupan maksimal garam pada umur 0-12 bulan sekitar kurang dari 1 gram per hari. Asupan maksimal garam pada anak 1-3 tahun sekitar 2 gram per hari. Bahan makanan sumber yodium lain yang bisa ibu gunakan yaitu sea food, ikan air tawar, rumput laut, susu dan produk turunan susu.

Bayi dianjurkan mengenal rasa alami makanan. Dalam buku dari WHO juga IDAI pemakaian gula sebagai perasa alami juga menambah kalori. Gula adalah salah satu bahan makanan berkalori tinggi yang mudah dijangkau. Pemakaian gula juga harus dibatasi secukupnya sebab makanan bayi tidak boleh terlalu manis. Asupan sukrosa atau glukosa tidak boleh melebihi 5 gram/100 kkal. Asupan fruktosa tidak boleh melebihi 2,5 gram/100 kkal. Kelebihan kalori berisiko menyebabkan obesitas serta kelebihan berat badan yang berisiko menimbulkan banyak penyakit kronis.

Rasa Bubur

Lidah bayi berbeda dengan lidah manusia dewasa. Bayi bisa tetap lahap dengan rasa alami makanan. Biasakan bayi mengenal rasa alami makanan. Namun sayangnya beberapa kasus akan berakhir dengan bayi malas makan dan lebih memilih menyusu karena rasa MPASI “hambar” sedangkan ASI ibu kaya rasa, hasilnya bayi jadi kurus. Jika bayi kurus sebab malas makan maka ASI yang akan disalahkan kemudian banyak orang menyuruh bayi disapih sebelum waktunya. Jika anak jadi kurus akibat malas makan maka solusinya buatkan bubur bernutrisi yang rasanya juga lezat, bukan menyapih dini 😢

Ibu bisa memakai margarin, mentega, minyak, sedikit gula, sedikit garam, aneka ragam racikan bumbu atau ASIP sehingga diharapkan bubur terasa lebih lezat bagi bayi ☺

Bumbu yang bisa digunakan sebagai perasa bubur yang disukai anak Indonesia:

  1. Daun sereh atau batang sereh.
  2. Bawang merah.
  3. Bawang putih.
  4. Daun jeruk.
  5. Lengkuas.
  6. Daun bawang.
  7. Daun pandan.
  8. Kadang bisa juga daun salam dan seledri.

Buku MPASI WHO bisa diunduh disini: MPASI WHO 

Prinsip MPASI WHO bisa diunduh disini: guiding_principles_compfeeding_breastfed

Booklet Unicef bisa diunduh disini: Booklet Unicef

FAO tentang MPASI bisa diunduh disini: FAO complementary feeding

Buku MPASI IDAI bisa diunduh disini: merged_document

Jangan sedih kalau bayi anda tidak mau makan bubur yang ditambah ASIP. Tetap normal jika ada bayi yang tidak suka saat ASIP dicampur ke bubur, daripada bersedih sebaiknya orang tua segera mencari variasi menu baru.

cobaan memberi makan anak

Saripati makanan akan masuk ke dalam cairan amnion dan ASI sehingga melatih selera makan anak sejak dalam rahim. Ibu yang gemar aneka ragam bahan makanan maka anaknya juga bisa jadi lebih lahap menerima berbagai macam makanan (link).

5. Pemberian makan dengan cara aktif/responsif

MPASI bukan hanya sekedar makanan namun juga cara makan, kapan waktu makan, tempat makan, dan faktor pemberi makanan sehingga dalam MPASI WHO ini juga diperhatikan faktor psikososial anak.

SmartSelectImage_2018-12-03-08-52-51-01

  • Suapi bayi dan perhatikan anak yang lebih besar serta beri bantuan bila dia membutuhkan. Beri anak makanan dengan sabar dan penuh perhatian, dorong anak untuk mau makan namun jangan paksa anak untuk makan.
  • Jika anak menolak makan, coba ganti kombinasi makanan, rasa, tekstur dan metode makan.
  • Minimalisasi gangguan saat anak makan jika anak tipe yang mudah teralihkan perhatiannya.
  • Waktu makan adalah saatnya anak untuk belajar dan waktu keluarga mencurah cinta dan saling berkomunikasi sehingga ajak anak untuk mengobrol dengan kontak mata yang penuh kehangatan (tentu bukan berarti berbicara saat sedang mengunyah dan menelan makanan ya!)
  • Jika anak menolak sendok coba berikan makan dengan menggunakan tangan. Pastikan tangan orang tua bersih yaa.

Jarang ada penelitian tentang anak yang dibiarkan makan sendiri tanpa bantuan sejak dini seperti dalam baby led weaning.

Metode pemberian makan aktif responsif (jadi ibu menyuapi anak tapi anak juga dilibatkan secara aktif untuk makan) telah terbukti dari berbagai penelitian yang dilakukan bisa membuat anak makan lebih banyak.

Cara pemberian makan aktif responsif:

Berikan anak makanan dalam piring tersendiri sehingga orang tua bisa mengukur banyaknya makanan yang dimakan anak. Beri makan dengan alat makan sesuai perkembangan umur anak serta budaya setempat, ada beberapa kebudayaan yang memberikan sendok yang lebih kecil bagi bayi. Bayi yang lebih besar akan tertarik untuk makan sendiri, berikan dia sendok untuk berpartisipasi menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sambil dibantu oleh orang tua.

Pemberian ASI pada saat MPASI masih sesering dan selama yang anak inginkan.

WHO tetap merekomendasikan sering menyusui bayi. Pada umur 6 – 12 bulan UNICEF menyarankan untuk menyusui terlebih dahulu sebelum memberikan makanan lain. Pada anak umur di atas 12 bulan maka utamakan makan lebih dahulu. Namun teknis pelaksanaannya dikembalikan kepada kenyamanan ibu dan anak. Responsif melihat tanda tubuh bayi memudahkan orang tua dalam mengasuh anak. 

Keuntungan masih menyusui semau bayi pada masa MPASI antara lain:

  • Bayi akan terlindungi dari reaksi peradangan dan infeksi karena ada sel-sel darah putih, antibodi, antiradang dan aktivator sel darah putih di dalam ASI.
  • Epidermal growth factor di dalam ASI akan membantu perkembangan sel-sel usus juga papilla lidah/taste bud bayi.

Papilla lidah yang sehat akan membuat anak mudah merasakan rasa makanan sehingga nafsu makannya menjadi baik. Pencernaan yang berkembang sempurna membantu bayi makin efektif mencerna makanan.

  • Terdapat enzim percerna karbohidrat, lemak dan protein di dalam ASI sehingga proses pencernaan zat gizi dalam makanan akan semakin efisien.

6. Higienitas

MPASI WHO/UNICEF sangat menekankan kebersihan (higienis). Pada masa-masa ini bayi sangat rentan terkena diare sehingga ibu harus memastikan kebersihan makanan, air, alat makan, proses memasak dan tangan (pemberi makan maupun bayi). Cuci tangan orang tua dengan air serta sabun saat mau memasak, mau makan dan setelah dari toilet/ganti popok bayi.

1542894573485

Disarankan menggunakan peralatan makan yang mudah dibersihkan seperti cangkir, mangkok dan sendok. Masak dengan benar hingga makanan matang. Simpan makanan di tempat higienis yang aman. Bubur bayi yang tidak disimpan di kulkas sebaiknya segera digunakan dalam waktu 2 jam. Hangatkan kembali makanan hingga panas merata sebelum disajikan. Masak secukupnya sehingga tidak mubadzir. Jangan terlalu lama menyimpan makanan di kulkas. Pastikan makanan mentah, contohnya seperti buah, yang dimakan bayi bersih dan aman. Pisahkan makanan mentah dan matang.

MPASI bayi bisa dibuat dengan makanan yang ada di meja makan keluarga. Ambil nasi dari nasi keluarga (kenapa memasak bubur dari nasi bukan beras? Supaya hanya dibutuhkan tambahan air sedikit agar tidak terlalu encer, juga biar cepet masaknya) lalu pisahkan sayur juga lauk yang belum dibumbui bumbu-bumbu tajam (misal merica atau cabe).

Beberapa ibu memakai slow cooker, food processor, blender untuk mempersiapkan MPASI. Penggunaan blender sering menyebabkan tekstur terlalu encer terlebih jika ditambah terlalu banyak air, sehingga bayi berisiko sulit belajar mengunyah dan naik tekstur. Pakai saringan kawat lebih disarankan sebab mudah digunakan serta hasil tekstur bubur bagus. Pada pemakaian alat harus sesuai petunjuk penggunaan dari produsen.

Cara memasak bubur MPASI menurut Perinasia:

  1. Ambil nasi satu mangkok ditambah air satu mangkok. (air bisa kaldu atau santan)
  2. Tambahkan bumbu, sayur-mayur dan lauk-pauk. Bumbu utuh saja, bawang cukup dibelah dua dan jangan ikut dilumatkan. Sayur dan lauk yang diiris halus.
  3. Masak di atas api hingga air habis sehingga nasi telah menjadi bubur lembik.
  4. Ambil bubur lembik lalu lumatkan dengan saringan kawat.
  5. Ambil hasil pelumatan bubur dibalik saringan kawat sehingga menjadi bubur lumat.
  6. Sajikan dengan ditambahkan sedikit minyak atau margarin atau mentega sebagai sumber penambahan kalori karena permasalahan gizi di Indonesia banyak anak kurang asupan kalori. Tambahkan minyak sekitar setengah sendok teh (UNICEF) hingga satu sendok teh (WHO) disesuaikan kebutuhan serta kondisi anak. Jika bubur telah tinggi kalori/lemak maka batasi penambahan minyak. Jika bubur hanya mengandung sedikit sekali kalori apalagi pada anak dengan kondisi kurang gizi bahkan bisa ditambahkan minyak sekitar setengah hingga satu sendok makan (Pelatihan MPASI Perinasia). Penambahan minyak ini cukup dikira-kira, jangan terlalu banyak sebab bisa mempengaruhi rasa bubur. Untuk penambahan santan kurang-lebih bisa sama dengan pemakaian minyak. Pada penambahan margarin/mentega tentu sebaiknya takaran lebih sedikit sebab rasanya lebih kuat. Jika masakan sudah ditumis/digoreng maka tidak perlu lagi menambah minyak dalam bubur di mangkok.

Hasil oleh-oleh memasak MPASI di Pelatihan MPASI PERINASIA. Ini dimasak dalam waktu yang sangat singkat, hanya sekitar 10 menit dan tidak merepotkan. Jadi kata siapa memasak MPASI sulit?

MPASI WHO bubur lumatMPASI WHO bubur lembik

Sebenarnya pemberian MPASI itu tidak sulit ya, namun jika salah pilih akan sangat merugikan bayi. MPASI yang salah akan membuat:

  1. Bayi akan rentan sakit,
  2. Bayi lambat tumbuh,
  3. Bayi akan berhenti tumbuh.
SmartSelectImage_2019-04-30-19-51-32-01.jpeg

Sumber gambar: Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia, Pusat Data dan Informasi, Kementrian Kesehatan RI, 2018.

Anak kurang gizi kronis bisa menyebabkan stunting sehingga badan kecil, pendek juga otaknya tidak tumbuh-berkembang optimal. Jangan sampai otak anak jadi kecil gara-gara kurang gizi kronis ya 😢

Segera introspeksi jika saat masa ASI eksklusif bayi tumbuh-kembangnya sangat baik lalu berat badan anak susah naik, grafik pertambahan berat badan jelek dan anak sering sakit saat masa MPASI. Padahal anak ASI -sudah dibuktikan dari penelitian jangka panjang- seharusnya tumbuh berkembang dengan baik, pintar, aktif dan sehat. Tapi ASI saja tidak cukup. ASI merupakan langkah pertama membangun pondasi nutrisi terbaik, harus juga didukung dengan pemberian MPASI yang benar adekuat saat anak umur 6 bulan.

Ikuti kelas pelatihan membuat MPASI rekomendasi WHO yang saat ini banyak diadakan di masyarakat. Jika ragu dengan MPASI ibu bisa mendiskusikannya dengan dokter anak atau dokter spesialis gizi klinik yang pro-ASI dan komunikatif serta mendukung pemberian makan anak sesuai rekomendasi WHO. 

Pemberian makan responsif memfasilitasi orang tua untuk memberikan pengalaman makan sehat secara menyenangkan pada anak. Anak difasilitasi otonomi untuk makan dalam pengawasan aman oleh orang tua. Orang tua memegang kontrol namun juga tidak memaksa. Orang tua memegang kontrol kendali makan sehat namun ada ruang bagi anak untuk memutuskan sehingga terjadi internalisasi pola makan secara menyenangkan. Proses ini diharapkan akan berkelanjutan membentuk kebiasaan makan baik hingga anak tumbuh dewasa. Baca lebih lanjut disini

Baca juga: Pintar membaca kurva pertumbuhan anak

Artikel berikut juga penting untuk diketahui, yaitu tentang

  1. Gerakan tutup mulut atau bubur disembursembur ketika si bayi sulit disuap makan MPASI: klik link.
  2. Ibu cerdas pintar membaca kurva pertumbuhan anak: kliklink
  3. Ketika galau berat badan anak sulit naik: klik link.

MPASI bergizi seimbang rekomendasi WHO itu berkualitas, mudah, dan terjangkau

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s